assalamualaykum wr wb
sibuk abis deh, gara2 ada isu mau ada nya rajia2 warnet g legal menggunakan microsoft
hmm
sekarang sudah peka linux
mayan juga sih
mayan ribet, ada kekurangannya juga neh
g bisa webcam
tp yg lainnya Alhamdulillah bisa
ini pake pc linux xp
hmmm, ada 2warnet dbanjarmasin yg pake lisensi
1. kyagi (katanya sih sudah beli 24jt, tp untuk 24juta saja, aku rasa hanya windowsnya yg licensi, bagaimana dgn office? bagaimana dgn program-program yg lain?? bisa-bisa kalo ane itung 1komputer itu 2,5juta an kalo semua licensi.
2. kelpie
sisanya????
pake linux atau lagi transfer2 ke linux sekarang
abis dr walimahan teman neh, caffee
wassalamualaykum wr wb
Sunday, December 10, 2006
Tuesday, December 05, 2006
Teologi Islam
Aspek
Teologi Islam
Persoalan politik akhirnya meningkat menjadi persoalan teologi dalam Islam. Penyelesaian sengketa antara Ali Ibn Bin Abi Talib dan Mu’awiyah Ibn Abi Sufyan dengan jalan arbitrase oleh kaum khawarij dipandang bertentangan dengan ajaran Islam. Al-Qur’an surah ke 5 Al-Maidah ayat 44-45 mengatakan :
Wa man lam yahkum bimaa anjalaAllahu faulaika humul kaafirin
Barang siapa tidak memutuskan suatu perkara dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.
Penyelesaian Sengketa dengan arbitrase bukanlah penyelesaian menurut apa yang diturunkan Tuhan, dan oleh karena itu pihak-pihak yang menyetujui arbitrase tersebut telah menjadi kafir dalam pendapat kaum khawarij. Dengan demikian Ali, mu’awiyah, Abu musa Al-Asy’ari dan ‘amr Ibn Al-‘Aas menurut mereka telah menjadi kafir, kafir dalam arti keluar dari islam, yaitu Murtad, dan orang murtad wajib dibunuh, mereka pun memutuskan untuk membunuh ke empat pemuka tersebut.
Pengertian kafir adalah orang yang tidak percaya dan lawan dari kata kafir adalah mu’min yang artinya adalah orang yang percaya, di dalam Al-Qur’an kedua kata ini selalu di kontraskan. Didalamnya kata kafir dipakai terhadap orang yang tidak percaya pada Nabi Muhamad SAW dan ajaran yang beliau bawa. Yaitu orang yang belum menjadi mu’min atau belum masuk Islam (dengan kata lain dipake untuk golongan diluar islam). Tetapi khawarij memakai kata kafir di dalam golongan Islam sendiri.
KHAWARIJ
Dalam perkembangan selanjutnya kaum khawarij berpecah kedalam beberapa golongan, dan konsep kafir turut pula mengalami perubahan lebih lanjut :
1. Golongan Muhakkimah
Yaitu berpendapat bahwa orang Islam yang mengerjakan dosa besar adalah golongan kafir. Kata “kaba’ir” memang terdapat dalam Al-Qur’an , contohnya Surah An Nisa ayat 31.
إِن تَجْتَنِبُواْ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلاً كَرِي
Jika kamu jauhi dosa-dosa besar yang dilarang bagi kamu, perbuatan-perbuatan burukmu akan kami hilangkan.
“jika kamu menjauhi dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan kami masukkan kamu ketempat yang mulia(Surga).”
Tetapi ada pendapat bahwa yang mengatakan dosa besar adalah mempunyai keyakinan Tuhan lebih dari pada satu, karena terjemah ayat 48 surah An nisa’ mengatakan ‘Tuhan tidak mengampuni dosa syirik, dan mengampuni dosa selain dari itu bagi siapa yang ia kehendaki.
Tetapi ada hadis-hadis yang mengatakan bahwa dalam dosa besar selain syirik termasuk juga zina, sihir, membunuh manusia tanpa sebab, memakan harta anak yatim piatu, riba, meninggalkan medan pertempuran dan memfitnah perempuan baik-baik.
Maka siapa yang mengerjakan salah satu dosa besar tersebut, menurut golongan Muhakkimah akan menjadi kafir
2. Golongan Azariqah
yaitu golongan kedua, pengertian kafir dalam golongan ini mereka rubah dengan Musyrik, bagi golongan Azariqah yang menjadi musyrik bukan hanya golongan Islam yang dosa besar, tetapi juga orang Islam yang tak sefaham dengan mereka. Dalam pendapat mereka hanya orang Azariqah lah yang orang Islam, orang yang tidak menganut ajaran Azariqah bukanlah orang Islam, dan mereka tidak segan-segan membunuh orang-orang yang demikian.
3. Golongan Najdah
Yaitu golongan yang lebih moderat sedikit dibandingkan Azariqah, mereka berpendapat orang Islam lain bukanlah kafir atau musyrik, tetapi dalam pandangan mereka yaitu apabila dosa kecil dikerjakan terus menerus akan membuat pelakunya menjadi musyrik.
4. Golongan Sufriah
Yaitu golongan yang membagi dosa besar menjadi dua golongan, yaitu dosa yang ada hukumannya di dunia (zina, dll) dan dosa yang tidak ada hukumannya di dunia (meninggalkan shalat, puasa, dll). Golongan dosa yang pertama tidak membuat orang menjadi kafir, tetapi yang membuat dosa besar golongan kedua adalah kafir.
5. Golongan Ibadiah
Yaitu golongan paling moderat dalam golongan khawarij, mereka tidak memandang orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka musyrik dan tidak pula mu’min. mereka membagi kafir menjadi dua bagian yaitu kafir al-ni’mah (orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat-nikmat yang diberikan Tuhan) dan kafir al-millah (orang yang keluar dari agama).
MURJI’AH
Akibat kerasnya faham khawarij ini, maka timbullah kaum Murji’ah, kaum yang sama sekali bertentangan dengan faham golongan pendapat khawarij, yaitu kaum Murji’ah, bagi kaum Murji’ah orang Islam yang melakukan dosa besar tidak menjadi kafir tetapi tetap mu’min, soal dosa besarnya diserahkan kepada Tuhan kelak di hari perhitungan (apabila diampuni dia masuk syurga, apabila tidak diampuni dia masuk neraka sesuai dengan waktu dilakukannya kemudian masuk syurga).
Nama Murji’ah berasal dari kata arja’a yang berarti menunda atau memberi pengharapan, mereka disebut kaum Murji’ah karena ajaran mereka memang menundakan soal dosa besar yang dilakukan orang Islam kepada Tuhan (di hari Kiamat), kaum Murji’ah tidak mengambil keputusan sekarang juga di dunia dengan menghukum pelaku dosa besar menjadi kafir dan tidak masuk surga. Ajaran kaum Murji’ah memberikan harapan bagi pelaku dosa besar untuk diberi ampun oleh Tuhan dan bisa masuk surga.
Argument yang kaum Murji’ah yang dijadikan adalah ‘bahwa orang Islam yang melakukan dosa besar masih mengucapkan kedua syahadat (tiada Tuhan selain Allah SWT dan Muhamad SAW adalah Rasulnya) dan orang ini masih mu’min dan bukan kafir atau musyrik, karena orang yang demikian masih mempunyai perbuatan-perbuatan baik yang akan menjadi imbangan bagi dosa besarnya kelak di Hari Perhitungan, Tuhan Bersifat Maha Pemurah dan Maha Pengampun dan mungkin Tuhan mengampuni dosa besar yang dilakukannya di masa hidupnya, dan di dunia ini ia tetap dianggap mu’min dan diperlakukan sebagai orang Islam lainnya.
Kaum Murji’ah berpendapat bahwa perbuatan tidak dapat dipakai sebagai ukuran untuk menentukan Islam atau kafirnya seseorang, yang menentukan hal itu ialah Iman di dalam Hati dan apa yang ada di dalam hati manusia hanya Allah lah yang tahu, disamping manusia yang bersangkutan sendiri, manusia hanya dapat mengetahui apa yang diucapkan orang lain dengan lisannya, apa yang di dalam hatinya tidak dapat diketahui orang lain, dan Iman seseorang tidak dapat dirusakkan oleh dosa yang dilakukannya, sangat bertentangan pendapatnya dengan kaum khawarij (lebih melihat Iman seseorang dengan amal atau perbuatan).
Kaum Murji’ah terpecah juga kedalam beberapa golongan seperti Al-Jahmiah,
Al-Salihiah, Al-Yunusiah, dan Al-khassaniah. Beberapa golongan ini dapat dibagi kedalam dua golongan besar, yaitu golongan Moderat dan golongan Ekstrim.
Golongan Moderat berpendapat bahwa selama seseorang mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan Muhamad SAW adalah Rasulnya, orang demikian masih Islam walaupun dosa yang dilakukannya dalam bentuk dosa besar tidak membuat ia keluar dari Islam, ia tetap orang Islam dan ia akan masuk surga, kalau di hari kiamat dosanya diampuni Tuhan ia akan segera masuk surga, dan kalau tidak diampuni ia akan di hukum di neraka sesuai dosa yang dilakukannya dan kemudian baru dimasukkan ke dalam surga.
Golongan Ekstrim berpendapat bahwa perbuatan betul-betul tidak mempunyai pengaruh dalam soal masuk surga atau neraka di akhirat kelak, baik itu dosa besar sekalipun tidak mempunyai pengaruh dalam hal ini, diantara mereka ada berpendapat orang yang beriman sesungguhnya ia pada lahir menyatakan kekufuran dan menyembah berhala, kemudian ia mati, ia akan tetap Islam dan masuk surga. Dan golongan ini membawa orang menjadi tidak mementingkan sikap ahklak dan moral, dan ini tidak sesuai dengan salah satu ajaran dan tujuan Islam yaitu pembinaan moral dan budi pekerti luhur umat.
MU’TAZILAH
Seseorang yang bernama Wasil Ibn ‘Ata’ lahir di Madinah di tahun 700M kemudian pindah ke Basrah dan meninggal dalam usia 49 tahun, ia turut memdengar kuliah-kuliah yang diberikan Al Hasan Al Basri di Mesjid Basrah. Pada suatu ketika wasil menyatakan pendapat bahwa ia tidak setuju dengan paham kwaharij dan bertentangan dengan murji’ah, menurut keyakinannya orang yang melakukan dosa besar bukanlah kafir dan bukanlah mu’min, posisinya diantara keduanya, kalau orang yang demikian meninggal sebelum taubat maka ia akan masuk neraka selama-lamanya, seperti orang kafir, tetapi kalau dia sempat taubat sebelum dia meninggal maka dia akan masuk syurga.
Wasil yang mempunyai paham yang berbeda kemudian mendirikan paham teologi yang bernama mu’tazilah.
Dimasa itu umat Islam telah banyak mempunyai kontak dengan keyakinan-keyakinan dengan agama lain dan dengan falsafat Yunani, akibatnya masuklah faham Qadariah dan Jabariah, faham Qadariah di pelopori oleh Ma’bad Al-Juhani (80 H) dan Ghailani Al-Dimasyqi (abad VIII M), yaitu faham yang menurut mereka manusia lah yang mewujudkan perbuatan-prbuatan nya dengan kemauan dan tenaganya, manusia dalam faham Qadariah mempunyai kebebasan dalam kemauan dan kebebasan perbuatan. faham Jabariah dipelopori oleh Al-Ja’ad Ibn Dirham (abad VIII M) dan Jahm Ibn Safwan (131 H), menurut faham jabariah perbuatan manusia diciptakan dalam diri manusia, dalam faham ini manusia tidak mempunyai kemauan dan daya untuk mewujudkan perbuatannya, semua perbuatannya telah ditentukan Tuhan semenjak awal.
Kontak dengan Falsafat Yunani banyak membawa pemuja’an akal kedalam kalangan Islamm, kaum Mu’tazilah banyak dipengaruhi hal ini dan tidak mengherankan dalam pemikiran teologi mereka banyak dipengaruhi oleh daya akal atau ratio dan mempunyai corak liberal.
Kaum Mu’tazilah dikenal mempunyai lima ajaran dasar , yaitu Al Tawhid, Al ‘Adl, Al wa’d wa al wa’id, Al manzilah bain Al manzilatin dan Al Amr bi Al ma’ruf Al nahy ‘an Al munkar
Ajaran dasar pertama (Al tawhid ) bertujuan membela kemurnian faham kemaha Esa’an Tuhan, ajaran dasar kedua (Al ‘Adl) yaitu Tuhan Maha Adil, ajaran dasar yang ketiga (Al wa’d wa al wa’id) adalah Tuhan akan melaksanakan janji baik dan ancamannya, ajaran dasar keempat adalah (Al manzilah bain Al manzilatin) yaitu orang yang di antara dua posisi (orang yg melakukan dosa itu tidak kafir dan apabila ia bertobat ia akan masuk syurga), ajaran dasar yang kelima (Al Amr bi Al ma’ruf Al nahy ‘an Al munkar) mengandung kewajiban menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat jahat.
Wasil Ibn ‘Ata’ → Abu Al Huzail Al’ Alaf (135-235 H) → Al Nazzam (185-221) → Al Jahiz (256 H) → Al Jubba’i (295 H) → Abu Hasyim (321 H) → Al Murdar (226 H) → Al Khayyat (300 H)
Kaum Mu’tazilah sudah tidak ada lagi, mereka mendapat tantangan keras dari umat Islam lain setelah berusaha untuk memaksakan faham-faham mereka dengan menggunakan kekerasan pada abad ke 9.
AL-ASY’ARIAH
Pemikiran rasional Mu’tazilah dan sikap kekerasan mereka mereka membawa pada lahirnya aliran teologi-teologi lain dalam Islam, Aliran itu timbul untuk menjadi tantangan bagi aliran yang bercorak rasionil dan liberal tersebut.
Tantangan pertama datang di Bagdad dari Abu Al-Hasan Al Asy’ari (873-935), faham-faham yang dimajukan Al Asy’ariah ini kemudian mengambil bentuk teologi yang diberi nama Al-Asy’ariah, di antara pemuka- pemuka termasyur terdapat nama-nama Abu Bakar Al Baqillani (1013 M), Imam Al Haramain Al Juwaini (419-478 H) dan Abu Hamid Al Ghazali (1058-1111)
Pendapat Al Asy’ari adalah Tuhan tetap mempunyai sifat-sifat, Tuhan kata Al Asy’ari tidak mungkin mengetahui dengan essensi-Nya, perbuatan manusia bukanlah diwujudkan manusia sendiri, tetapi diciptakan Tuhan, manusia bukanlah pencipta, tetapi dalam perwujudan dan perbuatannya manusia mempunyai bagian, sungguhpun bagian tidak efektif (diberi nama Al Kasb), karena Tuhan berkuasa mutlak, Tuhan tidak meski menjalankan janji-janji baik dan ancaman-Nya. Tuhan sebagai Pemilik Mutlak berbuat sekehandak hati-Nya terhadap Mahluk-Nya, mengenai dosa besar Al Asy’ari sependapat dengan Murji’ah Moderat.
Al Baqillani dan Al Juwaini tidak sepenuhnya sefaham dengan Al Asy’ari, terutama dalam soal Kasb, menurut mereka manusia masih mempunyai ke-bebanan dalam kehendak dan perbuatannya, hanya Al Ghazali yang setia pada ajaran Al Asy’ari.
MATURIDIAH
Tantangan kedua datang dari Abu Mansur Al Maturidi (944 M) di Samarqand, dalam soal-soal sifat-sifat Tuhan Al-Maturidi sefaham dengan Al Asy’ari, baginya juga Tuhan mengetahui bukan dengan zatnya, tetapi dengan Pengetahuan-Nya, Al Quran dalam pendapatnya juga bersifat qadim dan bukan diciptakan, mengenai dosa besar ia juga sefaham dengan Al Asy’ari, tetapi dalam perbuatan manusia ia berpendapat lain dari Al Asy’ari, pendapatnya lebih dekat dengan Al-Muta’zilah dalam artian bahwa manusialah sebenarnya yang mewujudkan perbuatan-perbuatannya. Dalam soal Al wa’d wa al wa’id Al Maturidi juga tidak sefaham dengan Al Asy’ari, sesuai dengan Al Muta’zilah ia berpendapat bahwa janji-janji baik dan ancaman-ancaman Tuhan pasti akan terjadi kelak.
Jelas kiranya teologi Al-Maturidi terletak diantara aliran Al-Asy’ari dan aliran Muta’zilah, pemuka-pemuka terbesar di aliran Al-Maturidi antara lain Abu Al-Yus Al-Bazdawi (421-493 H) dan Najm Al-Din Al-Nasafi (460-537 H).
Penutup
Aliran Asy’ariah dan Aliran Maturidiah masih ada dan inilah pada umumnya yang dianut oleh umat Islam sekarang, Aliran Maturidiah banyak dianut oleh pengikut-pengikut Mazhab Abu Hanafi, kedua aliran inilah yang disebut Ahli sunnah, tetapi faham rasional yang dibawa oleh kaum Muta’zilah mulai timbul kembali di abad ke-20, terutama dikalangan kaum terpelajar Islam, tetapi bagaimana pun, kaum Asy’ariah jauh lebih banyak dari pada pengikut-pengikut aliran lainnya. Tetapi jiwa kaum terpelajar sekarang lebih dapat menerima teologi atau falsafat hidup Muta’zilah, pemikiran-pemikiran Muta’zilah mulai ditimbulkan kembali oleh pemuka-pemuka pembaharuan dalam Islam periode abad ke-19, pandangan orang terhadap Muta’zilah telah berubah, kalau dulu dianggap kafir dan buku serta ajaran-ajaran dilarang, sekarang sudah ada pengarang-pengarang dan penyokong.
Dari uraian diatas dapatlah dilihat bahwa dalam lapangan hukum Islam, dalam Teologi Islam terdapat pula beberapa mahzab atau aliran, aliran-aliran yang ada dan yang timbul lagi adalah Asy’ariah, Maturidiah dan Muta’zilah. Ketiga aliran ini, sama halnya dengan mahzab-mahzab hukum Islam, tidak keluar dari ajaran-ajaran Islam, semuanya masih dalam lingkungan Islam dan oleh karena itu tiap orang Islam mempunyai kebebasan untuk memilih aliran teologi atau falsafat hidup yang sesuai dengan jiwanya.
Wallahu’alam bissowab
Teologi Islam
Persoalan politik akhirnya meningkat menjadi persoalan teologi dalam Islam. Penyelesaian sengketa antara Ali Ibn Bin Abi Talib dan Mu’awiyah Ibn Abi Sufyan dengan jalan arbitrase oleh kaum khawarij dipandang bertentangan dengan ajaran Islam. Al-Qur’an surah ke 5 Al-Maidah ayat 44-45 mengatakan :
Wa man lam yahkum bimaa anjalaAllahu faulaika humul kaafirin
Barang siapa tidak memutuskan suatu perkara dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.
Penyelesaian Sengketa dengan arbitrase bukanlah penyelesaian menurut apa yang diturunkan Tuhan, dan oleh karena itu pihak-pihak yang menyetujui arbitrase tersebut telah menjadi kafir dalam pendapat kaum khawarij. Dengan demikian Ali, mu’awiyah, Abu musa Al-Asy’ari dan ‘amr Ibn Al-‘Aas menurut mereka telah menjadi kafir, kafir dalam arti keluar dari islam, yaitu Murtad, dan orang murtad wajib dibunuh, mereka pun memutuskan untuk membunuh ke empat pemuka tersebut.
Pengertian kafir adalah orang yang tidak percaya dan lawan dari kata kafir adalah mu’min yang artinya adalah orang yang percaya, di dalam Al-Qur’an kedua kata ini selalu di kontraskan. Didalamnya kata kafir dipakai terhadap orang yang tidak percaya pada Nabi Muhamad SAW dan ajaran yang beliau bawa. Yaitu orang yang belum menjadi mu’min atau belum masuk Islam (dengan kata lain dipake untuk golongan diluar islam). Tetapi khawarij memakai kata kafir di dalam golongan Islam sendiri.
