assalamualaykum wr wb
pengalaman dalam berbagai hal akan membuat kita lebih dewasa, khususnya pengalaman buruk, karena akan membuat kita berpikir bagaimana cara mencari jalan keluar, baik itu dalam agama, individu, keluarga, masyarakat.
pengalaman yang akan saya ceritakan disini adalah pengalaman kerja, sesuai di bidang pekerja'an kami, kami adalah salah satu agen resmi elpiji dari pertamina, jadi dalam bidang jasa. kegiatan kami otomatis menjual isi elpiji dan tabung beserta isinya, baik itu cash dan kredit.
namanya juga manusia, ada kekurangan dan ada kelebihan, dan sifat manusia pun berbeda-beda, akhirnya ini menimpa kami juga, dimana seorang konsumen baru, sebut saja nama toko nya adalah 'sp' toko sp ini menjual alat2 yg menggunakan elpiji dan juga alat elektronik lainnya (ac, magic jar, dan lain-lain)
pertama membeli, dia selalu cash, lalu dia nelpon, minta tenggang waktu seminggu, lalu dua minggu.
dua minggu sih kami masih toleransi, tp cek yang dibayarkan toko tersebut cek yg ternyata tidak ada uangnya dibank, (memalukan saya dhadapan keluarga dan teman2 bisnis), lalu kami telpon, dia minta ma'af dan minta waktu dua hari, dua hari kemudia kami telpon, dia minta waktu lagi, dan begitu seterusnya, malahan dia pernah marah-marah (padahal kami cuman mau mengambil hak kami), waktu terus berganti (woh, kek film aja), ternyata sudah lebih 1bulan, dan sudah tdk ada perkembangan (soalnya kalo dtelpon, selalu dbilang org yg punya toko sedang keluar dan makan), padahal kami sudah menawarkan cicil perhari kalo mau, malah dbalas dengan marah-marah.
sore tadi saya minta tunjukkan toko nya, lumayan besar juga, dalam hati mikir deh (kalo dcicil masa g bisa, barang kan sudah diambil, ngembalikan barang juga g mau).
lalu saya nanya-nanya sambil masuk toko itu
may "ada ac g pak, merknya XXX(sensor)"
pegawai toko "ada"
may " yang 1 pk hrg brp, dan yg 1,5 pk hrg brp, survey harga aja dulu"
pegawai toko "(langsung telpon ke bosnya), lalu bilang 1pk 2.650.000, yg pake ion 2.850.000, yg 1,5pk g ada, kami g stok itu, org banyak cari yang 1pk soalnya".
may "g bisa kurang nih, ambil 3 lo"
pegawai toko '(langsung telpon, nanya apa bisa kurang), g bisa kurang, itu harga pas"
may "ya udah, saya ambil 3, ini uang dp nya, sisanya nanti dkantor, dpasangkan saja, dan jam 2siang, soalnya saya ada kuliah paginya".
langsung saya bayarkan dp nya, sisanya nanti potong hutang, hutangnya ndak banyak amat sih, 6.500.000 aja, cuman saya kesal sama dia yg marah2, dan selalu berbohong.
dan sekalian mau beli ac juga sih, hehehe, buat dktr sama di warnet, lumayan jd ngurangin biaya dari saya, g tau lagi besok apakah dia marah apa nggak setelah tau dpotong hutangnya, yg jelas semua sudah dbikin sandiwara, dbiarkan dulu dia masang, nanti kalo mau uang sisanya, baru dia dsuruh masuk ktr yg dlantai bawah, dsana nanti saya yg teman-teman jelekkin, mereka bilang g tau kalo saya yg beli ac, biar lah saya djelek-jelekin, yang jelas, saya cuman mengambil hak.
wassalamualaykum wr wb
Thursday, November 23, 2006
Tuesday, November 21, 2006
Kisah Azlina, Saat Dua Jam Mati Suri di MMC Melaka
Kisah Azlina, Saat Dua Jam Mati Suri di MMC Melaka
Diperlihatkan Berbagai Kejadian di Akhirat
Sempat dinyatakan meninggal dunia, Aslina alias Iin (23) ternyata mengalami mati suri selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, ia diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut amal dan perbuatan manusia selama di dunia.