KHAWARIJ
Dalam perkembangan selanjutnya kaum khawarij berpecah kedalam beberapa golongan, dan konsep kafir turut pula mengalami perubahan lebih lanjut :
1. Golongan Muhakkimah
Yaitu berpendapat bahwa orang Islam yang mengerjakan dosa besar adalah golongan kafir. Kata “kaba’ir” memang terdapat dalam Al-Qur’an , contohnya Surah An Nisa ayat 31.
إِن تَجْتَنِبُواْ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلاً كَرِي
Jika kamu jauhi dosa-dosa besar yang dilarang bagi kamu, perbuatan-perbuatan burukmu akan kami hilangkan.
“jika kamu menjauhi dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan kami masukkan kamu ketempat yang mulia(Surga).”
Tetapi ada pendapat bahwa yang mengatakan dosa besar adalah mempunyai keyakinan Tuhan lebih dari pada satu, karena terjemah ayat 48 surah An nisa’ mengatakan ‘Tuhan tidak mengampuni dosa syirik, dan mengampuni dosa selain dari itu bagi siapa yang ia kehendaki.
Tetapi ada hadis-hadis yang mengatakan bahwa dalam dosa besar selain syirik termasuk juga zina, sihir, membunuh manusia tanpa sebab, memakan harta anak yatim piatu, riba, meninggalkan medan pertempuran dan memfitnah perempuan baik-baik.
Maka siapa yang mengerjakan salah satu dosa besar tersebut, menurut golongan Muhakkimah akan menjadi kafir
2. Golongan Azariqah
yaitu golongan kedua, pengertian kafir dalam golongan ini mereka rubah dengan Musyrik, bagi golongan Azariqah yang menjadi musyrik bukan hanya golongan Islam yang dosa besar, tetapi juga orang Islam yang tak sefaham dengan mereka. Dalam pendapat mereka hanya orang Azariqah lah yang orang Islam, orang yang tidak menganut ajaran Azariqah bukanlah orang Islam, dan mereka tidak segan-segan membunuh orang-orang yang demikian.
3. Golongan Najdah
Yaitu golongan yang lebih moderat sedikit dibandingkan Azariqah, mereka berpendapat orang Islam lain bukanlah kafir atau musyrik, tetapi dalam pandangan mereka yaitu apabila dosa kecil dikerjakan terus menerus akan membuat pelakunya menjadi musyrik.
4. Golongan Sufriah
Yaitu golongan yang membagi dosa besar menjadi dua golongan, yaitu dosa yang ada hukumannya di dunia (zina, dll) dan dosa yang tidak ada hukumannya di dunia (meninggalkan shalat, puasa, dll). Golongan dosa yang pertama tidak membuat orang menjadi kafir, tetapi yang membuat dosa besar golongan kedua adalah kafir.
5. Golongan Ibadiah
Yaitu golongan paling moderat dalam golongan khawarij, mereka tidak memandang orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka musyrik dan tidak pula mu’min. mereka membagi kafir menjadi dua bagian yaitu kafir al-ni’mah (orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat-nikmat yang diberikan Tuhan) dan kafir al-millah (orang yang keluar dari agama).
MURJI’AH
Akibat kerasnya faham khawarij ini, maka timbullah kaum Murji’ah, kaum yang sama sekali bertentangan dengan faham golongan pendapat khawarij, yaitu kaum Murji’ah, bagi kaum Murji’ah orang Islam yang melakukan dosa besar tidak menjadi kafir tetapi tetap mu’min, soal dosa besarnya diserahkan kepada Tuhan kelak di hari perhitungan (apabila diampuni dia masuk syurga, apabila tidak diampuni dia masuk neraka sesuai dengan waktu dilakukannya kemudian masuk syurga).
Nama Murji’ah berasal dari kata arja’a yang berarti menunda atau memberi pengharapan, mereka disebut kaum Murji’ah karena ajaran mereka memang menundakan soal dosa besar yang dilakukan orang Islam kepada Tuhan (di hari Kiamat), kaum Murji’ah tidak mengambil keputusan sekarang juga di dunia dengan menghukum pelaku dosa besar menjadi kafir dan tidak masuk surga. Ajaran kaum Murji’ah memberikan harapan bagi pelaku dosa besar untuk diberi ampun oleh Tuhan dan bisa masuk surga.
Argument yang kaum Murji’ah yang dijadikan adalah ‘bahwa orang Islam yang melakukan dosa besar masih mengucapkan kedua syahadat (tiada Tuhan selain Allah SWT dan Muhamad SAW adalah Rasulnya) dan orang ini masih mu’min dan bukan kafir atau musyrik, karena orang yang demikian masih mempunyai perbuatan-perbuatan baik yang akan menjadi imbangan bagi dosa besarnya kelak di Hari Perhitungan, Tuhan Bersifat Maha Pemurah dan Maha Pengampun dan mungkin Tuhan mengampuni dosa besar yang dilakukannya di masa hidupnya, dan di dunia ini ia tetap dianggap mu’min dan diperlakukan sebagai orang Islam lainnya.
Kaum Murji’ah berpendapat bahwa perbuatan tidak dapat dipakai sebagai ukuran untuk menentukan Islam atau kafirnya seseorang, yang menentukan hal itu ialah Iman di dalam Hati dan apa yang ada di dalam hati manusia hanya Allah lah yang tahu, disamping manusia yang bersangkutan sendiri, manusia hanya dapat mengetahui apa yang diucapkan orang lain dengan lisannya, apa yang di dalam hatinya tidak dapat diketahui orang lain, dan Iman seseorang tidak dapat dirusakkan oleh dosa yang dilakukannya, sangat bertentangan pendapatnya dengan kaum khawarij (lebih melihat Iman seseorang dengan amal atau perbuatan).
Kaum Murji’ah terpecah juga kedalam beberapa golongan seperti Al-Jahmiah,
Al-Salihiah, Al-Yunusiah, dan Al-khassaniah. Beberapa golongan ini dapat dibagi kedalam dua golongan besar, yaitu golongan Moderat dan golongan Ekstrim.
Golongan Moderat berpendapat bahwa selama seseorang mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan Muhamad SAW adalah Rasulnya, orang demikian masih Islam walaupun dosa yang dilakukannya dalam bentuk dosa besar tidak membuat ia keluar dari Islam, ia tetap orang Islam dan ia akan masuk surga, kalau di hari kiamat dosanya diampuni Tuhan ia akan segera masuk surga, dan kalau tidak diampuni ia akan di hukum di neraka sesuai dosa yang dilakukannya dan kemudian baru dimasukkan ke dalam surga.
Golongan Ekstrim berpendapat bahwa perbuatan betul-betul tidak mempunyai pengaruh dalam soal masuk surga atau neraka di akhirat kelak, baik itu dosa besar sekalipun tidak mempunyai pengaruh dalam hal ini, diantara mereka ada berpendapat orang yang beriman sesungguhnya ia pada lahir menyatakan kekufuran dan menyembah berhala, kemudian ia mati, ia akan tetap Islam dan masuk surga. Dan golongan ini membawa orang menjadi tidak mementingkan sikap ahklak dan moral, dan ini tidak sesuai dengan salah satu ajaran dan tujuan Islam yaitu pembinaan moral dan budi pekerti luhur umat.
MU’TAZILAH
Seseorang yang bernama Wasil Ibn ‘Ata’ lahir di Madinah di tahun 700M kemudian pindah ke Basrah dan meninggal dalam usia 49 tahun, ia turut memdengar kuliah-kuliah yang diberikan Al Hasan Al Basri di Mesjid Basrah. Pada suatu ketika wasil menyatakan pendapat bahwa ia tidak setuju dengan paham kwaharij dan bertentangan dengan murji’ah, menurut keyakinannya orang yang melakukan dosa besar bukanlah kafir dan bukanlah mu’min, posisinya diantara keduanya, kalau orang yang demikian meninggal sebelum taubat maka ia akan masuk neraka selama-lamanya, seperti orang kafir, tetapi kalau dia sempat taubat sebelum dia meninggal maka dia akan masuk syurga.
Wasil yang mempunyai paham yang berbeda kemudian mendirikan paham teologi yang bernama mu’tazilah.
Dimasa itu umat Islam telah banyak mempunyai kontak dengan keyakinan-keyakinan dengan agama lain dan dengan falsafat Yunani, akibatnya masuklah faham Qadariah dan Jabariah, faham Qadariah di pelopori oleh Ma’bad Al-Juhani (80 H) dan Ghailani Al-Dimasyqi (abad VIII M), yaitu faham yang menurut mereka manusia lah yang mewujudkan perbuatan-prbuatan nya dengan kemauan dan tenaganya, manusia dalam faham Qadariah mempunyai kebebasan dalam kemauan dan kebebasan perbuatan. faham Jabariah dipelopori oleh Al-Ja’ad Ibn Dirham (abad VIII M) dan Jahm Ibn Safwan (131 H), menurut faham jabariah perbuatan manusia diciptakan dalam diri manusia, dalam faham ini manusia tidak mempunyai kemauan dan daya untuk mewujudkan perbuatannya, semua perbuatannya telah ditentukan Tuhan semenjak awal.
Kontak dengan Falsafat Yunani banyak membawa pemuja’an akal kedalam kalangan Islamm, kaum Mu’tazilah banyak dipengaruhi hal ini dan tidak mengherankan dalam pemikiran teologi mereka banyak dipengaruhi oleh daya akal atau ratio dan mempunyai corak liberal.
Kaum Mu’tazilah dikenal mempunyai lima ajaran dasar , yaitu Al Tawhid, Al ‘Adl, Al wa’d wa al wa’id, Al manzilah bain Al manzilatin dan Al Amr bi Al ma’ruf Al nahy ‘an Al munkar
Ajaran dasar pertama (Al tawhid ) bertujuan membela kemurnian faham kemaha Esa’an Tuhan, ajaran dasar kedua (Al ‘Adl) yaitu Tuhan Maha Adil, ajaran dasar yang ketiga (Al wa’d wa al wa’id) adalah Tuhan akan melaksanakan janji baik dan ancamannya, ajaran dasar keempat adalah (Al manzilah bain Al manzilatin) yaitu orang yang di antara dua posisi (orang yg melakukan dosa itu tidak kafir dan apabila ia bertobat ia akan masuk syurga), ajaran dasar yang kelima (Al Amr bi Al ma’ruf Al nahy ‘an Al munkar) mengandung kewajiban menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat jahat.
Wasil Ibn ‘Ata’ → Abu Al Huzail Al’ Alaf (135-235 H) → Al Nazzam (185-221) → Al Jahiz (256 H) → Al Jubba’i (295 H) → Abu Hasyim (321 H) → Al Murdar (226 H) → Al Khayyat (300 H)
Kaum Mu’tazilah sudah tidak ada lagi, mereka mendapat tantangan keras dari umat Islam lain setelah berusaha untuk memaksakan faham-faham mereka dengan menggunakan kekerasan pada abad ke 9.
AL-ASY’ARIAH
Pemikiran rasional Mu’tazilah dan sikap kekerasan mereka mereka membawa pada lahirnya aliran teologi-teologi lain dalam Islam, Aliran itu timbul untuk menjadi tantangan bagi aliran yang bercorak rasionil dan liberal tersebut.
Tantangan pertama datang di Bagdad dari Abu Al-Hasan Al Asy’ari (873-935), faham-faham yang dimajukan Al Asy’ariah ini kemudian mengambil bentuk teologi yang diberi nama Al-Asy’ariah, di antara pemuka- pemuka termasyur terdapat nama-nama Abu Bakar Al Baqillani (1013 M), Imam Al Haramain Al Juwaini (419-478 H) dan Abu Hamid Al Ghazali (1058-1111)
Pendapat Al Asy’ari adalah Tuhan tetap mempunyai sifat-sifat, Tuhan kata Al Asy’ari tidak mungkin mengetahui dengan essensi-Nya, perbuatan manusia bukanlah diwujudkan manusia sendiri, tetapi diciptakan Tuhan, manusia bukanlah pencipta, tetapi dalam perwujudan dan perbuatannya manusia mempunyai bagian, sungguhpun bagian tidak efektif (diberi nama Al Kasb), karena Tuhan berkuasa mutlak, Tuhan tidak meski menjalankan janji-janji baik dan ancaman-Nya. Tuhan sebagai Pemilik Mutlak berbuat sekehandak hati-Nya terhadap Mahluk-Nya, mengenai dosa besar Al Asy’ari sependapat dengan Murji’ah Moderat.
Al Baqillani dan Al Juwaini tidak sepenuhnya sefaham dengan Al Asy’ari, terutama dalam soal Kasb, menurut mereka manusia masih mempunyai ke-bebanan dalam kehendak dan perbuatannya, hanya Al Ghazali yang setia pada ajaran Al Asy’ari.
MATURIDIAH
Tantangan kedua datang dari Abu Mansur Al Maturidi (944 M) di Samarqand, dalam soal-soal sifat-sifat Tuhan Al-Maturidi sefaham dengan Al Asy’ari, baginya juga Tuhan mengetahui bukan dengan zatnya, tetapi dengan Pengetahuan-Nya, Al Quran dalam pendapatnya juga bersifat qadim dan bukan diciptakan, mengenai dosa besar ia juga sefaham dengan Al Asy’ari, tetapi dalam perbuatan manusia ia berpendapat lain dari Al Asy’ari, pendapatnya lebih dekat dengan Al-Muta’zilah dalam artian bahwa manusialah sebenarnya yang mewujudkan perbuatan-perbuatannya. Dalam soal Al wa’d wa al wa’id Al Maturidi juga tidak sefaham dengan Al Asy’ari, sesuai dengan Al Muta’zilah ia berpendapat bahwa janji-janji baik dan ancaman-ancaman Tuhan pasti akan terjadi kelak.
Jelas kiranya teologi Al-Maturidi terletak diantara aliran Al-Asy’ari dan aliran Muta’zilah, pemuka-pemuka terbesar di aliran Al-Maturidi antara lain Abu Al-Yus Al-Bazdawi (421-493 H) dan Najm Al-Din Al-Nasafi (460-537 H).
Penutup
Aliran Asy’ariah dan Aliran Maturidiah masih ada dan inilah pada umumnya yang dianut oleh umat Islam sekarang, Aliran Maturidiah banyak dianut oleh pengikut-pengikut Mazhab Abu Hanafi, kedua aliran inilah yang disebut Ahli sunnah, tetapi faham rasional yang dibawa oleh kaum Muta’zilah mulai timbul kembali di abad ke-20, terutama dikalangan kaum terpelajar Islam, tetapi bagaimana pun, kaum Asy’ariah jauh lebih banyak dari pada pengikut-pengikut aliran lainnya. Tetapi jiwa kaum terpelajar sekarang lebih dapat menerima teologi atau falsafat hidup Muta’zilah, pemikiran-pemikiran Muta’zilah mulai ditimbulkan kembali oleh pemuka-pemuka pembaharuan dalam Islam periode abad ke-19, pandangan orang terhadap Muta’zilah telah berubah, kalau dulu dianggap kafir dan buku serta ajaran-ajaran dilarang, sekarang sudah ada pengarang-pengarang dan penyokong.
Dari uraian diatas dapatlah dilihat bahwa dalam lapangan hukum Islam, dalam Teologi Islam terdapat pula beberapa mahzab atau aliran, aliran-aliran yang ada dan yang timbul lagi adalah Asy’ariah, Maturidiah dan Muta’zilah. Ketiga aliran ini, sama halnya dengan mahzab-mahzab hukum Islam, tidak keluar dari ajaran-ajaran Islam, semuanya masih dalam lingkungan Islam dan oleh karena itu tiap orang Islam mempunyai kebebasan untuk memilih aliran teologi atau falsafat hidup yang sesuai dengan jiwanya.
Wallahu’alam bissowab
jilbab
JILBAB yang dalam bahasa arabnya disebut hijab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali yang bisa nampak (wajah dan kedua telapak tangan). Namuun, kalo ngeliat kenyataan yang ada, sepertinya defenisi jilbab diatas udah jauh bergeser, sehingga fungsi jilbab bagi wanita yang seharusnya berfungsi menutup aurat dan melindungi perhiasan (kecantikan) wanita malahan sekarang menjadi pakaian mode yang mempunyai trend-trend tertentu. Di pasaran udah banyak dijual jilbab" Inneke", jilbab "Marissa", jilbab "ikat", dan jilbab-jilbab lain dengan corak dan warna warni yang cukup norak (termasuk jilbab Funky). Jika saudariku emang ngaku sebagai jilbaber sejati, semestinya kita harus ngikutin model jilbab yang udah dicontohkan oleh Rasulullah (Shallallaahu ‘alaihi wasallam) melalui para istri-istri dan sahabiyah-sahabiyah beliau (radiyallaahu ‘anhunna). Jilbab model ini dijamin nggak akan ngerugiin saudariku sebagai muslimah, karena model ini berlaku hingga hari kiamat kelak. Model ini yang menciptakan bukan para designer-designer lawasan yang terkenal itu, tapi model ini telah ditetapkan langsung oleh ALLAH Subhaanahu wata’aala, Pencipta Alam Semesta, Yang Maha Tahu tentang apa yang terbaik bagi hambaNya (termasuk untuk diri saudariku). Dan model itu terbukti ampuh untuk melindungi diri dan kehormatan wanita yang mengenakannya dengan sempurna. Jilbab model ini nggak kenal istilah trend-trenan, nggak kenal kemunduran ataupun kemajuan zaman, pokoknya jilbab ini up to date. Adapun model jilbab yang termasuk kategori sempurna adalah :
1. MELIPUTI SELURUH BADAN SELAIN YANG DIKECUALIKAN
Syarat ini terdapat dalam firman Allah dalam surat An-Nuur : 31 berbunyi :
"Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara mereka (kakak dan adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka (keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."
Juga firman Allah dalam surat Al-Ahzab : 59 berbunyi : "Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin : "Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Al-Qurthubi berkata : Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : "Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini." Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Allah Pemberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya."
2. BUKAN BERFUNGSI SEBAGAI PERHIASAN
Ini berdasarkan firman Allah dalam surat An-Nuur ayat 31 berbunyi : "Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka." Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkan pandangan kepadanya. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 33 : "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti oang-orang jahiliyah."
Juga berdasarkan sabda Nabi : "Ada tiga golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah dan mendurhakai imamnya serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya." (Dikeluarkan Al-Hakim 1/119 dan disepakati Adz-Dzahabi; Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad; At-Thabrani dalam Al-Kabir; Al-Baihaqi dalam As-Syuaib).
Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).
3. KAINNYA HARUS TEBAL (TIDAK TIPIS)
Saudariku…, yang namanya nutup itu kan harus tebal, trus kalo tipis apa bedanya sama plastik transparan? Makanya pakaian itu hanya akan semakin memancing fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan tubuh saudariku. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda :
"Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk." Di dalam hadits lain terdapat tambahan : "Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian." (At-Thabrani dalam Al-Mujam As-Shaghir hal. 232; Hadits lain tersebut dikeluarkan oleh Muslim dari riwayat Abu Hurairah. Lihat Al-Hadits As-Shahihah no. 1326).
Hadist di atas dah nunjukin bahwa pakaian yang tipis atawa yang mensifati dan menggambarkan lekuk-lekuk tubuh adalah dilarang. Sebenernya pakaian yang tipis itu kan lebih berbahaya daripada pakaian yang ketat tapi tebal, walaupun kedua-duanya memang bukan pakaian yang baik bagi wanita.
4. HARUS LONGGAR (TIDAK KETAT) SEHINGGA TIDAK DAPAT MENGGAMBARKAN SESUATU DARI TUBUHNYA
Tapi sayang ya…, kok model ini lagi ngetren sekarang? Jangankan menggambarkan bentuk tubuh, malahan sekarang udah beralih ke jiplak bentuh tubuh. Tapi yah semoga kita bisa kembali kepada tuntunan Nabi kita. Sebagaimana beliau pernah memerintahkan kepada seorang sahabat radiyallaahu anhu untuk memberikan pakaian yang tebal yang tidak memperlihatkan lekuk tubuh kepada istri sahabat tersebut.
5. TIDAK DIBERI WEWANGIAN ATAU PARFUM
Zaman sekarang kalau kebanyakan muslimah kalo keluar mungkin serasa nggak PD kalo belum nyemprotin parfumnya, seperti ada yang kurang gitchu… Padahal Rasulullah (shallallaahu ‘alaihi wasallam) telah dengan tegas melarang hal tersebut. Bukannya tanpa alasan sih Rasulullah (shallallaahu ‘alaihi wasallam) melarang hal tersebut. Hal itu didak lain karena dengan wanginya parfum yang terhirup dari seorang wanita jelas akan membawa imajinasi seorang lelaki dalam lautan nafsu syahwatnya.
Rasulullah bersabda : "Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina." (An-Nasai II/283; Abu Daud II/192; At-Tirmidzi IV/17; Ahmad IV/100, Ibnu Khuzaimah III/91; Ibnu Hibban 1474; Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).
Dalam hadis lain Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam malahan melarang seorang wanita yang memakai parfum untuk tidak pergi shalat berjamaah di masjid.
Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah : Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian menerpanya. Maka Abu Hurairah berkata : Wahai hamba Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : "Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi." (Al-Baihaqi III/133; Al-Mundziri III/94)
Kalo hadis diatas udah nunjukin bahwa seorang wanita dilarang menggunakan parfum walaupun unutk pergi ke mesjid, trus gimana ya kalo ada seorang wanita yang pergi ke pasar, kampus, sekolah, dengan bermandikan wewangian ? Tentunya hal itu lebih ngga’ boleh kan!
6. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAKI-LAKI
Kita semua setuju dong kalo Allah Subhaanahu Wata’aala mencipatakan wanita dan pria dengan kodrat yang masing-masing berbeda, tapi mempunyai kedudukan yang sama dalam amal dan ibadah. Makanya kita juga musti yakin kalo Allah Subhaanahu Wata’aala memberikan fitrah dan tuntunan dalam hal pakaian atawa yang laen yang berbeda jenisnya antara pria dan wanita. Bagi yang melanggar syariat itu maka kita akan terkena ancaman Allah Subhaanahu Wata’aala dan RasulNya, karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya.
Dari Abu Hurairah berkata : Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria (Abu Daud II/182; Ibnu Majah I/588; Ahmad II/325; Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).
Dari Abdullah bin Amru yang berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda : "Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita." (Ahmad II/199-200; Abu Nuaim dalam Al-Hilyah III/321)
Dari Ibnu Abbas yang berkata : Nabi melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda : "Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan." Dalam lafadz lain : "Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria." (Al-Bukhari X/273-274; Abu Daud II/182,305; Ad-Darimy II/280-281; Ahmad no. 1982,2066,2123,2263,3391,3060,3151 dan 4358; At-Tirmidzi IV/16-17; Ibnu Majah V/189; At-Thayalisi no. 2679).
Dari Abdullah bin Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : "Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu)." (An-Nasai !/357; Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi; Al-Baihaqi X/226 dan Ahmad II/182).
Saudariku, dari hadis diatas terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya.
7. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN WANITA-WANITA KAFIR
Ketika wanita non Islam ngeluarin model "You Can See", eh buru-buru diantara wanita muslim juga ngikut dengan ngeluarin model yang sama. Hanya bedanya kalo yang muslim kebanyakan berlengan panjang dengan paduan kerudung tipis sebagai penutup kepala + pengikat leher.
Saudariku…. (semoga Allah Subhaanahu Wata’aala menjagamu)
Agama kita neh telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka.
Firman Allah surat Al-Hadid : 16, berbunyi : "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik."
Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa menyerupai satu kaum, maka ia termasuk golongan mereka." (Shahih Abu Dawud II/761).
8. BUKAN PAKAIAN UNTUK MENCARI POPULARITAS (PAKAIAN KEBESARAN)
Berdasarkan hadits Ibnu Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : "Barangsiapa mengenakan pakaian (libas) syuhrah di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka." (Abu Daud II/172; Ibnu Majah II/278-279).
Libas Syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakain tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah, yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya (Asy-Syaukani dalam Nailul Authar II/94). Ibnul Atsir berkata : "Syuhrah artinya terlihatnya sesuatu. Maksud dari Libas Syuhrah adalah pakaiannya terkenal di kalangan orang-orang yang mengangkat pandangannya mereka kepadanya. Ia berbangga terhadap orang lain dengan sikap angkuh dan sombong."
Kesimpulannya :
Hendaklah menutup seluruh badannya, kecuali wajah dan dua telapak dengan perincian sebagaimana yang telah dikemukakan, jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas. Gimana udah paham kan? InsyaAllah. Oh iya buat yang belum berjilbab, ya.. sebaiknya cepet-cepet berjilbab deh! Nggak ada ruginya kok kalau naatin perintah Pemilik Langit dan Bumi, and nggak usah takut kecantikan alamimu nggak akan hilang koq, karena dengan berjilbab kecantikanmu akan terjaga, dan Allah yang akan menjaganya.
Sumber : Kitab Jilbab Al-Marah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah (Syaikh Al-Albany)
1. MELIPUTI SELURUH BADAN SELAIN YANG DIKECUALIKAN
Syarat ini terdapat dalam firman Allah dalam surat An-Nuur : 31 berbunyi :
"Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara mereka (kakak dan adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka (keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."
Juga firman Allah dalam surat Al-Ahzab : 59 berbunyi : "Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin : "Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Al-Qurthubi berkata : Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : "Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini." Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Allah Pemberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya."
2. BUKAN BERFUNGSI SEBAGAI PERHIASAN
Ini berdasarkan firman Allah dalam surat An-Nuur ayat 31 berbunyi : "Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka." Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkan pandangan kepadanya. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 33 : "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti oang-orang jahiliyah."
Juga berdasarkan sabda Nabi : "Ada tiga golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah dan mendurhakai imamnya serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya." (Dikeluarkan Al-Hakim 1/119 dan disepakati Adz-Dzahabi; Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad; At-Thabrani dalam Al-Kabir; Al-Baihaqi dalam As-Syuaib).
Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).
3. KAINNYA HARUS TEBAL (TIDAK TIPIS)
Saudariku…, yang namanya nutup itu kan harus tebal, trus kalo tipis apa bedanya sama plastik transparan? Makanya pakaian itu hanya akan semakin memancing fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan tubuh saudariku. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda :
"Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk." Di dalam hadits lain terdapat tambahan : "Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian." (At-Thabrani dalam Al-Mujam As-Shaghir hal. 232; Hadits lain tersebut dikeluarkan oleh Muslim dari riwayat Abu Hurairah. Lihat Al-Hadits As-Shahihah no. 1326).
Hadist di atas dah nunjukin bahwa pakaian yang tipis atawa yang mensifati dan menggambarkan lekuk-lekuk tubuh adalah dilarang. Sebenernya pakaian yang tipis itu kan lebih berbahaya daripada pakaian yang ketat tapi tebal, walaupun kedua-duanya memang bukan pakaian yang baik bagi wanita.
4. HARUS LONGGAR (TIDAK KETAT) SEHINGGA TIDAK DAPAT MENGGAMBARKAN SESUATU DARI TUBUHNYA
Tapi sayang ya…, kok model ini lagi ngetren sekarang? Jangankan menggambarkan bentuk tubuh, malahan sekarang udah beralih ke jiplak bentuh tubuh. Tapi yah semoga kita bisa kembali kepada tuntunan Nabi kita. Sebagaimana beliau pernah memerintahkan kepada seorang sahabat radiyallaahu anhu untuk memberikan pakaian yang tebal yang tidak memperlihatkan lekuk tubuh kepada istri sahabat tersebut.
5. TIDAK DIBERI WEWANGIAN ATAU PARFUM
Zaman sekarang kalau kebanyakan muslimah kalo keluar mungkin serasa nggak PD kalo belum nyemprotin parfumnya, seperti ada yang kurang gitchu… Padahal Rasulullah (shallallaahu ‘alaihi wasallam) telah dengan tegas melarang hal tersebut. Bukannya tanpa alasan sih Rasulullah (shallallaahu ‘alaihi wasallam) melarang hal tersebut. Hal itu didak lain karena dengan wanginya parfum yang terhirup dari seorang wanita jelas akan membawa imajinasi seorang lelaki dalam lautan nafsu syahwatnya.
Rasulullah bersabda : "Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina." (An-Nasai II/283; Abu Daud II/192; At-Tirmidzi IV/17; Ahmad IV/100, Ibnu Khuzaimah III/91; Ibnu Hibban 1474; Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).
Dalam hadis lain Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam malahan melarang seorang wanita yang memakai parfum untuk tidak pergi shalat berjamaah di masjid.
Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah : Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian menerpanya. Maka Abu Hurairah berkata : Wahai hamba Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : "Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi." (Al-Baihaqi III/133; Al-Mundziri III/94)
Kalo hadis diatas udah nunjukin bahwa seorang wanita dilarang menggunakan parfum walaupun unutk pergi ke mesjid, trus gimana ya kalo ada seorang wanita yang pergi ke pasar, kampus, sekolah, dengan bermandikan wewangian ? Tentunya hal itu lebih ngga’ boleh kan!
6. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAKI-LAKI
Kita semua setuju dong kalo Allah Subhaanahu Wata’aala mencipatakan wanita dan pria dengan kodrat yang masing-masing berbeda, tapi mempunyai kedudukan yang sama dalam amal dan ibadah. Makanya kita juga musti yakin kalo Allah Subhaanahu Wata’aala memberikan fitrah dan tuntunan dalam hal pakaian atawa yang laen yang berbeda jenisnya antara pria dan wanita. Bagi yang melanggar syariat itu maka kita akan terkena ancaman Allah Subhaanahu Wata’aala dan RasulNya, karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya.
Dari Abu Hurairah berkata : Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria (Abu Daud II/182; Ibnu Majah I/588; Ahmad II/325; Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).
Dari Abdullah bin Amru yang berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda : "Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita." (Ahmad II/199-200; Abu Nuaim dalam Al-Hilyah III/321)
Dari Ibnu Abbas yang berkata : Nabi melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda : "Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan." Dalam lafadz lain : "Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria." (Al-Bukhari X/273-274; Abu Daud II/182,305; Ad-Darimy II/280-281; Ahmad no. 1982,2066,2123,2263,3391,3060,3151 dan 4358; At-Tirmidzi IV/16-17; Ibnu Majah V/189; At-Thayalisi no. 2679).
Dari Abdullah bin Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : "Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu)." (An-Nasai !/357; Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi; Al-Baihaqi X/226 dan Ahmad II/182).
Saudariku, dari hadis diatas terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya.
7. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN WANITA-WANITA KAFIR
Ketika wanita non Islam ngeluarin model "You Can See", eh buru-buru diantara wanita muslim juga ngikut dengan ngeluarin model yang sama. Hanya bedanya kalo yang muslim kebanyakan berlengan panjang dengan paduan kerudung tipis sebagai penutup kepala + pengikat leher.
Saudariku…. (semoga Allah Subhaanahu Wata’aala menjagamu)
Agama kita neh telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka.
Firman Allah surat Al-Hadid : 16, berbunyi : "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik."
Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa menyerupai satu kaum, maka ia termasuk golongan mereka." (Shahih Abu Dawud II/761).
8. BUKAN PAKAIAN UNTUK MENCARI POPULARITAS (PAKAIAN KEBESARAN)
Berdasarkan hadits Ibnu Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : "Barangsiapa mengenakan pakaian (libas) syuhrah di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka." (Abu Daud II/172; Ibnu Majah II/278-279).
Libas Syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakain tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah, yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya (Asy-Syaukani dalam Nailul Authar II/94). Ibnul Atsir berkata : "Syuhrah artinya terlihatnya sesuatu. Maksud dari Libas Syuhrah adalah pakaiannya terkenal di kalangan orang-orang yang mengangkat pandangannya mereka kepadanya. Ia berbangga terhadap orang lain dengan sikap angkuh dan sombong."
Kesimpulannya :
Hendaklah menutup seluruh badannya, kecuali wajah dan dua telapak dengan perincian sebagaimana yang telah dikemukakan, jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas. Gimana udah paham kan? InsyaAllah. Oh iya buat yang belum berjilbab, ya.. sebaiknya cepet-cepet berjilbab deh! Nggak ada ruginya kok kalau naatin perintah Pemilik Langit dan Bumi, and nggak usah takut kecantikan alamimu nggak akan hilang koq, karena dengan berjilbab kecantikanmu akan terjaga, dan Allah yang akan menjaganya.
Sumber : Kitab Jilbab Al-Marah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah (Syaikh Al-Albany)
Thursday, November 23, 2006
pembalasan kami
assalamualaykum wr wb
pengalaman dalam berbagai hal akan membuat kita lebih dewasa, khususnya pengalaman buruk, karena akan membuat kita berpikir bagaimana cara mencari jalan keluar, baik itu dalam agama, individu, keluarga, masyarakat.
pengalaman yang akan saya ceritakan disini adalah pengalaman kerja, sesuai di bidang pekerja'an kami, kami adalah salah satu agen resmi elpiji dari pertamina, jadi dalam bidang jasa. kegiatan kami otomatis menjual isi elpiji dan tabung beserta isinya, baik itu cash dan kredit.
namanya juga manusia, ada kekurangan dan ada kelebihan, dan sifat manusia pun berbeda-beda, akhirnya ini menimpa kami juga, dimana seorang konsumen baru, sebut saja nama toko nya adalah 'sp' toko sp ini menjual alat2 yg menggunakan elpiji dan juga alat elektronik lainnya (ac, magic jar, dan lain-lain)
pertama membeli, dia selalu cash, lalu dia nelpon, minta tenggang waktu seminggu, lalu dua minggu.
dua minggu sih kami masih toleransi, tp cek yang dibayarkan toko tersebut cek yg ternyata tidak ada uangnya dibank, (memalukan saya dhadapan keluarga dan teman2 bisnis), lalu kami telpon, dia minta ma'af dan minta waktu dua hari, dua hari kemudia kami telpon, dia minta waktu lagi, dan begitu seterusnya, malahan dia pernah marah-marah (padahal kami cuman mau mengambil hak kami), waktu terus berganti (woh, kek film aja), ternyata sudah lebih 1bulan, dan sudah tdk ada perkembangan (soalnya kalo dtelpon, selalu dbilang org yg punya toko sedang keluar dan makan), padahal kami sudah menawarkan cicil perhari kalo mau, malah dbalas dengan marah-marah.
sore tadi saya minta tunjukkan toko nya, lumayan besar juga, dalam hati mikir deh (kalo dcicil masa g bisa, barang kan sudah diambil, ngembalikan barang juga g mau).
lalu saya nanya-nanya sambil masuk toko itu
may "ada ac g pak, merknya XXX(sensor)"
pegawai toko "ada"
may " yang 1 pk hrg brp, dan yg 1,5 pk hrg brp, survey harga aja dulu"
pegawai toko "(langsung telpon ke bosnya), lalu bilang 1pk 2.650.000, yg pake ion 2.850.000, yg 1,5pk g ada, kami g stok itu, org banyak cari yang 1pk soalnya".
may "g bisa kurang nih, ambil 3 lo"
pegawai toko '(langsung telpon, nanya apa bisa kurang), g bisa kurang, itu harga pas"
may "ya udah, saya ambil 3, ini uang dp nya, sisanya nanti dkantor, dpasangkan saja, dan jam 2siang, soalnya saya ada kuliah paginya".
langsung saya bayarkan dp nya, sisanya nanti potong hutang, hutangnya ndak banyak amat sih, 6.500.000 aja, cuman saya kesal sama dia yg marah2, dan selalu berbohong.
dan sekalian mau beli ac juga sih, hehehe, buat dktr sama di warnet, lumayan jd ngurangin biaya dari saya, g tau lagi besok apakah dia marah apa nggak setelah tau dpotong hutangnya, yg jelas semua sudah dbikin sandiwara, dbiarkan dulu dia masang, nanti kalo mau uang sisanya, baru dia dsuruh masuk ktr yg dlantai bawah, dsana nanti saya yg teman-teman jelekkin, mereka bilang g tau kalo saya yg beli ac, biar lah saya djelek-jelekin, yang jelas, saya cuman mengambil hak.
wassalamualaykum wr wb
pengalaman dalam berbagai hal akan membuat kita lebih dewasa, khususnya pengalaman buruk, karena akan membuat kita berpikir bagaimana cara mencari jalan keluar, baik itu dalam agama, individu, keluarga, masyarakat.
pengalaman yang akan saya ceritakan disini adalah pengalaman kerja, sesuai di bidang pekerja'an kami, kami adalah salah satu agen resmi elpiji dari pertamina, jadi dalam bidang jasa. kegiatan kami otomatis menjual isi elpiji dan tabung beserta isinya, baik itu cash dan kredit.
namanya juga manusia, ada kekurangan dan ada kelebihan, dan sifat manusia pun berbeda-beda, akhirnya ini menimpa kami juga, dimana seorang konsumen baru, sebut saja nama toko nya adalah 'sp' toko sp ini menjual alat2 yg menggunakan elpiji dan juga alat elektronik lainnya (ac, magic jar, dan lain-lain)
pertama membeli, dia selalu cash, lalu dia nelpon, minta tenggang waktu seminggu, lalu dua minggu.
dua minggu sih kami masih toleransi, tp cek yang dibayarkan toko tersebut cek yg ternyata tidak ada uangnya dibank, (memalukan saya dhadapan keluarga dan teman2 bisnis), lalu kami telpon, dia minta ma'af dan minta waktu dua hari, dua hari kemudia kami telpon, dia minta waktu lagi, dan begitu seterusnya, malahan dia pernah marah-marah (padahal kami cuman mau mengambil hak kami), waktu terus berganti (woh, kek film aja), ternyata sudah lebih 1bulan, dan sudah tdk ada perkembangan (soalnya kalo dtelpon, selalu dbilang org yg punya toko sedang keluar dan makan), padahal kami sudah menawarkan cicil perhari kalo mau, malah dbalas dengan marah-marah.
sore tadi saya minta tunjukkan toko nya, lumayan besar juga, dalam hati mikir deh (kalo dcicil masa g bisa, barang kan sudah diambil, ngembalikan barang juga g mau).
lalu saya nanya-nanya sambil masuk toko itu
may "ada ac g pak, merknya XXX(sensor)"
pegawai toko "ada"
may " yang 1 pk hrg brp, dan yg 1,5 pk hrg brp, survey harga aja dulu"
pegawai toko "(langsung telpon ke bosnya), lalu bilang 1pk 2.650.000, yg pake ion 2.850.000, yg 1,5pk g ada, kami g stok itu, org banyak cari yang 1pk soalnya".
may "g bisa kurang nih, ambil 3 lo"
pegawai toko '(langsung telpon, nanya apa bisa kurang), g bisa kurang, itu harga pas"
may "ya udah, saya ambil 3, ini uang dp nya, sisanya nanti dkantor, dpasangkan saja, dan jam 2siang, soalnya saya ada kuliah paginya".
langsung saya bayarkan dp nya, sisanya nanti potong hutang, hutangnya ndak banyak amat sih, 6.500.000 aja, cuman saya kesal sama dia yg marah2, dan selalu berbohong.
dan sekalian mau beli ac juga sih, hehehe, buat dktr sama di warnet, lumayan jd ngurangin biaya dari saya, g tau lagi besok apakah dia marah apa nggak setelah tau dpotong hutangnya, yg jelas semua sudah dbikin sandiwara, dbiarkan dulu dia masang, nanti kalo mau uang sisanya, baru dia dsuruh masuk ktr yg dlantai bawah, dsana nanti saya yg teman-teman jelekkin, mereka bilang g tau kalo saya yg beli ac, biar lah saya djelek-jelekin, yang jelas, saya cuman mengambil hak.
wassalamualaykum wr wb
Tuesday, November 21, 2006
Kisah Azlina, Saat Dua Jam Mati Suri di MMC Melaka
Kisah Azlina, Saat Dua Jam Mati Suri di MMC Melaka
Diperlihatkan Berbagai Kejadian di Akhirat
Sempat dinyatakan meninggal dunia, Aslina alias Iin (23) ternyata mengalami mati suri selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, ia diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut amal dan perbuatan manusia selama di dunia.