Di hadapan sekitar 50-an orang, terdiri dari pegawai honor tenaga kesehatan Bengkalis, warga masyarakat serta sejumlah wartawan, Aslina, Rabu (3/9) kemarin, di aula studio TV Sri Junjungan Televisi (SJTV) Bengkalis, mengisahkan kejadian ghaib yang dialaminya itu.
Menurut penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam Effendi, sejak tiga tahun lalu ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam Effendi berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan, karena waktu itu tekanan darah tinggi.
Namun pada Sabtu (26/8) tengah malam, kondisi anak sulung tiga bersaudara ini kritis, koma. Sang paman sempat memandunya membaca dua kalimat syahadat dan kalimat toyibah (Lailahailallah) sebanyak dua kali.
Waktu ajal menjemput, tutur sang paman, Aslina sempat melafazkan kalimat toyibah dan syahadat. Secara perlahan-lahan gadis yang bekerja sebagai honorer di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bengkalis ini tak bernafas. Tepat pukul 02.00 waktu Malaysia, indikator monitor denyut jantung terlihat kosong atau berupa garis lurus.
Tak pelak situasi ini membuat Rustam sedih, kemudian beberapa dokter MMC Malaka terlihat sibuk memeriksa dan mengecek kondisi Aslina. Waktu itu dia sempat menghubungi keluarnya di Bengkalis untuk memberitahu kondisi terakhir Aslina. Untungnya setelah dua jam ditangani dokter, monitor terlihat kembali bergerak yang menandakan denyut jantung gadis yatim ini berdenyut lagi. Untuk perawatan lebih lanjut, Aslina dimasukan ke ruang ICU dan baru dua hari dua malam kemudian ia dinyatakan melewati masa kritisnya.
Bertemu Sang Ayah
Menurut pengakuan Aslina, dia melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu, nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. "Rasanya sangat sakit, kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak,"tuturnya.
Setelah roh berpisah dengan jasad, dia menyaksikan orang-orang yang masih hidup dan jasadnya terbaring di tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke suatu tempat. Aslina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya yang sudah lama meninggal, bernama Hasan Basri. "Wahai ayahku bisakah aku bertemu denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah," ucapnya.
Memang di tempat itu Aslina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 tahun dengan wajah bersinar dan berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Aslina tetap ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian, kedua malaikat memperkenalkan bahwa pria muda tersebut adalah ayahnya. Tentunya dia tidak menyangka karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55 tahun.
Kemudian sang ayah bertanya kepada Aslina, maksud kedatangannya. Dia menjawab kedatangannya semata-mata memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh Aslina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di dunia. Namun Aslina menjawab bahwa dirinya ke sini, memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut rukun Islam satu persatu.
Setelah berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi membawa Aslina ke suatu tempat yang dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami dan dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah tersebut. Tidak hanya itu, Aslina juga bertemu dengan 1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya sama.
Di tempat itu, Aslina duduk di kursi yang sangat empuk. Bila di dunia empuk kursi tersebut seakan dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba sosok wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia bertanya kepada sosok wanita tersebut. "Saya adalah roh dan amal ibadah mu selama di dunia," kata wanita tersebut.
Kemudian Aslina ditemani amalnya (sosok wanita, red) dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk.
Tangan dan kaki dirantai sementara di atasnya memikul besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Aslina bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa hidupnya suka membunuh dan menyantet (teluh) orang.
Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan dagingnya mengelupas dari badan. Ternyata orang tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan menjelang ajal menjemput pun tak pernah menyebut sahadat.
Aslina juga melihat, dua pria saling membunuh dengan kapak. Menurut keterangan amalnya, rupanya orang tersebut suka menodong dan memeras orang lain.