Di hadapan sekitar 50-an orang, terdiri dari pegawai honor tenaga kesehatan Bengkalis, warga masyarakat serta sejumlah wartawan, Aslina, Rabu (3/9) kemarin, di aula studio TV Sri Junjungan Televisi (SJTV) Bengkalis, mengisahkan kejadian ghaib yang dialaminya itu.
Menurut penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam Effendi, sejak tiga tahun lalu ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam Effendi berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan, karena waktu itu tekanan darah tinggi.
Namun pada Sabtu (26/8) tengah malam, kondisi anak sulung tiga bersaudara ini kritis, koma. Sang paman sempat memandunya membaca dua kalimat syahadat dan kalimat toyibah (Lailahailallah) sebanyak dua kali.
Waktu ajal menjemput, tutur sang paman, Aslina sempat melafazkan kalimat toyibah dan syahadat. Secara perlahan-lahan gadis yang bekerja sebagai honorer di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bengkalis ini tak bernafas. Tepat pukul 02.00 waktu Malaysia, indikator monitor denyut jantung terlihat kosong atau berupa garis lurus.
Tak pelak situasi ini membuat Rustam sedih, kemudian beberapa dokter MMC Malaka terlihat sibuk memeriksa dan mengecek kondisi Aslina. Waktu itu dia sempat menghubungi keluarnya di Bengkalis untuk memberitahu kondisi terakhir Aslina. Untungnya setelah dua jam ditangani dokter, monitor terlihat kembali bergerak yang menandakan denyut jantung gadis yatim ini berdenyut lagi. Untuk perawatan lebih lanjut, Aslina dimasukan ke ruang ICU dan baru dua hari dua malam kemudian ia dinyatakan melewati masa kritisnya.
Bertemu Sang Ayah
Menurut pengakuan Aslina, dia melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu, nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. "Rasanya sangat sakit, kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak,"tuturnya.
Setelah roh berpisah dengan jasad, dia menyaksikan orang-orang yang masih hidup dan jasadnya terbaring di tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke suatu tempat. Aslina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya yang sudah lama meninggal, bernama Hasan Basri. "Wahai ayahku bisakah aku bertemu denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah," ucapnya.
Memang di tempat itu Aslina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 tahun dengan wajah bersinar dan berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Aslina tetap ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian, kedua malaikat memperkenalkan bahwa pria muda tersebut adalah ayahnya. Tentunya dia tidak menyangka karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55 tahun.
Kemudian sang ayah bertanya kepada Aslina, maksud kedatangannya. Dia menjawab kedatangannya semata-mata memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh Aslina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di dunia. Namun Aslina menjawab bahwa dirinya ke sini, memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut rukun Islam satu persatu.
Setelah berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi membawa Aslina ke suatu tempat yang dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami dan dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah tersebut. Tidak hanya itu, Aslina juga bertemu dengan 1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya sama.
Di tempat itu, Aslina duduk di kursi yang sangat empuk. Bila di dunia empuk kursi tersebut seakan dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba sosok wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia bertanya kepada sosok wanita tersebut. "Saya adalah roh dan amal ibadah mu selama di dunia," kata wanita tersebut.
Kemudian Aslina ditemani amalnya (sosok wanita, red) dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk.
Tangan dan kaki dirantai sementara di atasnya memikul besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Aslina bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa hidupnya suka membunuh dan menyantet (teluh) orang.
Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan dagingnya mengelupas dari badan. Ternyata orang tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan menjelang ajal menjemput pun tak pernah menyebut sahadat.
Aslina juga melihat, dua pria saling membunuh dengan kapak. Menurut keterangan amalnya, rupanya orang tersebut suka menodong dan memeras orang lain.
Kemudian gambaran, seorang ustat yang dihantam dengan lahar panas yang mendidih. Kembali Aslina bertanya. Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri orang lain.
Kejadian berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang tersebut suka membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama di dunia.
Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan berkali-kali ke lantai. Di lantai tersebut terdapat pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya, hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama hidupnya wanita tersebut merupakan anak durhaka, yang tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu kepada orang lain.
Kisah tentang mati suri dan berbagai pengalaman ghaib yang dialami Aslina alias Iin (23), membuat heboh masyarakat Bengkalis, khususnya warga desa Pematang Duku, kecamatan Bengkalis, yang antara percaya dan tidak dengan cerita dalam mati suri itu. Berikut lanjutan kisah 'perjalanan ghaib' yang dituturkan Aslina Rabu silam di aula studio SJTV Bengkalis.
Menurut Aslina, setelah dirinya diperlihatkan dengan kejadian dan gambaran manusia, ia kemudian dibawa melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking gelapnya, dia tidak bisa melihat amalnya dan dua malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian sang amal menyuruhnya untuk cepat menangkap suara tersebut. Tapi Aslina tidak bisa menangkap. Tiba-tiba waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah dipegang ternyata rantai tersebut berupa tasbih sebanyak 99 butir.
Terdengar suara yang memerintahkan Aslina untuk berzikir selama dalam perjalanan. Dia berjalan lagi sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10 jam waktu di dunia. Ketika sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan membaca tulisan Arab, berbunyi 'Husnul Khotimah'.
Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka'bah. Ketika melihat tulisan dan gambar Ka'bah seketika, dia dan amalnya tersenyum seraya mengucapkan Alhamdulillah.
Aslina mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian disapukan ke mukanya. Ketika malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang.
Nabi Muhammad
Setelah berjalan sekian jauh, dia mendengarkan suara azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia, namun bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat, roh Aslina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan 40 hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi di Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi ada pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi makan fakir miskin.
Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali diperlihatkan kejadian menakjubkan. Tiba-tiba cahaya 'Husnul Hotimah' yang ada di tangannya lepas, kemudian mengeluarkan api yang menerangi seluruh ruangan sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu dari balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah ganteng menyerupai malaikat, kulit langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam. "Raut muka seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan kepalanya. Tapi saya yakin sosok manusia tersebut adalah Nabi Muhammad," katanya.
Melihat peristiwa itu, lantas Aslina bertanya kepada malaikat dan amalnya. "Kenapa cahaya tersebut menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat.
Dan kenapa wajah Nabi bercahaya?" Dijawab bahwa Anda adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan.
Perjalanan tidak di situ saja, Aslina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang. Rupanya ketika dalam perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta dan berdoa minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta dihidupkan kembali agar bisa bertaubat. "Jarak Aslina dengan mereka hanya lima meter, namun tak bisa memberikan pertolongan," ujarnya.
Selama melihat kejadian itu, Aslina membaca Al Quran 30 juz, Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian membaca surat Yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Aslina berlari sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang sampai Marauke seraya menangis melihat kejadian tersebut.
Aslina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi pada dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta oleh malaikat untuk berzikir. Lamanya zikir yang dilakukan Aslina selama dua abad dan dua pertukaran zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada tanggal 31 Desember. Selesai berzikir, Aslina mendengar suara yang seperti ditujukan kepadanya.
"Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan.
Sampaikan kepada umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan.
Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku."
Kejadian Aneh
Usai pengambilan gambar dan wawancara, terdapat kejadian aneh di gedung SJTV Bengkalis. Saat itu, Aslina sudah keluar dari ruangan menuju gedung Radio Pemda yang berjarak 25 meter. Ketika krew SJTV hendak mematikan monitor, ternyata tak bisa dimatikan. Namun anehnya muncul sosok bayangan putih bertubuh tegap dengan rambut terurai hingga ke pusar dan kepalanya bertanduk. Tentunya hal ini membuat para krew dan orang-orang yang menyaksikan heran, lantas momen ini diabadikan pengunjung dan krew SJTV.
Setelah Aslina keluar dari ruangan Radio Pemda, ditanyakan apakah sosok tersebut. Dia menjawab bahwa sosok tersebut merupakan jin. Menutup pengalaman ghaib anak penakik getah itu, sang Paman Rustam Effendi kepada wartawan menyebutkan, selama ini Aslina merupakan sosok yang pendiam dan kurang percaya diri (PD). Namun setelah kejadian ini banyak hal-hal yang berubah, mulai dari penampilan hingga tingkah laku. Bahkan dari warna kulitnya saat ini lebih bersih dan berseri. Mengenai amalannya, "Selama ini dia memang rajin mengerjakan shalat tahajud dan membaca Al Quran setiap hari," kata sang paman menutup kisah tersebut. ***
-------
Adi Sutrisno,
Wartawan Riau Mandiri
Berita terkait bisa dilihat di http://riaupos.co.id/web/content/view/3661/21/
Diperlihatkan Berbagai Kejadian di Akhirat
Sempat dinyatakan meninggal dunia, Aslina alias Iin (23) ternyata mengalami mati suri selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, ia diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut amal dan perbuatan manusia selama di dunia.
Di hadapan sekitar 50-an orang, terdiri dari pegawai honor tenaga kesehatan Bengkalis, warga masyarakat serta sejumlah wartawan, Aslina, Rabu (3/9) kemarin, di aula studio TV Sri Junjungan Televisi (SJTV) Bengkalis, mengisahkan kejadian ghaib yang dialaminya itu.
Menurut penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam Effendi, sejak tiga tahun lalu ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam Effendi berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan, karena waktu itu tekanan darah tinggi.
Namun pada Sabtu (26/8) tengah malam, kondisi anak sulung tiga bersaudara ini kritis, koma. Sang paman sempat memandunya membaca dua kalimat syahadat dan kalimat toyibah (Lailahailallah) sebanyak dua kali.
Waktu ajal menjemput, tutur sang paman, Aslina sempat melafazkan kalimat toyibah dan syahadat. Secara perlahan-lahan gadis yang bekerja sebagai honorer di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bengkalis ini tak bernafas. Tepat pukul 02.00 waktu Malaysia, indikator monitor denyut jantung terlihat kosong atau berupa garis lurus.
Tak pelak situasi ini membuat Rustam sedih, kemudian beberapa dokter MMC Malaka terlihat sibuk memeriksa dan mengecek kondisi Aslina. Waktu itu dia sempat menghubungi keluarnya di Bengkalis untuk memberitahu kondisi terakhir Aslina. Untungnya setelah dua jam ditangani dokter, monitor terlihat kembali bergerak yang menandakan denyut jantung gadis yatim ini berdenyut lagi. Untuk perawatan lebih lanjut, Aslina dimasukan ke ruang ICU dan baru dua hari dua malam kemudian ia dinyatakan melewati masa kritisnya.
Bertemu Sang Ayah
Menurut pengakuan Aslina, dia melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu, nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. "Rasanya sangat sakit, kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak,"tuturnya.
Setelah roh berpisah dengan jasad, dia menyaksikan orang-orang yang masih hidup dan jasadnya terbaring di tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke suatu tempat. Aslina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya yang sudah lama meninggal, bernama Hasan Basri. "Wahai ayahku bisakah aku bertemu denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah," ucapnya.
Memang di tempat itu Aslina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 tahun dengan wajah bersinar dan berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Aslina tetap ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian, kedua malaikat memperkenalkan bahwa pria muda tersebut adalah ayahnya. Tentunya dia tidak menyangka karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55 tahun.
Kemudian sang ayah bertanya kepada Aslina, maksud kedatangannya. Dia menjawab kedatangannya semata-mata memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh Aslina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di dunia. Namun Aslina menjawab bahwa dirinya ke sini, memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut rukun Islam satu persatu.
Setelah berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi membawa Aslina ke suatu tempat yang dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami dan dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah tersebut. Tidak hanya itu, Aslina juga bertemu dengan 1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya sama.
Di tempat itu, Aslina duduk di kursi yang sangat empuk. Bila di dunia empuk kursi tersebut seakan dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba sosok wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia bertanya kepada sosok wanita tersebut. "Saya adalah roh dan amal ibadah mu selama di dunia," kata wanita tersebut.
Kemudian Aslina ditemani amalnya (sosok wanita, red) dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk.
Tangan dan kaki dirantai sementara di atasnya memikul besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Aslina bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa hidupnya suka membunuh dan menyantet (teluh) orang.
Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan dagingnya mengelupas dari badan. Ternyata orang tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan menjelang ajal menjemput pun tak pernah menyebut sahadat.
Aslina juga melihat, dua pria saling membunuh dengan kapak. Menurut keterangan amalnya, rupanya orang tersebut suka menodong dan memeras orang lain.
Kemudian gambaran, seorang ustat yang dihantam dengan lahar panas yang mendidih. Kembali Aslina bertanya. Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri orang lain.
Kejadian berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang tersebut suka membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama di dunia.
Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan berkali-kali ke lantai. Di lantai tersebut terdapat pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya, hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama hidupnya wanita tersebut merupakan anak durhaka, yang tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu kepada orang lain.
Kisah tentang mati suri dan berbagai pengalaman ghaib yang dialami Aslina alias Iin (23), membuat heboh masyarakat Bengkalis, khususnya warga desa Pematang Duku, kecamatan Bengkalis, yang antara percaya dan tidak dengan cerita dalam mati suri itu. Berikut lanjutan kisah 'perjalanan ghaib' yang dituturkan Aslina Rabu silam di aula studio SJTV Bengkalis.
Menurut Aslina, setelah dirinya diperlihatkan dengan kejadian dan gambaran manusia, ia kemudian dibawa melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking gelapnya, dia tidak bisa melihat amalnya dan dua malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian sang amal menyuruhnya untuk cepat menangkap suara tersebut. Tapi Aslina tidak bisa menangkap. Tiba-tiba waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah dipegang ternyata rantai tersebut berupa tasbih sebanyak 99 butir.
Terdengar suara yang memerintahkan Aslina untuk berzikir selama dalam perjalanan. Dia berjalan lagi sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10 jam waktu di dunia. Ketika sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan membaca tulisan Arab, berbunyi 'Husnul Khotimah'.
Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka'bah. Ketika melihat tulisan dan gambar Ka'bah seketika, dia dan amalnya tersenyum seraya mengucapkan Alhamdulillah.
Aslina mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian disapukan ke mukanya. Ketika malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang.
Nabi Muhammad
Setelah berjalan sekian jauh, dia mendengarkan suara azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia, namun bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat, roh Aslina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan 40 hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi di Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi ada pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi makan fakir miskin.
Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali diperlihatkan kejadian menakjubkan. Tiba-tiba cahaya 'Husnul Hotimah' yang ada di tangannya lepas, kemudian mengeluarkan api yang menerangi seluruh ruangan sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu dari balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah ganteng menyerupai malaikat, kulit langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam. "Raut muka seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan kepalanya. Tapi saya yakin sosok manusia tersebut adalah Nabi Muhammad," katanya.
Melihat peristiwa itu, lantas Aslina bertanya kepada malaikat dan amalnya. "Kenapa cahaya tersebut menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat.
Dan kenapa wajah Nabi bercahaya?" Dijawab bahwa Anda adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan.
Perjalanan tidak di situ saja, Aslina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang. Rupanya ketika dalam perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta dan berdoa minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta dihidupkan kembali agar bisa bertaubat. "Jarak Aslina dengan mereka hanya lima meter, namun tak bisa memberikan pertolongan," ujarnya.
Selama melihat kejadian itu, Aslina membaca Al Quran 30 juz, Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian membaca surat Yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Aslina berlari sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang sampai Marauke seraya menangis melihat kejadian tersebut.
Aslina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi pada dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta oleh malaikat untuk berzikir. Lamanya zikir yang dilakukan Aslina selama dua abad dan dua pertukaran zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada tanggal 31 Desember. Selesai berzikir, Aslina mendengar suara yang seperti ditujukan kepadanya.
"Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan.
Sampaikan kepada umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan.
Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku."
Kejadian Aneh
Usai pengambilan gambar dan wawancara, terdapat kejadian aneh di gedung SJTV Bengkalis. Saat itu, Aslina sudah keluar dari ruangan menuju gedung Radio Pemda yang berjarak 25 meter. Ketika krew SJTV hendak mematikan monitor, ternyata tak bisa dimatikan. Namun anehnya muncul sosok bayangan putih bertubuh tegap dengan rambut terurai hingga ke pusar dan kepalanya bertanduk. Tentunya hal ini membuat para krew dan orang-orang yang menyaksikan heran, lantas momen ini diabadikan pengunjung dan krew SJTV.
Setelah Aslina keluar dari ruangan Radio Pemda, ditanyakan apakah sosok tersebut. Dia menjawab bahwa sosok tersebut merupakan jin. Menutup pengalaman ghaib anak penakik getah itu, sang Paman Rustam Effendi kepada wartawan menyebutkan, selama ini Aslina merupakan sosok yang pendiam dan kurang percaya diri (PD). Namun setelah kejadian ini banyak hal-hal yang berubah, mulai dari penampilan hingga tingkah laku. Bahkan dari warna kulitnya saat ini lebih bersih dan berseri. Mengenai amalannya, "Selama ini dia memang rajin mengerjakan shalat tahajud dan membaca Al Quran setiap hari," kata sang paman menutup kisah tersebut. ***
-------
Adi Sutrisno,
Wartawan Riau Mandiri
Berita terkait bisa dilihat di http://riaupos.co.id/web/content/view/3661/21/
proposal
Latar Belakang
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).
Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.
Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di� majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.
Dasar Pemikiran
Dari Al Qur��an dan Al Hadits :
�"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).
"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
�Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui�� (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu�� (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14.�Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).
Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah� (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a.�Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.�Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.�Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).
Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya��la dan Thabrani).
Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Tujuan Pernikahan
Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)
Kesiapan Pribadi
Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ��Man Jadda Wa Jadda�� (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
Termasuk� tathhir (mensucikan diri).
Secara materi, Insya Allah siap. ��Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya��� (Qs. At Thalaq (65) : 7)
Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan
Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad) dan "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari� manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.
Memperbaiki Niat :
Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.
Niat Ketika Memilih Pendamping
Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ��Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah..
Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),
Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS� PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)
Penutup
"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira". "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"
====================================
Dedicated to : My inspiration .... yang pernah singgah dan menghuni "hati" ...Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " Saat Cinta dan Rindu� tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."
====================================
Maraji / Referensi :
Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.
Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.
Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma'arif.
Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, Mitra Pustaka.
Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta, Gema Insani Press.
Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, Jakarta, Studia Press.
Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan, 1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta, Gema Insani Press
Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, Gema Insani Press.
Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th. 2 31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.
di ambil dari dudung.net
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).
Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.
Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di� majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.
Dasar Pemikiran
Dari Al Qur��an dan Al Hadits :
�"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).
"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
�Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui�� (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu�� (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14.�Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).
Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah� (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a.�Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.�Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.�Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).
Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya��la dan Thabrani).
Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Tujuan Pernikahan
Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)
Kesiapan Pribadi
Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ��Man Jadda Wa Jadda�� (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
Termasuk� tathhir (mensucikan diri).
Secara materi, Insya Allah siap. ��Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya��� (Qs. At Thalaq (65) : 7)
Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan
Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad) dan "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari� manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.
Memperbaiki Niat :
Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.
Niat Ketika Memilih Pendamping
Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ��Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah..
Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),
Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS� PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)
Penutup
"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira". "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"
====================================
Dedicated to : My inspiration .... yang pernah singgah dan menghuni "hati" ...Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " Saat Cinta dan Rindu� tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."
====================================
Maraji / Referensi :
Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.
Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.
Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma'arif.
Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, Mitra Pustaka.
Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta, Gema Insani Press.
Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, Jakarta, Studia Press.
Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan, 1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta, Gema Insani Press
Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, Gema Insani Press.
Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th. 2 31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.
di ambil dari dudung.net
Saturday, November 18, 2006
apes apa bersukur yaa
Assalamualaykum wr wb
hari kamis
udah bangun pagi, tp waktu mau turun kuliah, glekkkkkk (mana kunci roda 2kantor ya), cari sana-cari sini, kebetulan juga sih ponakan sama adek sepupu tidur dkamar ku (woh langsung berantakan deh kamar ku, hik hik hik) lalu cari sana cari sini lg, g ketemu, udah jam 9padahal, udah masukan nih dkampus, Alhamdulillah ketemu juga akhirnya.
lalu idupin motor (mudahan g ada rajia lagi, soalnya malahan memperlambat waktu), woh bensin sejak kmrn kosong (biar aja ah, mudahan bisa nyame neh, pulangnya saja ngisi).
lampu merah pun aku cuekin (demi ngejar waktu karena temen2 pasti sudah pd belajar nih), ada doa juga sih dalam hati (Ya Allah smoga dosennya sekarang tidak masuk kuliah, dosen nya berhalangan, tp langsung aku tepis, kasian temen2 nunggu dosen kalo g belajar, biar deh aku telat masuk).
ngebut, kecepatan tinggi (pdhal roda 2nya agak rusak, mau tuker kendera'an warnet biar cepat, tp males, perlu waktu lagi stop sama ngambil kunci, walaupun searah, pdhal sudah telat.
lampu merah ku cuekxin (sambil berdoa, semoga tidak ada polisi liat). :P
akhirnya sampey di gerbang kampus, Alhamdulillah. tapi (heuheuehu) aku liat temen satu kelas hari ini nuju keluar, ternyata g ada dosennya, hehe, g tau apes apa senang (sudah bela-belain nabrak lampu merah dan g isi bensin).
nb : senang sekali mendengar cerita-cerita teman, mereka selalu setor hapalan Qur'an tiap hari ke dosen, ada yg sudah hafiz Qur'an, ada yg baru 3juz, ada hapalan hadisnya hebat, kalo ada acara diskusi, mereka selalu nanya dgn ayat dan mengucapkan lafaz nya, g kek saya, heuehu, saya cuman setor muka aja ke kampus
sekian dr cerita saya
wassalamualaykum wr wb
hari kamis
udah bangun pagi, tp waktu mau turun kuliah, glekkkkkk (mana kunci roda 2kantor ya), cari sana-cari sini, kebetulan juga sih ponakan sama adek sepupu tidur dkamar ku (woh langsung berantakan deh kamar ku, hik hik hik) lalu cari sana cari sini lg, g ketemu, udah jam 9padahal, udah masukan nih dkampus, Alhamdulillah ketemu juga akhirnya.
lalu idupin motor (mudahan g ada rajia lagi, soalnya malahan memperlambat waktu), woh bensin sejak kmrn kosong (biar aja ah, mudahan bisa nyame neh, pulangnya saja ngisi).
lampu merah pun aku cuekin (demi ngejar waktu karena temen2 pasti sudah pd belajar nih), ada doa juga sih dalam hati (Ya Allah smoga dosennya sekarang tidak masuk kuliah, dosen nya berhalangan, tp langsung aku tepis, kasian temen2 nunggu dosen kalo g belajar, biar deh aku telat masuk).
ngebut, kecepatan tinggi (pdhal roda 2nya agak rusak, mau tuker kendera'an warnet biar cepat, tp males, perlu waktu lagi stop sama ngambil kunci, walaupun searah, pdhal sudah telat.
lampu merah ku cuekxin (sambil berdoa, semoga tidak ada polisi liat). :P
akhirnya sampey di gerbang kampus, Alhamdulillah. tapi (heuheuehu) aku liat temen satu kelas hari ini nuju keluar, ternyata g ada dosennya, hehe, g tau apes apa senang (sudah bela-belain nabrak lampu merah dan g isi bensin).
nb : senang sekali mendengar cerita-cerita teman, mereka selalu setor hapalan Qur'an tiap hari ke dosen, ada yg sudah hafiz Qur'an, ada yg baru 3juz, ada hapalan hadisnya hebat, kalo ada acara diskusi, mereka selalu nanya dgn ayat dan mengucapkan lafaz nya, g kek saya, heuehu, saya cuman setor muka aja ke kampus
sekian dr cerita saya
wassalamualaykum wr wb
Friday, November 17, 2006
wah, kena Tilang aku hari kamis
Assalamualaykum wr wb
naik roda 2 ataw yg dsebut kendera'an bermotor nuju kampus pd hari kamis, jam nya kira-kira jam 9.45an, tau-taunya ada rajia besar2an, dalam ati ngomong (oh lengkap, stnk dbawah jok, sim dalam tas).
tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
setelah di cari dbawah jok kira2 5menit, kok g nemu ya, lalu cari simC di tas dan dompet, kok g nemu juga yaaaa) hik hik hik, apes deh.
lalu tiba giliran ku dtanya polisi "stnk sama sim nya mana de"
aku jawab "saya kepinggir saja pak (artinya g lengkap' heheh
lalu polisi bilang "silahkan"
lalu sampe di perkumpulan2 yg tdk lengkap, aku pun telpon ktr untuk nanya stnk(krn bw motor kantor).
'halo icha, stnk nya mana ya, aku cari dbawah jok g ada, aku kena rajia'
'hahhhh, benter aku tanyakan kelain'
'may tunggu 5menit, aku telpon kan yg lain'
'ok'
sambil nuju polisi lain, terjadi perbincangan
polisi 'ketinggalan apa de'
saya 'sim sama stnk'
polisi 'ketinggalan apa g punya'
saya 'punya, tp lupa naroh, ke bawa kaka kali'
polisi 'kalo punya, nanti tunjukin ya, soalnya kena pasal ketinggalan'
may 'kalo siang-siang g papa kan pa ngurusnya'
polisi 'urus sekarang saja, roda 2 nya dtinggal'
telpon icha lagi deh, sekalian minta jemput (wah, g jd kuliah nih namanya)
akhirnya di jemput sama mobil kantor, lalu nuju rmh (buat cari simc, dhamburin tuh isi-isi tas yg lain) itu sim c g ketemu, akhirnya telpon bunyi
icha ' may, yanur mau ngomong nih, yanur bilang 'stnknya ada dbawah jok'
may 'udah dcari g ada'
yanur 'dbawah jok ada laci kecil, g kliatan, warnanya sama'
may 'hmm, ok dcari dulu, nanti dtelpon lagi'
akhirnya sampe dperkumpulan yg tdk lengkap lagi(alias semuanya yg kena rajia)
nanya sama polisi
may 'pak td kan dkira ketinggalan stnk sama sim, taunya stnknya dbwh jok'
polisi ' sana ngomong sama polisi yg tinggi itu'
may '(celingak-celinguk cari polisi yg badanya tinggi)' tp malah ketemu yg lain, taunya bpk si tinggi itu sudah duduk bersama polisi yg lain
may 'pak, ini td salah, stnk nya ada dbawah jok, motor nya dbawa pak ya, stnknya dtahan, mau ngambil sim'
polisi nya pun langsung mengganti pasal, dan akhirnya motor bisa diambil, stnk dtahan, dalam hari (panas sekali hari ini, mau stop dwarnet dulu, ac in badan biar dingin) iseng2 buka tas, glekkk, tau nya sim c nya ada di tas ku sendiri, keselip sama nota penjualan. apes banget
langsung minta tolong operator warnet yg nganggur ngurusin stnk sama sim sama sekalian bw ktp (g kuat lagi kepanasan).
untung dia mau, Alhamdulillah, selesai juga, walaupun dgn byr 80rb.
hanya2 gara2 kurang teliti mencari stnk dan sim yg sebenarnya lengkap aku bw
wassalamualaykum wr wb
naik roda 2 ataw yg dsebut kendera'an bermotor nuju kampus pd hari kamis, jam nya kira-kira jam 9.45an, tau-taunya ada rajia besar2an, dalam ati ngomong (oh lengkap, stnk dbawah jok, sim dalam tas).
tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
setelah di cari dbawah jok kira2 5menit, kok g nemu ya, lalu cari simC di tas dan dompet, kok g nemu juga yaaaa) hik hik hik, apes deh.
lalu tiba giliran ku dtanya polisi "stnk sama sim nya mana de"
aku jawab "saya kepinggir saja pak (artinya g lengkap' heheh
lalu polisi bilang "silahkan"
lalu sampe di perkumpulan2 yg tdk lengkap, aku pun telpon ktr untuk nanya stnk(krn bw motor kantor).
'halo icha, stnk nya mana ya, aku cari dbawah jok g ada, aku kena rajia'
'hahhhh, benter aku tanyakan kelain'
'may tunggu 5menit, aku telpon kan yg lain'
'ok'
sambil nuju polisi lain, terjadi perbincangan
polisi 'ketinggalan apa de'
saya 'sim sama stnk'
polisi 'ketinggalan apa g punya'
saya 'punya, tp lupa naroh, ke bawa kaka kali'
polisi 'kalo punya, nanti tunjukin ya, soalnya kena pasal ketinggalan'
may 'kalo siang-siang g papa kan pa ngurusnya'
polisi 'urus sekarang saja, roda 2 nya dtinggal'
telpon icha lagi deh, sekalian minta jemput (wah, g jd kuliah nih namanya)
akhirnya di jemput sama mobil kantor, lalu nuju rmh (buat cari simc, dhamburin tuh isi-isi tas yg lain) itu sim c g ketemu, akhirnya telpon bunyi
icha ' may, yanur mau ngomong nih, yanur bilang 'stnknya ada dbawah jok'
may 'udah dcari g ada'
yanur 'dbawah jok ada laci kecil, g kliatan, warnanya sama'
may 'hmm, ok dcari dulu, nanti dtelpon lagi'
akhirnya sampe dperkumpulan yg tdk lengkap lagi(alias semuanya yg kena rajia)
nanya sama polisi
may 'pak td kan dkira ketinggalan stnk sama sim, taunya stnknya dbwh jok'
polisi ' sana ngomong sama polisi yg tinggi itu'
may '(celingak-celinguk cari polisi yg badanya tinggi)' tp malah ketemu yg lain, taunya bpk si tinggi itu sudah duduk bersama polisi yg lain
may 'pak, ini td salah, stnk nya ada dbawah jok, motor nya dbawa pak ya, stnknya dtahan, mau ngambil sim'
polisi nya pun langsung mengganti pasal, dan akhirnya motor bisa diambil, stnk dtahan, dalam hari (panas sekali hari ini, mau stop dwarnet dulu, ac in badan biar dingin) iseng2 buka tas, glekkk, tau nya sim c nya ada di tas ku sendiri, keselip sama nota penjualan. apes banget
langsung minta tolong operator warnet yg nganggur ngurusin stnk sama sim sama sekalian bw ktp (g kuat lagi kepanasan).
untung dia mau, Alhamdulillah, selesai juga, walaupun dgn byr 80rb.
hanya2 gara2 kurang teliti mencari stnk dan sim yg sebenarnya lengkap aku bw
wassalamualaykum wr wb
Monday, October 23, 2006
tuink
hmm. sambil buka-buka website, sambil nunggu downloadan http://is.aswatalislam.net/DisplayFilesP.aspx?TitleID=12&TitleName=Quran_-_Abdul_Rahman_Alsudais, soalnya simpanan ku hilang gara2 sering mati lampu, kpaksa deh download ulang, mau beli quran digital, tp hbs beli hp. jd lom ada duit lg, Quran digital 1.350.000, pake warna, dah ada arab sama tafsirnya, nyesal beli hp. ntar-ntar lah, kumpulin duit lagi, jd sementara cuman bisa downloadan dsimpan dmmc hp. sambil ngantuk-ngantuk, sambil dengerin nasyid yg lagi aku senangi sekarang (Rabbani), sambil minum es, ketemu cerita lucu, aku paste aja deh keblog aku.
ini lah ceritanya
Sarmin baru sekali ini ke Jakarta. Maklum dia baru saja menjual hasil panennya, jadi sekali-sekali ingin menikmati pelesiran di ibu kota.
Untuk oleh-oleh para sanak saudara di kampung, dia berniat membeli beberapa barang.
Suatu hari dia pergi ke Mangga Dua, karena katanya apa-apa murah disana.
Setelah berkeliling, mampirlah dia ke sebuah kios pakaian. Pemilik kios itu adalah seorang Cina totok.
"Berapa baju yang ini?," tanya Parmin.
"Ha-yya, GO CENG saja lah!," jawab sang pedagang.
Berkerut jidat Sarmin, karena tak tahu berapa GO CENG itu.
Si empunya kios karena melihat Sarmin terdiam lantas berkata, "Boleh tawallah....dikit."
Karena sudah terlanjur bertanya, untuk menjaga gengsi, dengan mantapnya Sarmin menawar, "NING NONG boleh nggak?"
"Haa?," terbelalak si engko. "Belapa itu Ning nong?"
"Lha GO CENG itu berapa hayo?," Sarmin balik bertanya.
"Go ceng itu lima libu woo!," jawab si engko.
Setelah berpikir sebentar Sarmin pun bilang, "Ooo, kalau begitu, Ning Nong itu yaa..... kira-kira tiga ribu lima ratus la.
ini lah ceritanya
Sarmin baru sekali ini ke Jakarta. Maklum dia baru saja menjual hasil panennya, jadi sekali-sekali ingin menikmati pelesiran di ibu kota.
Untuk oleh-oleh para sanak saudara di kampung, dia berniat membeli beberapa barang.
Suatu hari dia pergi ke Mangga Dua, karena katanya apa-apa murah disana.
Setelah berkeliling, mampirlah dia ke sebuah kios pakaian. Pemilik kios itu adalah seorang Cina totok.
"Berapa baju yang ini?," tanya Parmin.
"Ha-yya, GO CENG saja lah!," jawab sang pedagang.
Berkerut jidat Sarmin, karena tak tahu berapa GO CENG itu.
Si empunya kios karena melihat Sarmin terdiam lantas berkata, "Boleh tawallah....dikit."
Karena sudah terlanjur bertanya, untuk menjaga gengsi, dengan mantapnya Sarmin menawar, "NING NONG boleh nggak?"
"Haa?," terbelalak si engko. "Belapa itu Ning nong?"
"Lha GO CENG itu berapa hayo?," Sarmin balik bertanya.
"Go ceng itu lima libu woo!," jawab si engko.
Setelah berpikir sebentar Sarmin pun bilang, "Ooo, kalau begitu, Ning Nong itu yaa..... kira-kira tiga ribu lima ratus la.
joke
Seorang bapak yang dikenal sangat pelit diajak anak tersayangnya untuk naik heli. Awalnya si bapak tidak setuju karena harus bayar tapi karena sayang dengan anaknya ia pun akhirnya setuju.
Setelah sampai di heli yang akan membawanya terbang, si pilot berkata: "Naik bayar US$ 100, kalau Anda bicara di atas nanti didenda US$ 500 tapi kalau Anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih US$ 1000."
Setelah setuju dgn perjanjian tersebut, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik diatas. Setelah sampai mendarat si pilot bilang ke Bapak pelit tadi: "Wah Anda hebat, tidak bicara sepatah katapun"
Si bapak bilang : "Sebenarnya saya mau bicara tadi, tapi takut didenda." "Anda mau bilang apa?" kata si pilot. "Anak saya jatuh."
Setelah sampai di heli yang akan membawanya terbang, si pilot berkata: "Naik bayar US$ 100, kalau Anda bicara di atas nanti didenda US$ 500 tapi kalau Anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih US$ 1000."
Setelah setuju dgn perjanjian tersebut, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik diatas. Setelah sampai mendarat si pilot bilang ke Bapak pelit tadi: "Wah Anda hebat, tidak bicara sepatah katapun"
Si bapak bilang : "Sebenarnya saya mau bicara tadi, tapi takut didenda." "Anda mau bilang apa?" kata si pilot. "Anak saya jatuh."
Sunday, October 22, 2006
Bissmillahii Rahmani Rahiim
Assalamualaykum warrahmatullahi wabarkatuh
Menjelang Lebaran
MEnjelang Ramadhan, otomatis banyak yang mudik, ia kan??!!
Begitu juga keluarga ku, otomatis, Rame rumahku, saudara-saudara mama ku yang diluar kota pasti kerumah kami, ya otomatis pada bawa anak-anak mereka, dr yg lucu sampai yang bandel.
kamarku malang (begitulah sekarang) bagaimana g malang?? anak2 saodara mamaku main-main dikamar aku, mandi di toilet kamarku(hik hik hik), terus loncat-loncat dranjang/tempat tidurku (padahal kaki mereka kotor), jadilah malamnya kotor semua, lantai-lantai kamarku juga pada kotor(bekas coklat, bekas minum tumpa, bekas kaki kotor), padahal kan mereka sudah punya kamar masing-masing, yang sama fasilitasnya (kecuali komputer online), paling parah, waktu aku online, mereka ngambil komputer ku, Alhamdulillah cuman 1tahun sekali pulangnya kesini (kecuali ada acara keluarga yang lain).
tapi ada hikmah dibalik ini, yaitu saya kepaksa sabar(kalo g ya saya marahin), kepaksa sering sapu-sapu kamar(kalo males ya dibiarkan).
Assalamualaykum warrahmatullahi wabarkatuh
Menjelang Lebaran
MEnjelang Ramadhan, otomatis banyak yang mudik, ia kan??!!
Begitu juga keluarga ku, otomatis, Rame rumahku, saudara-saudara mama ku yang diluar kota pasti kerumah kami, ya otomatis pada bawa anak-anak mereka, dr yg lucu sampai yang bandel.
kamarku malang (begitulah sekarang) bagaimana g malang?? anak2 saodara mamaku main-main dikamar aku, mandi di toilet kamarku(hik hik hik), terus loncat-loncat dranjang/tempat tidurku (padahal kaki mereka kotor), jadilah malamnya kotor semua, lantai-lantai kamarku juga pada kotor(bekas coklat, bekas minum tumpa, bekas kaki kotor), padahal kan mereka sudah punya kamar masing-masing, yang sama fasilitasnya (kecuali komputer online), paling parah, waktu aku online, mereka ngambil komputer ku, Alhamdulillah cuman 1tahun sekali pulangnya kesini (kecuali ada acara keluarga yang lain).
tapi ada hikmah dibalik ini, yaitu saya kepaksa sabar(kalo g ya saya marahin), kepaksa sering sapu-sapu kamar(kalo males ya dibiarkan).
Friday, October 20, 2006
Bisimillahirohmaanirohiim
Assalamualaykum warrahmtullahi wabarkatuh
akhirnya telah terjadi proses ta'aruf kami, dimana kami ada bertiga (saya, kakak kandung dan W (namanya rahasia lo).
malu sekali td (soalnya saya kan belum pernah lihat dia).
proses perkenalan pun terjadi. dimana dia memperkenalkan diri nya( namanya, apa pekerja'annya, kapan liqonya, keluarganya dan kegiatannya yg lain).
hmm, nampaknya dia orangnya periang dan lucu (soalnya saya dan kakak saya sering senyum simpul karena tingkahnya).
lalu setelah terjd perkenalan tentang dirinya, kakak saya pun meminta saya memperkenalkan diri saya dihadapannya(fyuh gugup deh).
dan dia pun meminta kami supaya sama-sama shalat istikharah, dan jawaban saya dia tunggu 1minggu lagi, but akhirnya saya minta 2minggu, soalnya saya lagi ....(Haid)
dan Alhamdulillah dia mau memberi waktu 2minggu.
setelah terjadi perkenalan diri saya, dia langsung membuka pembicara'an, kenapa dia pengen nikah, kesimpulannya, dll (yang aku suka dia ngomong gini 'banyak pahala yg didapat apabila menikah/menjalankan sunnah Rasul SAW, bercanda sama istri saja dapat pahala)
Ya Allah..