Kemudian gambaran, seorang ustat yang dihantam dengan lahar panas yang mendidih. Kembali Aslina bertanya. Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri orang lain.
Kejadian berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang tersebut suka membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama di dunia.
Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan berkali-kali ke lantai. Di lantai tersebut terdapat pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya, hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama hidupnya wanita tersebut merupakan anak durhaka, yang tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu kepada orang lain.
Kisah tentang mati suri dan berbagai pengalaman ghaib yang dialami Aslina alias Iin (23), membuat heboh masyarakat Bengkalis, khususnya warga desa Pematang Duku, kecamatan Bengkalis, yang antara percaya dan tidak dengan cerita dalam mati suri itu. Berikut lanjutan kisah 'perjalanan ghaib' yang dituturkan Aslina Rabu silam di aula studio SJTV Bengkalis.
Menurut Aslina, setelah dirinya diperlihatkan dengan kejadian dan gambaran manusia, ia kemudian dibawa melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking gelapnya, dia tidak bisa melihat amalnya dan dua malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian sang amal menyuruhnya untuk cepat menangkap suara tersebut. Tapi Aslina tidak bisa menangkap. Tiba-tiba waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah dipegang ternyata rantai tersebut berupa tasbih sebanyak 99 butir.
Terdengar suara yang memerintahkan Aslina untuk berzikir selama dalam perjalanan. Dia berjalan lagi sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10 jam waktu di dunia. Ketika sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan membaca tulisan Arab, berbunyi 'Husnul Khotimah'.
Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka'bah. Ketika melihat tulisan dan gambar Ka'bah seketika, dia dan amalnya tersenyum seraya mengucapkan Alhamdulillah.
Aslina mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian disapukan ke mukanya. Ketika malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang.
Nabi Muhammad
Setelah berjalan sekian jauh, dia mendengarkan suara azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia, namun bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat, roh Aslina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan 40 hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi di Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi ada pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi makan fakir miskin.
Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali diperlihatkan kejadian menakjubkan. Tiba-tiba cahaya 'Husnul Hotimah' yang ada di tangannya lepas, kemudian mengeluarkan api yang menerangi seluruh ruangan sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu dari balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah ganteng menyerupai malaikat, kulit langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam. "Raut muka seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan kepalanya. Tapi saya yakin sosok manusia tersebut adalah Nabi Muhammad," katanya.
Melihat peristiwa itu, lantas Aslina bertanya kepada malaikat dan amalnya. "Kenapa cahaya tersebut menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat.
Dan kenapa wajah Nabi bercahaya?" Dijawab bahwa Anda adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan.
Perjalanan tidak di situ saja, Aslina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang. Rupanya ketika dalam perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta dan berdoa minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta dihidupkan kembali agar bisa bertaubat. "Jarak Aslina dengan mereka hanya lima meter, namun tak bisa memberikan pertolongan," ujarnya.
Selama melihat kejadian itu, Aslina membaca Al Quran 30 juz, Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian membaca surat Yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Aslina berlari sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang sampai Marauke seraya menangis melihat kejadian tersebut.
Aslina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi pada dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta oleh malaikat untuk berzikir. Lamanya zikir yang dilakukan Aslina selama dua abad dan dua pertukaran zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada tanggal 31 Desember. Selesai berzikir, Aslina mendengar suara yang seperti ditujukan kepadanya.
"Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan.
Sampaikan kepada umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan.
Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku."
Kejadian Aneh
Usai pengambilan gambar dan wawancara, terdapat kejadian aneh di gedung SJTV Bengkalis. Saat itu, Aslina sudah keluar dari ruangan menuju gedung Radio Pemda yang berjarak 25 meter. Ketika krew SJTV hendak mematikan monitor, ternyata tak bisa dimatikan. Namun anehnya muncul sosok bayangan putih bertubuh tegap dengan rambut terurai hingga ke pusar dan kepalanya bertanduk. Tentunya hal ini membuat para krew dan orang-orang yang menyaksikan heran, lantas momen ini diabadikan pengunjung dan krew SJTV.