Seandaianya telah Engkau catatkan..
Dia milikku tercipta untukku..
Satukanlah hatinya dengan hatiku..
Titipkanlah kebahagiaan antara kami..
Agar kemesraan itu abadi..
Dan Ya Allah..
Ya Tuhanku Yang Maha Mengasihi..
Seiringkanlah kami melayari hidup ini..
Ketepian yang sejahtera dan abadi..
Tetapi Ya Allah..
Seandainya telah Engkau takdirkan..
Dia bukan milikku..
Bawalah ia jauh dari pandanganku..
Luputkanlah ia dari ingatanku..
Dan peliharalah aku dari kekecewaan..
Serta Ya Allah Ya Tuhanku Yang Maha Mengerti..
Berikanlah aku kekuatan..
Melontar bayangannya jauh ke dada langit..
Hilang bersama senja nan merah..
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya..
Dan Ya Allah Yang Tercinta..
Gantilah yang telah hilang..
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah..
Walaupun tidak sama dengan dirinya..
Ya Allah Ya Tuhanku..
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu..
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan..
Adalah yang terbaik buatku..
Karena Engkau Maha Mengetahui..
Segala yang terbaik buat hambaMu ini..
Ya Allah..
Cukuplah Engkau sahaja yang menjadi pemeliharaku..
Di dunia dan di akhirat..
Dengarkanlah rintihan dari hambaMu yang dhaif ini..
Jangan Engkau biarkan aku sendirian..
Di dunia ini maupun di akhirat..
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran..
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman..
Supaya aku dan dia sama dapat membina kesejahteraan hidup....
Ke jalan yang Engkau ridhai...
Dan kurniakanlah aku keturunan yang saleh..
Amin.. ya rabbal 'alamin..
Wassalamualaykum wr wb
Assalamualaykum warrahmtullahi wabarkatuh
akhirnya telah terjadi proses ta'aruf kami, dimana kami ada bertiga (saya, kakak kandung dan W (namanya rahasia lo).
malu sekali td (soalnya saya kan belum pernah lihat dia).
proses perkenalan pun terjadi. dimana dia memperkenalkan diri nya( namanya, apa pekerja'annya, kapan liqonya, keluarganya dan kegiatannya yg lain).
hmm, nampaknya dia orangnya periang dan lucu (soalnya saya dan kakak saya sering senyum simpul karena tingkahnya).
lalu setelah terjd perkenalan tentang dirinya, kakak saya pun meminta saya memperkenalkan diri saya dihadapannya(fyuh gugup deh).
dan dia pun meminta kami supaya sama-sama shalat istikharah, dan jawaban saya dia tunggu 1minggu lagi, but akhirnya saya minta 2minggu, soalnya saya lagi ....(Haid)
dan Alhamdulillah dia mau memberi waktu 2minggu.
setelah terjadi perkenalan diri saya, dia langsung membuka pembicara'an, kenapa dia pengen nikah, kesimpulannya, dll (yang aku suka dia ngomong gini 'banyak pahala yg didapat apabila menikah/menjalankan sunnah Rasul SAW, bercanda sama istri saja dapat pahala)
Ya Allah..
Seandaianya telah Engkau catatkan..
Dia milikku tercipta untukku..
Satukanlah hatinya dengan hatiku..
Titipkanlah kebahagiaan antara kami..
Agar kemesraan itu abadi..
Dan Ya Allah..
Ya Tuhanku Yang Maha Mengasihi..
Seiringkanlah kami melayari hidup ini..
Ketepian yang sejahtera dan abadi..
Tetapi Ya Allah..
Seandainya telah Engkau takdirkan..
Dia bukan milikku..
Bawalah ia jauh dari pandanganku..
Luputkanlah ia dari ingatanku..
Dan peliharalah aku dari kekecewaan..
Serta Ya Allah Ya Tuhanku Yang Maha Mengerti..
Berikanlah aku kekuatan..
Melontar bayangannya jauh ke dada langit..
Hilang bersama senja nan merah..
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya..
Dan Ya Allah Yang Tercinta..
Gantilah yang telah hilang..
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah..
Walaupun tidak sama dengan dirinya..
Ya Allah Ya Tuhanku..
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu..
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan..
Adalah yang terbaik buatku..
Karena Engkau Maha Mengetahui..
Segala yang terbaik buat hambaMu ini..
Ya Allah..
Cukuplah Engkau sahaja yang menjadi pemeliharaku..
Di dunia dan di akhirat..
Dengarkanlah rintihan dari hambaMu yang dhaif ini..
Jangan Engkau biarkan aku sendirian..
Di dunia ini maupun di akhirat..
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran..
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman..
Supaya aku dan dia sama dapat membina kesejahteraan hidup....
Ke jalan yang Engkau ridhai...
Dan kurniakanlah aku keturunan yang saleh..
Amin.. ya rabbal 'alamin..
Wassalamualaykum wr wb
Wednesday, October 18, 2006
teret teret :P
Bismillaahi Rahmaani Rohiim
assalamualaykum warrahmatullahi wabarkatuh
hmmm, lagi baru masuk kuliah, g sempet ikut mata pelajaran pbb(kalo g salah itu nama mata pelajarannya), kepaksa tahun depan, hmmm, ni mata pelajaran masuknya pagi jam 7(berat sekali deh, biasanya kan masih ngorok jam segitu, heheheh).
terus ada yg ngajak ta'aruf besok (SubhanaAllah), belom siap, tp dia selalu sms kaka ku (pengen kenal, akhirnya besok ketemu ditoko buku Senyum Muslim Banjarmasin, ada dia, terus saya dan kakak kandung saya).
yang jadi kepikiran nih, apa saya bisa bagi waktu, kuliah, kerja, dan punya suami (belom kebayang neh), soalnya saya pengen pegang salah satu kunci Syurga(menjadi Istri sholehah, bukan suaminya yg bernama sholeh). apalagi tahun depan saya mesti ikut pelajaran yang dimulai jam 7pagi(berangkat dr rumah jam 6.30 paling lambat).
tp yg jelas besok akan ada acara ta'aruf, bagaimana kah kelanjutannya???
tunggu episode berikutnya (wuihh, kek sinetron).
yg lucu nih, pengen istikharah sehabis isya(tp selalu lupa, ehueheu(ini salah satu penyakitku, pelupa Abis).
puasa2 ta'aruf, apakah hikmah dibalik semua ini, dah dulu ya,bye all
wassalamualaykum wr wb (sa'atnya ngorok nieh)
:P
assalamualaykum warrahmatullahi wabarkatuh
hmmm, lagi baru masuk kuliah, g sempet ikut mata pelajaran pbb(kalo g salah itu nama mata pelajarannya), kepaksa tahun depan, hmmm, ni mata pelajaran masuknya pagi jam 7(berat sekali deh, biasanya kan masih ngorok jam segitu, heheheh).
terus ada yg ngajak ta'aruf besok (SubhanaAllah), belom siap, tp dia selalu sms kaka ku (pengen kenal, akhirnya besok ketemu ditoko buku Senyum Muslim Banjarmasin, ada dia, terus saya dan kakak kandung saya).
yang jadi kepikiran nih, apa saya bisa bagi waktu, kuliah, kerja, dan punya suami (belom kebayang neh), soalnya saya pengen pegang salah satu kunci Syurga(menjadi Istri sholehah, bukan suaminya yg bernama sholeh). apalagi tahun depan saya mesti ikut pelajaran yang dimulai jam 7pagi(berangkat dr rumah jam 6.30 paling lambat).
tp yg jelas besok akan ada acara ta'aruf, bagaimana kah kelanjutannya???
tunggu episode berikutnya (wuihh, kek sinetron).
yg lucu nih, pengen istikharah sehabis isya(tp selalu lupa, ehueheu(ini salah satu penyakitku, pelupa Abis).
puasa2 ta'aruf, apakah hikmah dibalik semua ini, dah dulu ya,bye all
wassalamualaykum wr wb (sa'atnya ngorok nieh)
:P
Monday, October 09, 2006
Asma Nadia, Sabili No. 01 Th X Juli 2002.
"Menikah ?"
"Ya.."
"Tentu", jawab Ayesha tanpa ragu.
"Pertimbangkan dulu. Jangan cepat ambil keputusan." Bibinya berkata benar. Ayesha sedikit tersipu, tangannya membenahi abaya yang dipakainya dengan rikuh.
"Dengan siapa, Ammah ?"
Wajah lembut itu tiba-tiba mengeras. Kedua matanya mendadak meyembung. Mungkin karena air mata yang siap turun, entah kenapa. Luapan bahagiakah, karena keponakannya yang diurus sejak kecil ini akhirnya ada yang meminang ? Ayesha menunggu jawaban dari ammahnya. Tapi beberapa kejap hanya dilalui gelombang senyap.
"Ammah....dengan siapa ?"
Pandangan tajam wanita berumur itu menembus bola mata Ayesha. Seperti menimbang-nimbang kesiapan keponakan yang dicintainya itu, menikah. Ayesha membalas pandang, lebih karena ia tak mengerti kenapa pernikahan, kalau memang itu yang akan terjadi padanya, tak disambut ammah dengan riang, seperti pernikahan pada umumnya.
"Dengan Ayyash !"
Ayyash ?
Ammah mengangguk. Wajahnya pucat, namun terkesan lega. Biarlah.....biarlah Ayesha yang memutuskan....ini hidupnya.
Suara hati wanita itu bicara.
Di depannya tubuh Ayesha seperti kaku. Seolah tak percaya. Senang, tapi juga tahu apa yang akan dihadapinya. Berita itu mungkin benar. Yang jadi pertanyaan, siapakah dia ? "Kau pikirkan dulu, ya ? Ia memberi waktu sampai tiga hari. Katanya lebih cepat lebih baik." Ayesha masih tak bergerak. Pandangannya menembus jendela, meyisiri rumah- rumah di lingkungannya, dan debu tebal yang terembus di jalan.
Pernikahan....sungguh penantian semua gadis. Dengan Ayyash pula, siapa yang keberatan ? Tapi semua pun tahu, apa arti sebuah pernikahan di Palestina. Tantangan, perjuangan lain yang membutuhkan kesiapan lebih besar. Terutama bagi setiap gadis, yang menikahi pemuda pejuang macam Ayyash!
***
Dulu sekali, sewaktu kecil, ia tak memungkiri, kerap memperhatikan Ayyash dan teman-temannya dari balik kerudung yang biasa ditutupkan ke wajah, jika mereka kebetulan berpapasan. Mereka bertetangga. Begitulah Ayesha mengenal Ayyash, dan melihat bocah lelaki yang usianya lebih tua lima tahun darinya, tumbuh dewasa.
Ayah Ayyash salah satu pemegang pimpinan tertinggi di Hamas, sebelum tewas dalam aksi penyerangan markas tentara Israel. Ibunya, memimpin para wanita Palestina dalam berbagai kesempatan, mencegat, dan mengacaukan barisan tentara Yahudi, yang sedang melakukan pengejaran atas pejuang intifadah.
Mereka biasa muncul tiba-tiba dari balik tikungan yang sepi, atau memadat di pasar-pasar, dan menyulitkan pasukan Israel yang mencari penyusup. Bukan tanpa resiko, karena semua pun tahu, para tentara itu tak menaruh kasihan pada perempuan, atau anak-anak. Para perempuan yang bergabung, menyadari betul apa yang mereka hadapi. terkena tamparan atau tendangan, bahkan popor senapan, hingga tubuh mengucurkan darah, bahkan terlepas nyawa, adalah taruhannya.
Ayesha sejak lima tahun yang lalu, tak pernah meninggalkan satu kalipun aksi yang diadakan. Ia iri dengan para lelaki yang mendapat kesempatan lebih memegang senjata. Itu sebabnya gadis berkulit putih kemerahan itu, tak ingin kehilangan kesempatan jihadnya, sejak usia belia.
Tiga tahun lalu, ketika ibunda Ayyash syahid, dalam satu aksinya, setelah sebuah peluru mendarat di dahinya, mereka semua datang, juga Ayesha, untuk menyalatkan wanita pejuang itu. Pedihnya kehilangan ummi, Ayesha menyadari perasaan berduka yang bagaimanapun memang manusiawi. Begitu kagumnya ia melihat ketegaran Ayyash, mengatur semua prosesi, hingga tanah menutup dan memisahkannya dari ibunda tercinta. Tak ada sedu sedan, tak ada air mata. Hanya doa yang terucap tak putus. begitulah Ayyash menghadapi kehilangan abi, saudara-saudara lelakinya, adik perempuannya yang paling kecil, lalu terakhir ummi yang dikasihi. Begitu pula yang dipahami Ayesha, cara pejuang menghadapi kematian keluarga yang mereka cintai.
Dan kini, Ayesha dua puluh dua tahun. masih menyimpan pendar kekaguman dan simpati yang sama bagi Ayyash. Bocah lelaki bermata besar itu sudah menjelma menjadi lelaki gagah, dengan kulit merah kecoklatan, hidung bangir, dan mata setajam elang. Semangat perjuangan dan ketabahan lelaki itu sungguh luar biasa. Sewaktu kedua abangnya melakukan aksi bom bunuh diri, meledakkan gudang logistik Israel, ia hanya mengucapkan innalillahi, sebelum bangkit dan menggemakan Allahu Akbar, saat memasuki rumah, dan mengabarkan berita itu pada umminya.
Lalu ketika Fatimah, adiknya yang berpapasan dengan tentara, diperkosa, dan dibunuh sebelum dilemparkan ke jalan dengan tubuh tercabik-cabik. Ayyash masih setabah sebelumnya. Padahal siapapun tahu, cintanya pada Fatimah, bungsu di keluarga mereka.
Ayesha tak mengerti terbuat dari apa hati lelaki itu. Setelah semua kehilangan, tak ada dendam yang lalu membuatnya membabi buta atau meluapkan amarah dengan makian kotor. Ayyash menerima semua itu dengan keikhlasan luar biasa. Hanya matanya yang sesekali masih berkilat, saat ada yang menyebut nama adiknya. Di luar itu, hanya keshalihan, dan ketaatannya pada koordinasi gerak Hamas, yang kian bertambah. Begitu, dari hari ke hari.
***
Mereka berhadapan. Pertama kali dalam hidupnya ia bisa bebas menatap wajah lelaki itu dari jarak dekat. Ayyash yang tenang. Hanya bibirnya yang menyunggingkan senyum lebih sering, sejak ijab kabul diucapkan, meresmikan keberadaan keduanya.
Ayyash yang tenang dan hati Ayesha yang bergemuruh. Bukan saja karena kebahagiaan yang meluap-luap, tapi oleh sesuatu yang lain. Sebetulnya hal itu ingin disampaikannya pada lelaki yang kini telah menjadi suaminya.
Namun saat terbayang apa yang telah dihadapi Ayyash, dan senyum yang dilihatnya pertama kali begitu cerah. Batin Ayesha urung. Biarlah....nanti-nanti saja, atau tidak sama sekali, pikirnya. Ia tak mau ada yang merisaukan hati lelaki itu, terlebih karena waktu yang mereka miliki tak banyak. Bahkan sebentar sekali. Dua hari lalu, Ayyash sendiri yang meyampaikan kebenaran berita itu, niatan lelaki berusia dua puluh tujuh tahun, yang sudah selama dua pekan ini dibicarakan dari mulut ke mulut.
"Ayyash mencari istri ?"
"Ia akan menikah secepatnya, akhirnya "
"Tapi siapa yang akan menerima pernikahan berusia sehari semalam ?" Percakapan gadis-gadis di lingkungan mereka. Awalnya Ayesha tak mengerti.
"Kenapa sehari semalam ?", tanyanya pada ammahnya.
"Sebab, lelaki itu sudah menentukan hari kematiannya, Ayesha. Kini tinggal sepekan lagi. Waktunya hampir habis." Ayesha ingat ia tiba-tiba menggigit bibir menahan sesak yang tiba-tiba melanda. Ayyash pasti sudah menyanggupi melakukan aksi bom bunuh diri, seperti dua saudaranya dahulu. Cuma itu alasan yang bisa diterima, kenapa pejuang yang selama ini terkesan tak peduli dan tak pernah memikirkan untuk menikah, tiba-tiba seolah tak sabar untuk segera menikah. "Saya ingin menghadap Allah, yang telah memberi begitu banyak kemuliaan pada diri dan keluarga saya, dalam keadaan sudah menyempurnakan separuh agama. Kalimat panjang lelaki itu, wajahnya yang menunduk, dan rahangnya yang terkatup rapat. Menunggu jawaban darinya. Ayesha merekam semua itu dalam ingatannya. Dua hari lalu, saat khitbah dilangsungkan. "Ya...."jawabannya memecah kesunyian. Ammah serta merta memeluknya dengan wajah berurai air mata. Bahagia berbaur kesedihan atas keputusan Ayesha. Membayangkan keponakannya yang selalu dibanggakan karena semangatnya yang tak pernah turun, akan menjalani pernikahan. Yang malangnya, bahkan lebih pendek dari umur jagung.
Berganti-ganti Ayesha melihat wajah ammah yang basah air mata, lalu senyum dari bibir Ayyash yang tak henti melantunkan hamdalah. Di depan Ayesha, Ayyash tampak begitu bahagia, karena tiga hari, sebelum tugas itu dilaksanakan, ia berhasil menemukan pengantinnya. Seorang bidadari dalam perjuangan yang ia hormati, dan kagumi kekuatan mental maupun fisiknya. Ya, Ayesha. Mereka masih bertatapan. Saling menyunggingkan senyum. Ayesha yang
Wajahnya masih sering bersemu dadu, tampak sangat cantik di mata Ayyash. Pengantinnya, bidadarinya.....kata-kata itu diulangnya berkali-kali dalam hati. Namun betapapun cantiknya Ayesha, Ayyash tak hendak melanggar janji yang ditekadkan jauh dalam sanubarinya. "Ayesha.....saya tak menginginkanmu, bukan karena saya tak menghormatimu." Senyum Ayesha surut. Matanya yang gemintang menatap Ayyas tak berkedip, menunggu kelanjutan kalimat lelaki itu. Ini malam pertama mereka, dan setelah ini, tak akan ada malam-malam lain. Besok selepas waktu dhuha, lelaki itu akan menemukan penggal akhir hidupnya, menemui kekasih sejati. Allah Rabbul Izzati. Tak layakkah Ayesha memberikan yang terbaik baginya ?
Bagi ia yang akan menjelang syahid ? Pendar di mata Ayesha luluh. Ayyash mendongakkan dagunya, tangannya yang lain menggenggam jari-jari panjang Ayesha, seakan mengerti isi hati
istrinya.
"Saya mencintaimu, Ayesha. Dan saya meridhai semua yang telah dan akan Ayesha lakukan selama kebersamaan ini dan setelah saya pergi. Saya percaya dan berdoa, Allah akan memberimu seorang suami yang lebih baik, selepas kepergian saya." Ayesha tersenyum. Menyembunyikan hatinya yang masih gemuruh. Seandainya ia bisa menceritakannya pada Ayyash. Tapi ia tak sanggup. "Tak apa. Saya mengerti." Cuma itu yang bisa dikatakannya pada Ayyash. Suasana sekitar hening. Langit tanpa bulan tak mempengaruhi kebahagiaan di hati Ayyash. Bulan, baginya, malam ini telah menjelma pada kerelaan dan keikhlasan istrinya.
"Saya ingin, Ayesha bisa mendapatkan yang terbaik." Lelaki itu melanjutkan kalimatnya. "Dan karenanya saya merasa wajib menjaga kehormatanmu. Kita bicara saja, ya ? Ceritakan sesuatu yang saya tak tahu, Ayesha." Ayesha menatap mata Ayyash, lagi. Disana ia bisa melihat kegarangan dan keteduhan melebur satu. Sambil ia berpikir keras apa yang bisa ia ceritakan pada lelaki itu ? Tak lama dari bibir wanita itu meluncur cerita-cerita lucu tentang masa kecil mereka. Canda teman-teman mainnya, dan kegugupannya saat pertama berhadapan dengan Ayyash. Juga jari-jari tangannya yang berkeringat saat ia mencium tangan Ayyash pertama kali.
Betapa ia hampir terjatuh karena kram, akibat duduk terlalu lama, ketika mencoba bangun menyambut orang-orang yang datang menyalami mereka tadi pagi. Di antara senyum dan derai tawa suaminya, Ayesha masih berpikir tentang lelaki yang duduk di hadapannya. Sungguh, ia ingin membahagiakan Ayyash, dengan cara apapun. Melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Ayyash, membuat Ayesha tak habis pikir. Kenapa kebahagiaan orang lain, bisa membuatnya begitu bahagia ? Tapi inilah kebahagiaan itu, bisiknya sesaat setelah mereka menyelesaikan sholat malam dan tilawah bersama. Kali pertama dan terakhir. Kebahagiaan bukan pada umurnya, tapi pada esensi kata bahagia. Dan Ayesha belum pernah sebahagia itu sebelumnya.
Mereka masih belum bosan menatap satu sama lain, dan berpegangan tangan. Saat ia merebahkan diri di dada Ayash setelah sholat subuh, lelaki itu tak menolak.
"Biarkan saya berbakti padamu, Ayyash"
Ia ingat Ayyash menundukkan wajah dalam, seperti berpikir keras, sebelum kemudian mengangguk dan menerimanya. Beberapa jam lagi, Ayesha menghitung dalam hati. Kedua matanya memandangi wajah Ayyash yang pulas di depannya. Tinggal beberapa jam lagi, dan mereka akan tinggal kenangan. Dirinya dalam kenangan Ayyash, Ayyash dalam kenangan orang-orang sekitarnya. Ketika fajar mulai menampakkan diri, Ayesha yang telah rapi, kembali menatap Ayyash yang tertidur pulas, mencium kening dan tangan lelaki itu, sebelum meninggalkan rumah dengan langkah pelan.
***
Ia terbangun oleh gedoran di pintu. Pukul setengah tujuh pagi. Kerumunan di depan rumahnya. pagi pertama pernikahan mereka. Ada apa ? "Ayyash....istrimu, Ayesha." Ada titik air meruah di wajah ammah Ayesha. Lalu suara-suara gemang berdengung. Saling meningkahi, semua seperti tak sabar menyampaikan berita itu padanya.
"Setengah jam yang lalu, Ayyash. Ledakan...Ayesha yang melakukannya..."
"Gudang peluru itu. Bunyi...bagaimana kau bisa tak mendengar ?"
Ayyash merasa tubuhnya mengejang. Istrinya.....Ayesha mendahuluinya ? Kepalan tangannya mengeras. Mengenang semua keceriaan dan kejenakaannya, serta upaya Ayesha membahagiakannya semalam. Jadi....Masya Allah !
Istrinya kini....benar-benar bidadari.
Pikiran itu menghapuskan rasa sedih yang sesaat tadi mencoba menguasai hatinya. meski senyum kehilangan belum lepas dari wajah lelaki itu, sewaktu ia undur diri, dari kerumunan di depan rumah.
Keramaian yang sama masih menantinya dengan sabar, ketika tak lama kemudian lelaki itu berkemas, lalu dengan ketenangan yang tak terusik, melangkahkan kakinya meninggalkan rumah.
Waktunya tinggal sebentar. Tentara Israel pasti akan melakukan patroli kemari, sesegera mungkin, setelah apa yang dilakukan Ayesha. Ia harus segera pergi. Ayyash mempercepat langkahnya. teman-temannya sudah menunggu di dalam jip terbuka yang membawa mereka berempat.
Sepanjang jalan, tak ada kata-kata. semua melarutkan diri dalam zikir dan memutihkan niatan. Opearsi hari ini rencananya akan menghancurkan salah satu pusat militer Israel di daerah perbatasan. Memimpin paling depan, langkah Ayyash sedikitpun tak digelayuti keraguan, saat diam-diam mereka menyusup. Allah memberinya bidadari, dan tak lama lagi, ia akan menyusulnya.
Pikiran bahagianya bicara. Ayyash tersenyum, mengaktifkan alat peledak yang meliliti badannya. Ini, untuk perjuangan...
Dan bumi yang terharu atas perjuangan anak-anaknya, pun meneteskan air mata.
Hujan pertama pagi itu, untuk Ayyash dan Ayesha.
Asma Nadia, Sabili No. 01 Th X Juli 2002.
"Ya.."
"Tentu", jawab Ayesha tanpa ragu.
"Pertimbangkan dulu. Jangan cepat ambil keputusan." Bibinya berkata benar. Ayesha sedikit tersipu, tangannya membenahi abaya yang dipakainya dengan rikuh.
"Dengan siapa, Ammah ?"
Wajah lembut itu tiba-tiba mengeras. Kedua matanya mendadak meyembung. Mungkin karena air mata yang siap turun, entah kenapa. Luapan bahagiakah, karena keponakannya yang diurus sejak kecil ini akhirnya ada yang meminang ? Ayesha menunggu jawaban dari ammahnya. Tapi beberapa kejap hanya dilalui gelombang senyap.
"Ammah....dengan siapa ?"
Pandangan tajam wanita berumur itu menembus bola mata Ayesha. Seperti menimbang-nimbang kesiapan keponakan yang dicintainya itu, menikah. Ayesha membalas pandang, lebih karena ia tak mengerti kenapa pernikahan, kalau memang itu yang akan terjadi padanya, tak disambut ammah dengan riang, seperti pernikahan pada umumnya.
"Dengan Ayyash !"
Ayyash ?
Ammah mengangguk. Wajahnya pucat, namun terkesan lega. Biarlah.....biarlah Ayesha yang memutuskan....ini hidupnya.
Suara hati wanita itu bicara.
Di depannya tubuh Ayesha seperti kaku. Seolah tak percaya. Senang, tapi juga tahu apa yang akan dihadapinya. Berita itu mungkin benar. Yang jadi pertanyaan, siapakah dia ? "Kau pikirkan dulu, ya ? Ia memberi waktu sampai tiga hari. Katanya lebih cepat lebih baik." Ayesha masih tak bergerak. Pandangannya menembus jendela, meyisiri rumah- rumah di lingkungannya, dan debu tebal yang terembus di jalan.
Pernikahan....sungguh penantian semua gadis. Dengan Ayyash pula, siapa yang keberatan ? Tapi semua pun tahu, apa arti sebuah pernikahan di Palestina. Tantangan, perjuangan lain yang membutuhkan kesiapan lebih besar. Terutama bagi setiap gadis, yang menikahi pemuda pejuang macam Ayyash!
***
Dulu sekali, sewaktu kecil, ia tak memungkiri, kerap memperhatikan Ayyash dan teman-temannya dari balik kerudung yang biasa ditutupkan ke wajah, jika mereka kebetulan berpapasan. Mereka bertetangga. Begitulah Ayesha mengenal Ayyash, dan melihat bocah lelaki yang usianya lebih tua lima tahun darinya, tumbuh dewasa.
Ayah Ayyash salah satu pemegang pimpinan tertinggi di Hamas, sebelum tewas dalam aksi penyerangan markas tentara Israel. Ibunya, memimpin para wanita Palestina dalam berbagai kesempatan, mencegat, dan mengacaukan barisan tentara Yahudi, yang sedang melakukan pengejaran atas pejuang intifadah.
Mereka biasa muncul tiba-tiba dari balik tikungan yang sepi, atau memadat di pasar-pasar, dan menyulitkan pasukan Israel yang mencari penyusup. Bukan tanpa resiko, karena semua pun tahu, para tentara itu tak menaruh kasihan pada perempuan, atau anak-anak. Para perempuan yang bergabung, menyadari betul apa yang mereka hadapi. terkena tamparan atau tendangan, bahkan popor senapan, hingga tubuh mengucurkan darah, bahkan terlepas nyawa, adalah taruhannya.
Ayesha sejak lima tahun yang lalu, tak pernah meninggalkan satu kalipun aksi yang diadakan. Ia iri dengan para lelaki yang mendapat kesempatan lebih memegang senjata. Itu sebabnya gadis berkulit putih kemerahan itu, tak ingin kehilangan kesempatan jihadnya, sejak usia belia.
Tiga tahun lalu, ketika ibunda Ayyash syahid, dalam satu aksinya, setelah sebuah peluru mendarat di dahinya, mereka semua datang, juga Ayesha, untuk menyalatkan wanita pejuang itu. Pedihnya kehilangan ummi, Ayesha menyadari perasaan berduka yang bagaimanapun memang manusiawi. Begitu kagumnya ia melihat ketegaran Ayyash, mengatur semua prosesi, hingga tanah menutup dan memisahkannya dari ibunda tercinta. Tak ada sedu sedan, tak ada air mata. Hanya doa yang terucap tak putus. begitulah Ayyash menghadapi kehilangan abi, saudara-saudara lelakinya, adik perempuannya yang paling kecil, lalu terakhir ummi yang dikasihi. Begitu pula yang dipahami Ayesha, cara pejuang menghadapi kematian keluarga yang mereka cintai.
Dan kini, Ayesha dua puluh dua tahun. masih menyimpan pendar kekaguman dan simpati yang sama bagi Ayyash. Bocah lelaki bermata besar itu sudah menjelma menjadi lelaki gagah, dengan kulit merah kecoklatan, hidung bangir, dan mata setajam elang. Semangat perjuangan dan ketabahan lelaki itu sungguh luar biasa. Sewaktu kedua abangnya melakukan aksi bom bunuh diri, meledakkan gudang logistik Israel, ia hanya mengucapkan innalillahi, sebelum bangkit dan menggemakan Allahu Akbar, saat memasuki rumah, dan mengabarkan berita itu pada umminya.
Lalu ketika Fatimah, adiknya yang berpapasan dengan tentara, diperkosa, dan dibunuh sebelum dilemparkan ke jalan dengan tubuh tercabik-cabik. Ayyash masih setabah sebelumnya. Padahal siapapun tahu, cintanya pada Fatimah, bungsu di keluarga mereka.
Ayesha tak mengerti terbuat dari apa hati lelaki itu. Setelah semua kehilangan, tak ada dendam yang lalu membuatnya membabi buta atau meluapkan amarah dengan makian kotor. Ayyash menerima semua itu dengan keikhlasan luar biasa. Hanya matanya yang sesekali masih berkilat, saat ada yang menyebut nama adiknya. Di luar itu, hanya keshalihan, dan ketaatannya pada koordinasi gerak Hamas, yang kian bertambah. Begitu, dari hari ke hari.
***
Mereka berhadapan. Pertama kali dalam hidupnya ia bisa bebas menatap wajah lelaki itu dari jarak dekat. Ayyash yang tenang. Hanya bibirnya yang menyunggingkan senyum lebih sering, sejak ijab kabul diucapkan, meresmikan keberadaan keduanya.
Ayyash yang tenang dan hati Ayesha yang bergemuruh. Bukan saja karena kebahagiaan yang meluap-luap, tapi oleh sesuatu yang lain. Sebetulnya hal itu ingin disampaikannya pada lelaki yang kini telah menjadi suaminya.
Namun saat terbayang apa yang telah dihadapi Ayyash, dan senyum yang dilihatnya pertama kali begitu cerah. Batin Ayesha urung. Biarlah....nanti-nanti saja, atau tidak sama sekali, pikirnya. Ia tak mau ada yang merisaukan hati lelaki itu, terlebih karena waktu yang mereka miliki tak banyak. Bahkan sebentar sekali. Dua hari lalu, Ayyash sendiri yang meyampaikan kebenaran berita itu, niatan lelaki berusia dua puluh tujuh tahun, yang sudah selama dua pekan ini dibicarakan dari mulut ke mulut.
"Ayyash mencari istri ?"
"Ia akan menikah secepatnya, akhirnya "
"Tapi siapa yang akan menerima pernikahan berusia sehari semalam ?" Percakapan gadis-gadis di lingkungan mereka. Awalnya Ayesha tak mengerti.
"Kenapa sehari semalam ?", tanyanya pada ammahnya.
"Sebab, lelaki itu sudah menentukan hari kematiannya, Ayesha. Kini tinggal sepekan lagi. Waktunya hampir habis." Ayesha ingat ia tiba-tiba menggigit bibir menahan sesak yang tiba-tiba melanda. Ayyash pasti sudah menyanggupi melakukan aksi bom bunuh diri, seperti dua saudaranya dahulu. Cuma itu alasan yang bisa diterima, kenapa pejuang yang selama ini terkesan tak peduli dan tak pernah memikirkan untuk menikah, tiba-tiba seolah tak sabar untuk segera menikah. "Saya ingin menghadap Allah, yang telah memberi begitu banyak kemuliaan pada diri dan keluarga saya, dalam keadaan sudah menyempurnakan separuh agama. Kalimat panjang lelaki itu, wajahnya yang menunduk, dan rahangnya yang terkatup rapat. Menunggu jawaban darinya. Ayesha merekam semua itu dalam ingatannya. Dua hari lalu, saat khitbah dilangsungkan. "Ya...."jawabannya memecah kesunyian. Ammah serta merta memeluknya dengan wajah berurai air mata. Bahagia berbaur kesedihan atas keputusan Ayesha. Membayangkan keponakannya yang selalu dibanggakan karena semangatnya yang tak pernah turun, akan menjalani pernikahan. Yang malangnya, bahkan lebih pendek dari umur jagung.
Berganti-ganti Ayesha melihat wajah ammah yang basah air mata, lalu senyum dari bibir Ayyash yang tak henti melantunkan hamdalah. Di depan Ayesha, Ayyash tampak begitu bahagia, karena tiga hari, sebelum tugas itu dilaksanakan, ia berhasil menemukan pengantinnya. Seorang bidadari dalam perjuangan yang ia hormati, dan kagumi kekuatan mental maupun fisiknya. Ya, Ayesha. Mereka masih bertatapan. Saling menyunggingkan senyum. Ayesha yang
Wajahnya masih sering bersemu dadu, tampak sangat cantik di mata Ayyash. Pengantinnya, bidadarinya.....kata-kata itu diulangnya berkali-kali dalam hati. Namun betapapun cantiknya Ayesha, Ayyash tak hendak melanggar janji yang ditekadkan jauh dalam sanubarinya. "Ayesha.....saya tak menginginkanmu, bukan karena saya tak menghormatimu." Senyum Ayesha surut. Matanya yang gemintang menatap Ayyas tak berkedip, menunggu kelanjutan kalimat lelaki itu. Ini malam pertama mereka, dan setelah ini, tak akan ada malam-malam lain. Besok selepas waktu dhuha, lelaki itu akan menemukan penggal akhir hidupnya, menemui kekasih sejati. Allah Rabbul Izzati. Tak layakkah Ayesha memberikan yang terbaik baginya ?
Bagi ia yang akan menjelang syahid ? Pendar di mata Ayesha luluh. Ayyash mendongakkan dagunya, tangannya yang lain menggenggam jari-jari panjang Ayesha, seakan mengerti isi hati
istrinya.
"Saya mencintaimu, Ayesha. Dan saya meridhai semua yang telah dan akan Ayesha lakukan selama kebersamaan ini dan setelah saya pergi. Saya percaya dan berdoa, Allah akan memberimu seorang suami yang lebih baik, selepas kepergian saya." Ayesha tersenyum. Menyembunyikan hatinya yang masih gemuruh. Seandainya ia bisa menceritakannya pada Ayyash. Tapi ia tak sanggup. "Tak apa. Saya mengerti." Cuma itu yang bisa dikatakannya pada Ayyash. Suasana sekitar hening. Langit tanpa bulan tak mempengaruhi kebahagiaan di hati Ayyash. Bulan, baginya, malam ini telah menjelma pada kerelaan dan keikhlasan istrinya.
"Saya ingin, Ayesha bisa mendapatkan yang terbaik." Lelaki itu melanjutkan kalimatnya. "Dan karenanya saya merasa wajib menjaga kehormatanmu. Kita bicara saja, ya ? Ceritakan sesuatu yang saya tak tahu, Ayesha." Ayesha menatap mata Ayyash, lagi. Disana ia bisa melihat kegarangan dan keteduhan melebur satu. Sambil ia berpikir keras apa yang bisa ia ceritakan pada lelaki itu ? Tak lama dari bibir wanita itu meluncur cerita-cerita lucu tentang masa kecil mereka. Canda teman-teman mainnya, dan kegugupannya saat pertama berhadapan dengan Ayyash. Juga jari-jari tangannya yang berkeringat saat ia mencium tangan Ayyash pertama kali.
Betapa ia hampir terjatuh karena kram, akibat duduk terlalu lama, ketika mencoba bangun menyambut orang-orang yang datang menyalami mereka tadi pagi. Di antara senyum dan derai tawa suaminya, Ayesha masih berpikir tentang lelaki yang duduk di hadapannya. Sungguh, ia ingin membahagiakan Ayyash, dengan cara apapun. Melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Ayyash, membuat Ayesha tak habis pikir. Kenapa kebahagiaan orang lain, bisa membuatnya begitu bahagia ? Tapi inilah kebahagiaan itu, bisiknya sesaat setelah mereka menyelesaikan sholat malam dan tilawah bersama. Kali pertama dan terakhir. Kebahagiaan bukan pada umurnya, tapi pada esensi kata bahagia. Dan Ayesha belum pernah sebahagia itu sebelumnya.
Mereka masih belum bosan menatap satu sama lain, dan berpegangan tangan. Saat ia merebahkan diri di dada Ayash setelah sholat subuh, lelaki itu tak menolak.
"Biarkan saya berbakti padamu, Ayyash"
Ia ingat Ayyash menundukkan wajah dalam, seperti berpikir keras, sebelum kemudian mengangguk dan menerimanya. Beberapa jam lagi, Ayesha menghitung dalam hati. Kedua matanya memandangi wajah Ayyash yang pulas di depannya. Tinggal beberapa jam lagi, dan mereka akan tinggal kenangan. Dirinya dalam kenangan Ayyash, Ayyash dalam kenangan orang-orang sekitarnya. Ketika fajar mulai menampakkan diri, Ayesha yang telah rapi, kembali menatap Ayyash yang tertidur pulas, mencium kening dan tangan lelaki itu, sebelum meninggalkan rumah dengan langkah pelan.
***
Ia terbangun oleh gedoran di pintu. Pukul setengah tujuh pagi. Kerumunan di depan rumahnya. pagi pertama pernikahan mereka. Ada apa ? "Ayyash....istrimu, Ayesha." Ada titik air meruah di wajah ammah Ayesha. Lalu suara-suara gemang berdengung. Saling meningkahi, semua seperti tak sabar menyampaikan berita itu padanya.
"Setengah jam yang lalu, Ayyash. Ledakan...Ayesha yang melakukannya..."
"Gudang peluru itu. Bunyi...bagaimana kau bisa tak mendengar ?"
Ayyash merasa tubuhnya mengejang. Istrinya.....Ayesha mendahuluinya ? Kepalan tangannya mengeras. Mengenang semua keceriaan dan kejenakaannya, serta upaya Ayesha membahagiakannya semalam. Jadi....Masya Allah !
Istrinya kini....benar-benar bidadari.
Pikiran itu menghapuskan rasa sedih yang sesaat tadi mencoba menguasai hatinya. meski senyum kehilangan belum lepas dari wajah lelaki itu, sewaktu ia undur diri, dari kerumunan di depan rumah.