Setelah Aslina keluar dari ruangan Radio Pemda, ditanyakan apakah sosok tersebut. Dia menjawab bahwa sosok tersebut merupakan jin. Menutup pengalaman ghaib anak penakik getah itu, sang Paman Rustam Effendi kepada wartawan menyebutkan, selama ini Aslina merupakan sosok yang pendiam dan kurang percaya diri (PD). Namun setelah kejadian ini banyak hal-hal yang berubah, mulai dari penampilan hingga tingkah laku. Bahkan dari warna kulitnya saat ini lebih bersih dan berseri. Mengenai amalannya, "Selama ini dia memang rajin mengerjakan shalat tahajud dan membaca Al Quran setiap hari," kata sang paman menutup kisah tersebut. ***
-------
Adi Sutrisno,
Wartawan Riau Mandiri
Berita terkait bisa dilihat di http://riaupos.co.id/web/content/view/3661/21/
Diperlihatkan Berbagai Kejadian di Akhirat
Sempat dinyatakan meninggal dunia, Aslina alias Iin (23) ternyata mengalami mati suri selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, ia diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut amal dan perbuatan manusia selama di dunia.
Di hadapan sekitar 50-an orang, terdiri dari pegawai honor tenaga kesehatan Bengkalis, warga masyarakat serta sejumlah wartawan, Aslina, Rabu (3/9) kemarin, di aula studio TV Sri Junjungan Televisi (SJTV) Bengkalis, mengisahkan kejadian ghaib yang dialaminya itu.
Menurut penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam Effendi, sejak tiga tahun lalu ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam Effendi berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan, karena waktu itu tekanan darah tinggi.
Namun pada Sabtu (26/8) tengah malam, kondisi anak sulung tiga bersaudara ini kritis, koma. Sang paman sempat memandunya membaca dua kalimat syahadat dan kalimat toyibah (Lailahailallah) sebanyak dua kali.
Waktu ajal menjemput, tutur sang paman, Aslina sempat melafazkan kalimat toyibah dan syahadat. Secara perlahan-lahan gadis yang bekerja sebagai honorer di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bengkalis ini tak bernafas. Tepat pukul 02.00 waktu Malaysia, indikator monitor denyut jantung terlihat kosong atau berupa garis lurus.
Tak pelak situasi ini membuat Rustam sedih, kemudian beberapa dokter MMC Malaka terlihat sibuk memeriksa dan mengecek kondisi Aslina. Waktu itu dia sempat menghubungi keluarnya di Bengkalis untuk memberitahu kondisi terakhir Aslina. Untungnya setelah dua jam ditangani dokter, monitor terlihat kembali bergerak yang menandakan denyut jantung gadis yatim ini berdenyut lagi. Untuk perawatan lebih lanjut, Aslina dimasukan ke ruang ICU dan baru dua hari dua malam kemudian ia dinyatakan melewati masa kritisnya.
Bertemu Sang Ayah
Menurut pengakuan Aslina, dia melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu, nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. "Rasanya sangat sakit, kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak,"tuturnya.
Setelah roh berpisah dengan jasad, dia menyaksikan orang-orang yang masih hidup dan jasadnya terbaring di tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke suatu tempat. Aslina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya yang sudah lama meninggal, bernama Hasan Basri. "Wahai ayahku bisakah aku bertemu denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah," ucapnya.
Memang di tempat itu Aslina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 tahun dengan wajah bersinar dan berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Aslina tetap ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian, kedua malaikat memperkenalkan bahwa pria muda tersebut adalah ayahnya. Tentunya dia tidak menyangka karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55 tahun.