Keramaian yang sama masih menantinya dengan sabar, ketika tak lama kemudian lelaki itu berkemas, lalu dengan ketenangan yang tak terusik, melangkahkan kakinya meninggalkan rumah.
Waktunya tinggal sebentar. Tentara Israel pasti akan melakukan patroli kemari, sesegera mungkin, setelah apa yang dilakukan Ayesha. Ia harus segera pergi. Ayyash mempercepat langkahnya. teman-temannya sudah menunggu di dalam jip terbuka yang membawa mereka berempat.
Sepanjang jalan, tak ada kata-kata. semua melarutkan diri dalam zikir dan memutihkan niatan. Opearsi hari ini rencananya akan menghancurkan salah satu pusat militer Israel di daerah perbatasan. Memimpin paling depan, langkah Ayyash sedikitpun tak digelayuti keraguan, saat diam-diam mereka menyusup. Allah memberinya bidadari, dan tak lama lagi, ia akan menyusulnya.
Pikiran bahagianya bicara. Ayyash tersenyum, mengaktifkan alat peledak yang meliliti badannya. Ini, untuk perjuangan...
Dan bumi yang terharu atas perjuangan anak-anaknya, pun meneteskan air mata.
Hujan pertama pagi itu, untuk Ayyash dan Ayesha.
Asma Nadia, Sabili No. 01 Th X Juli 2002.
Kado Pernikahan
Walaupun resepnya sudah agak lama, tapi masih enak kok kl di angetin lagi dalam oven.
Resep kue ini untuk sahabatku Dodo dan Elisa yang akan menggenapkan setengah dien-nya. Semoga keberkahan terlimpah atas kalian berdua dan doakan semoga aku bisa segera menyusul.
Bagi yang sudah menikah, kue perkawinan ini diperlukan untuk mengingatkan & direnungkan.
Bagi yang belum menikah kue ini untuk bahan masukan, supaya jangan salah adonan.
Silahkan mencoba !!!
KUE PERKAWINAN
Bahan :
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.
Bumbu:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
5 kali ibadah/hari
Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.
Tips:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
- Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
- Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit didepan penghulu.
- Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
- Kue siap dinikmati.
Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven ber merek "Tempat Ibadah".
Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin semuanya halal koq!.
Resep kue ini untuk sahabatku Dodo dan Elisa yang akan menggenapkan setengah dien-nya. Semoga keberkahan terlimpah atas kalian berdua dan doakan semoga aku bisa segera menyusul.
Bagi yang sudah menikah, kue perkawinan ini diperlukan untuk mengingatkan & direnungkan.
Bagi yang belum menikah kue ini untuk bahan masukan, supaya jangan salah adonan.
Silahkan mencoba !!!
KUE PERKAWINAN
Bahan :
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.
Bumbu:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
5 kali ibadah/hari
Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.
Tips:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
- Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
- Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit didepan penghulu.
- Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
- Kue siap dinikmati.
Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven ber merek "Tempat Ibadah".
Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin semuanya halal koq!.
Saturday, September 23, 2006
itu anak siapa ya
Assalamualaykum wr wb
ini cerita beberapa minggu lalu sebenarnya, ini anak kerjanya jd tukang semir, tp tdk mau dkasih uang kecuali kita minta semirkan sama dia septu sama sendal. mau dkasih snack2 ringan juga dianya g mau , susah cari anak yg begini. lalu dtwrkan kakaku pekerja'an jd bersih2 kantor, aku bilang tanya dulu pendapatan dia, siapa tau pendapatan dia lebih banyak. heheh, ternyata dr hasil semir dia dpt penghasilan perhari sampai 100rb, wow, Alhamdulillah.
beda sekali dengan anak2 yg ada di emperan dan lampu2 merah, atw istilahnya anak2 gepeng yg cuman bisa minta2. SALUT BUAT MU ADIKKU, SALUT BUAT IBUMU YG MENGAJARKAN MENJAGA DIRI MU DR PEMINTA-MINTA.
ini cerita beberapa minggu lalu sebenarnya, ini anak kerjanya jd tukang semir, tp tdk mau dkasih uang kecuali kita minta semirkan sama dia septu sama sendal. mau dkasih snack2 ringan juga dianya g mau , susah cari anak yg begini. lalu dtwrkan kakaku pekerja'an jd bersih2 kantor, aku bilang tanya dulu pendapatan dia, siapa tau pendapatan dia lebih banyak. heheh, ternyata dr hasil semir dia dpt penghasilan perhari sampai 100rb, wow, Alhamdulillah.
beda sekali dengan anak2 yg ada di emperan dan lampu2 merah, atw istilahnya anak2 gepeng yg cuman bisa minta2. SALUT BUAT MU ADIKKU, SALUT BUAT IBUMU YG MENGAJARKAN MENJAGA DIRI MU DR PEMINTA-MINTA.
Wednesday, August 16, 2006
isi ceramah
assalamualaykum wr wb
ujar habar nya ceramah td siang, amun kd salah, masalah siksa kubur lawan neraka, nah jar tuan guru td, jaka nya kw tuh, kedida neraka, siksa kubur aja gin sudah lucut banar kita nih, maka amun sembahyang 5x sehari gen, knp kah sudah pina rasa masuk syurga, jaka pang nang sunah nya tgawi bubuhan kita nih, asa pina cukup aja sembahyg 5x sehari, mana kd sungsung pulang sembahyg nya, inya dganggu setan tuh pang, yg bgawi dwas-wasi masalah rugi, soalnya tutup amun sembahyg bjama'ah, nang sembahyg bjama'ah gen bisa dganggu setan jua , kena keingatan kunci lah ketinggalan di peuduan, keingatan toko lah kd begembok. nah, kita babulik pulang seandainya kedida neraka, jar sidin td, siksa kubur tuh, jakanya awak kita nih bebisul ganal di harit sampai kiamat, "sakit kah kada jar" , kd usah membayang akan yg ganal, yg halus2 aja, awak kita di cucuki pakai jarum yg paling halus gin"cuk-cuk-cuk" sampai kiamat, kypa rasanya, "maginya nang dpukul dpalu sehari-hari" jadinya, pesan sidin td tuh, jgn menggawi sembahyg aja, tp yg sunah nya jua, ini aja gen dulu nah, panat tangan aku dah.
wassalamualaykum wr wb
ujar habar nya ceramah td siang, amun kd salah, masalah siksa kubur lawan neraka, nah jar tuan guru td, jaka nya kw tuh, kedida neraka, siksa kubur aja gin sudah lucut banar kita nih, maka amun sembahyang 5x sehari gen, knp kah sudah pina rasa masuk syurga, jaka pang nang sunah nya tgawi bubuhan kita nih, asa pina cukup aja sembahyg 5x sehari, mana kd sungsung pulang sembahyg nya, inya dganggu setan tuh pang, yg bgawi dwas-wasi masalah rugi, soalnya tutup amun sembahyg bjama'ah, nang sembahyg bjama'ah gen bisa dganggu setan jua , kena keingatan kunci lah ketinggalan di peuduan, keingatan toko lah kd begembok. nah, kita babulik pulang seandainya kedida neraka, jar sidin td, siksa kubur tuh, jakanya awak kita nih bebisul ganal di harit sampai kiamat, "sakit kah kada jar" , kd usah membayang akan yg ganal, yg halus2 aja, awak kita di cucuki pakai jarum yg paling halus gin"cuk-cuk-cuk" sampai kiamat, kypa rasanya, "maginya nang dpukul dpalu sehari-hari" jadinya, pesan sidin td tuh, jgn menggawi sembahyg aja, tp yg sunah nya jua, ini aja gen dulu nah, panat tangan aku dah.
wassalamualaykum wr wb
Tuesday, August 15, 2006
nah loooo, bingung cara membujuk
assalamualaykum wr wb
keputusannya, saya dterima di ushuluddin, bagian tafsir hadist
tp, ada tapinya :(( (bikin sedih aja) harus mondok 1tahun dsana, abah aku g bakal membolehkan, dan katanya, ini adalah wajib bagi angkatan muda, g tau lagi deh, jd patah arang/semangat, semoga Allah SWT membuka kan hati untuk ke dua orang tua ku(ALLAHUMA AMIN).
nah lo, ada ospek :(( , dr tgl 17 Agustus sampai tgl 21
dr pagi sampai mlm, kalo g ikut ospek, g boleh ikut ldk kampus :((, kalo g ikut ldk sama juga bohong saya kuliah, bergaul dgn org yg bukan lembaga dakwah, saya kan dah tamat kuliah, kuliah di iain untuk belajar agama sama bergaul dgn org2 sholeh,
bukankah yg tdk tampak(syurga) itu jauh lebih baik dr yg tampak(hayooo ayat n surah brp), jangan lah menukar dunia mu dgn akhirat, tp org tua yg tdk mengijinkan :((.
teman2. aku perlu doa nih, wassalamualaykum wr wb
keputusannya, saya dterima di ushuluddin, bagian tafsir hadist
tp, ada tapinya :(( (bikin sedih aja) harus mondok 1tahun dsana, abah aku g bakal membolehkan, dan katanya, ini adalah wajib bagi angkatan muda, g tau lagi deh, jd patah arang/semangat, semoga Allah SWT membuka kan hati untuk ke dua orang tua ku(ALLAHUMA AMIN).
nah lo, ada ospek :(( , dr tgl 17 Agustus sampai tgl 21
dr pagi sampai mlm, kalo g ikut ospek, g boleh ikut ldk kampus :((, kalo g ikut ldk sama juga bohong saya kuliah, bergaul dgn org yg bukan lembaga dakwah, saya kan dah tamat kuliah, kuliah di iain untuk belajar agama sama bergaul dgn org2 sholeh,
bukankah yg tdk tampak(syurga) itu jauh lebih baik dr yg tampak(hayooo ayat n surah brp), jangan lah menukar dunia mu dgn akhirat, tp org tua yg tdk mengijinkan :((.
teman2. aku perlu doa nih, wassalamualaykum wr wb
Wednesday, June 28, 2006
DETIK-DETIK ROSULULLAH MENGHADAPI SAKARATUL MAUT
Ada sebuah kisah tentang cinta
yang benar-benar cinta
yang dicontohkan Allah
melalui kehidupan Rosul-Nya
> Pagi itu, walaupun langit telah menguning,
> burung-burung gurun enggan mengepakan sayap.
> Pagi itu, Rosulullah dengan suara terbatas memberikan
> khutbah,
> Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya.
> Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya
> Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Quran dan Sunnahku
> Barang siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintai
> aku dan
> khaliqnya.
> Orang-orang yang mencintai aku akan masuk surga
> bersama-samaku
>
> khutbah singkat itu diakhiri,
> dengan pandangan mata Rosulullah yang tajam
> dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
> Abu Bakar menatap mata itu tanpa kata-kata,
> umar dadanya turun naik menahan nafas dan tangisnya,
> Usman menghela nafas panjang dan
> Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
> Isyarat itu telah datang, saatnya telah tiba.
> rosulullah akan meninggalkan kita semua,
> keluh hati semua sahabat ketika itu.
> Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya
> di dunia.
> Tanda-tanda itu semakin kuat
> Tatkala Ali dan Fadhal dengan cerdas menangkap
> Rosulullah yang berkeadaan lemah
> dan goyah ketika turun dari mimbar.
> Disaat itu, jika mampu, seluruh sahabat yang hadir di
>sana
> pasti akan menahan detik-detik berlalu.
> Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rosulullah masih
> tertutup.
> sedang di dalamnya, Rosulullah sedang terbaring lemah
> dengan keningnya yang berkeringat
> dam membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
>
>
> Tiba-tiba di luar pintu terdengar seseorang berseru
> mengucapkan salam
> "Bolehkah saya masuk"? tanyanya
> tapi Fatimah tidak mengijinkannya masuk
> "maafkanlah ayahku sedang demam"
> kata Fatimah yang membalikan badannya dan menutup pintu
> Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata
> sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah,
> "siapakah itu wahai anakku?...""Tak taulah ayah",
> orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,
> tutur Fatimah lembut
>
> Lalu, Rosulullah menatap putrinya itu
> dengan pandangan yang menggetarkan
> seolah-olah bagian demi bagian
> wajah anaknya itu hendak dikenang
>
> Ketahuilah dialah yang menghapuskan kenikmatan
>sementara.
>
> Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia
> Dialah malaikat maut, kata Rosulullah
>
>Fatimah pun menahan ledakan tangisnya
> Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rosulullah
> menanyakan
> kenapa Jibril tidak ikut serta menyertaimu
> Kemudian di panggilah Jibril yang sebelumnya telah
>bersiap
>
> Diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah
>
> dan penghulu dunia ini
>
> Jibril, Jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?
> tanya Rosulullah dengan suara yang amat lemah
>
> pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah
> menanti ruh mu
> Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu, kata
> Jibril
> Tapi itu ternyata tidak membuat Rosulullah lega
> mata beliau penuh kecemasan
> Engkau tidak senang mendengar kabar ini? tanya Jibril
> lagi.
> Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?
>
> Jangan kuatir, wahai Rosul Allah,
>
> Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
>
> "Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat
>Muhammad,
>
> yang telah berada didalamnya", kata Jibril
>
> Detik-detik semakin dekat, saatnya Izjrail melaksanakan
> tugas
> pelahan ruh Rosulullah ditarik
> nampak seluruh tubuh bersimbah peluh, urat-urat leher
> menegang
> Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini,
> Perlahan Rosulullah mengaduh
>
>...........Fatimah terpejam..............
>.........Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam........
>..................sedang Jibril memalingkan muka.................
> Jijikah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?
> tanya Rosulullah pada malaikat pengantar wahyu itu
>
> "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal"
> kata Jibril
>
> Sebentar kemudian terdengar.........
> Rosulullah memekik, karena sakit yang tidak tertahan lagi
>
> "Ya Allah, dahsyatnya maut ini, timpakan saja semua ini kepadaku
> jangan pada umatku"
>
> Badan Rosulullah mulai dingin,
> kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi
> bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,
.......Ali segera mendekatkan telinganya..........
> Uushikum bis shalati, wa maa malakat aimanikum
> peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantaramu
> Diluar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan
> sahabat saling berpelukan
>Fatimah menutup tangan diwajahnya
> Ali kembali mendekatkan telinga ke bibir Rosulullah
> yang mulai kebiruan
>
> Ummatii, ummatii, ummatii.....
>
> umatku, umatku, umatku.....
>
> dan berakhirlah hidup manusia mulia
> yang memberi sinaran seluruh dunia.
> Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
>
> Allhumma sholi ala muhammad wa barik wa salim alaihi
> betapa cintanya Rosulullah kepada kita
> betapa kasihnya baginda Rosul kepada kita
> Justru sampaikan kepada sahabat-sahabat muslim lainya
> agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan Rosulnya
> seperti Allah dan Rosulnya mencintai kita
>
> Karena sesungguhnya selain dari pada itu hanyalah fana
> belaka.
nb : dr temen via email (akhi aris)
yang benar-benar cinta
yang dicontohkan Allah
melalui kehidupan Rosul-Nya
> Pagi itu, walaupun langit telah menguning,
> burung-burung gurun enggan mengepakan sayap.
> Pagi itu, Rosulullah dengan suara terbatas memberikan
> khutbah,
> Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya.
> Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya
> Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Quran dan Sunnahku
> Barang siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintai
> aku dan
> khaliqnya.
> Orang-orang yang mencintai aku akan masuk surga
> bersama-samaku
>
> khutbah singkat itu diakhiri,
> dengan pandangan mata Rosulullah yang tajam
> dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
> Abu Bakar menatap mata itu tanpa kata-kata,
> umar dadanya turun naik menahan nafas dan tangisnya,
> Usman menghela nafas panjang dan
> Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
> Isyarat itu telah datang, saatnya telah tiba.
> rosulullah akan meninggalkan kita semua,
> keluh hati semua sahabat ketika itu.
> Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya
> di dunia.
> Tanda-tanda itu semakin kuat
> Tatkala Ali dan Fadhal dengan cerdas menangkap
> Rosulullah yang berkeadaan lemah
> dan goyah ketika turun dari mimbar.
> Disaat itu, jika mampu, seluruh sahabat yang hadir di
>sana
> pasti akan menahan detik-detik berlalu.
> Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rosulullah masih
> tertutup.
> sedang di dalamnya, Rosulullah sedang terbaring lemah
> dengan keningnya yang berkeringat
> dam membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
>
>
> Tiba-tiba di luar pintu terdengar seseorang berseru
> mengucapkan salam
> "Bolehkah saya masuk"? tanyanya
> tapi Fatimah tidak mengijinkannya masuk
> "maafkanlah ayahku sedang demam"
> kata Fatimah yang membalikan badannya dan menutup pintu
> Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata
> sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah,
> "siapakah itu wahai anakku?...""Tak taulah ayah",
> orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,
> tutur Fatimah lembut
>
> Lalu, Rosulullah menatap putrinya itu
> dengan pandangan yang menggetarkan
> seolah-olah bagian demi bagian
> wajah anaknya itu hendak dikenang
>
> Ketahuilah dialah yang menghapuskan kenikmatan
>sementara.
>
> Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia
> Dialah malaikat maut, kata Rosulullah
>
>Fatimah pun menahan ledakan tangisnya
> Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rosulullah
> menanyakan
> kenapa Jibril tidak ikut serta menyertaimu
> Kemudian di panggilah Jibril yang sebelumnya telah
>bersiap
>
> Diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah
>
> dan penghulu dunia ini
>
> Jibril, Jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?
> tanya Rosulullah dengan suara yang amat lemah
>
> pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah
> menanti ruh mu
> Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu, kata
> Jibril
> Tapi itu ternyata tidak membuat Rosulullah lega
> mata beliau penuh kecemasan
> Engkau tidak senang mendengar kabar ini? tanya Jibril
> lagi.
> Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?
>
> Jangan kuatir, wahai Rosul Allah,
>
> Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
>
> "Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat
>Muhammad,
>
> yang telah berada didalamnya", kata Jibril
>
> Detik-detik semakin dekat, saatnya Izjrail melaksanakan
> tugas
> pelahan ruh Rosulullah ditarik
> nampak seluruh tubuh bersimbah peluh, urat-urat leher
> menegang
> Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini,
> Perlahan Rosulullah mengaduh
>
>...........Fatimah terpejam..............
>.........Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam........
>..................sedang Jibril memalingkan muka.................
> Jijikah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?
> tanya Rosulullah pada malaikat pengantar wahyu itu
>
> "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal"
> kata Jibril
>
> Sebentar kemudian terdengar.........
> Rosulullah memekik, karena sakit yang tidak tertahan lagi
>
> "Ya Allah, dahsyatnya maut ini, timpakan saja semua ini kepadaku
> jangan pada umatku"
>
> Badan Rosulullah mulai dingin,
> kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi
> bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,
.......Ali segera mendekatkan telinganya..........
> Uushikum bis shalati, wa maa malakat aimanikum
> peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantaramu
> Diluar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan
> sahabat saling berpelukan
>Fatimah menutup tangan diwajahnya
> Ali kembali mendekatkan telinga ke bibir Rosulullah
> yang mulai kebiruan
>
> Ummatii, ummatii, ummatii.....
>
> umatku, umatku, umatku.....
>
> dan berakhirlah hidup manusia mulia
> yang memberi sinaran seluruh dunia.
> Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
>
> Allhumma sholi ala muhammad wa barik wa salim alaihi
> betapa cintanya Rosulullah kepada kita
> betapa kasihnya baginda Rosul kepada kita
> Justru sampaikan kepada sahabat-sahabat muslim lainya
> agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan Rosulnya
> seperti Allah dan Rosulnya mencintai kita
>
> Karena sesungguhnya selain dari pada itu hanyalah fana
> belaka.
nb : dr temen via email (akhi aris)
Subscribe to:
Posts (Atom)