Kemudian sang ayah bertanya kepada Aslina, maksud kedatangannya. Dia menjawab kedatangannya semata-mata memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh Aslina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di dunia. Namun Aslina menjawab bahwa dirinya ke sini, memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut rukun Islam satu persatu.
Setelah berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi membawa Aslina ke suatu tempat yang dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami dan dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah tersebut. Tidak hanya itu, Aslina juga bertemu dengan 1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya sama.
Di tempat itu, Aslina duduk di kursi yang sangat empuk. Bila di dunia empuk kursi tersebut seakan dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba sosok wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia bertanya kepada sosok wanita tersebut. "Saya adalah roh dan amal ibadah mu selama di dunia," kata wanita tersebut.
Kemudian Aslina ditemani amalnya (sosok wanita, red) dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk.
Tangan dan kaki dirantai sementara di atasnya memikul besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Aslina bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa hidupnya suka membunuh dan menyantet (teluh) orang.
Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan dagingnya mengelupas dari badan. Ternyata orang tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan menjelang ajal menjemput pun tak pernah menyebut sahadat.
Aslina juga melihat, dua pria saling membunuh dengan kapak. Menurut keterangan amalnya, rupanya orang tersebut suka menodong dan memeras orang lain.
Kemudian gambaran, seorang ustat yang dihantam dengan lahar panas yang mendidih. Kembali Aslina bertanya. Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri orang lain.
Kejadian berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang tersebut suka membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama di dunia.
Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan berkali-kali ke lantai. Di lantai tersebut terdapat pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya, hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama hidupnya wanita tersebut merupakan anak durhaka, yang tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu kepada orang lain.
Kisah tentang mati suri dan berbagai pengalaman ghaib yang dialami Aslina alias Iin (23), membuat heboh masyarakat Bengkalis, khususnya warga desa Pematang Duku, kecamatan Bengkalis, yang antara percaya dan tidak dengan cerita dalam mati suri itu. Berikut lanjutan kisah 'perjalanan ghaib' yang dituturkan Aslina Rabu silam di aula studio SJTV Bengkalis.
Menurut Aslina, setelah dirinya diperlihatkan dengan kejadian dan gambaran manusia, ia kemudian dibawa melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking gelapnya, dia tidak bisa melihat amalnya dan dua malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian sang amal menyuruhnya untuk cepat menangkap suara tersebut. Tapi Aslina tidak bisa menangkap. Tiba-tiba waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah dipegang ternyata rantai tersebut berupa tasbih sebanyak 99 butir.
Terdengar suara yang memerintahkan Aslina untuk berzikir selama dalam perjalanan. Dia berjalan lagi sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10 jam waktu di dunia. Ketika sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan membaca tulisan Arab, berbunyi 'Husnul Khotimah'.
Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka'bah. Ketika melihat tulisan dan gambar Ka'bah seketika, dia dan amalnya tersenyum seraya mengucapkan Alhamdulillah.
Aslina mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian disapukan ke mukanya. Ketika malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang.
Nabi Muhammad
Setelah berjalan sekian jauh, dia mendengarkan suara azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia, namun bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat, roh Aslina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan 40 hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi di Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi ada pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi makan fakir miskin.
Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali diperlihatkan kejadian menakjubkan. Tiba-tiba cahaya 'Husnul Hotimah' yang ada di tangannya lepas, kemudian mengeluarkan api yang menerangi seluruh ruangan sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu dari balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah ganteng menyerupai malaikat, kulit langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam. "Raut muka seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan kepalanya. Tapi saya yakin sosok manusia tersebut adalah Nabi Muhammad," katanya.
Melihat peristiwa itu, lantas Aslina bertanya kepada malaikat dan amalnya. "Kenapa cahaya tersebut menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat.
Dan kenapa wajah Nabi bercahaya?" Dijawab bahwa Anda adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan.
Perjalanan tidak di situ saja, Aslina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang. Rupanya ketika dalam perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta dan berdoa minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta dihidupkan kembali agar bisa bertaubat. "Jarak Aslina dengan mereka hanya lima meter, namun tak bisa memberikan pertolongan," ujarnya.
Selama melihat kejadian itu, Aslina membaca Al Quran 30 juz, Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian membaca surat Yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Aslina berlari sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang sampai Marauke seraya menangis melihat kejadian tersebut.
Aslina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi pada dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta oleh malaikat untuk berzikir. Lamanya zikir yang dilakukan Aslina selama dua abad dan dua pertukaran zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada tanggal 31 Desember. Selesai berzikir, Aslina mendengar suara yang seperti ditujukan kepadanya.
"Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan.
Sampaikan kepada umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan.
Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku."
Kejadian Aneh
Usai pengambilan gambar dan wawancara, terdapat kejadian aneh di gedung SJTV Bengkalis. Saat itu, Aslina sudah keluar dari ruangan menuju gedung Radio Pemda yang berjarak 25 meter. Ketika krew SJTV hendak mematikan monitor, ternyata tak bisa dimatikan. Namun anehnya muncul sosok bayangan putih bertubuh tegap dengan rambut terurai hingga ke pusar dan kepalanya bertanduk. Tentunya hal ini membuat para krew dan orang-orang yang menyaksikan heran, lantas momen ini diabadikan pengunjung dan krew SJTV.
Setelah Aslina keluar dari ruangan Radio Pemda, ditanyakan apakah sosok tersebut. Dia menjawab bahwa sosok tersebut merupakan jin. Menutup pengalaman ghaib anak penakik getah itu, sang Paman Rustam Effendi kepada wartawan menyebutkan, selama ini Aslina merupakan sosok yang pendiam dan kurang percaya diri (PD). Namun setelah kejadian ini banyak hal-hal yang berubah, mulai dari penampilan hingga tingkah laku. Bahkan dari warna kulitnya saat ini lebih bersih dan berseri. Mengenai amalannya, "Selama ini dia memang rajin mengerjakan shalat tahajud dan membaca Al Quran setiap hari," kata sang paman menutup kisah tersebut. ***
-------
Adi Sutrisno,
Wartawan Riau Mandiri
Berita terkait bisa dilihat di http://riaupos.co.id/web/content/view/3661/21/
proposal
Latar Belakang
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).
Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.
Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di� majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.
Dasar Pemikiran
Dari Al Qur��an dan Al Hadits :
�"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).
"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
�Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui�� (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu�� (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14.�Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).
Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah� (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a.�Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.�Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.�Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).
Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya��la dan Thabrani).
Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Tujuan Pernikahan
Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)
Kesiapan Pribadi
Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ��Man Jadda Wa Jadda�� (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
Termasuk� tathhir (mensucikan diri).
Secara materi, Insya Allah siap. ��Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya��� (Qs. At Thalaq (65) : 7)
Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan
Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad) dan "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari� manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.
Memperbaiki Niat :
Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.
Niat Ketika Memilih Pendamping
Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ��Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah..
Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),
Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS� PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)
Penutup
"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira". "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"
====================================
Dedicated to : My inspiration .... yang pernah singgah dan menghuni "hati" ...Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " Saat Cinta dan Rindu� tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."
====================================
Maraji / Referensi :
Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.
Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.
Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma'arif.
Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, Mitra Pustaka.
Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta, Gema Insani Press.
Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, Jakarta, Studia Press.
Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan, 1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta, Gema Insani Press
Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, Gema Insani Press.
Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th. 2 31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.
di ambil dari dudung.net
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).
Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.
Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di� majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.
Dasar Pemikiran
Dari Al Qur��an dan Al Hadits :
�"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).
"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
�Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui�� (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu�� (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14.�Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).
Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah� (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a.�Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.�Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.�Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).
Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya��la dan Thabrani).
Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Tujuan Pernikahan
Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)
Kesiapan Pribadi
Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ��Man Jadda Wa Jadda�� (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
Termasuk� tathhir (mensucikan diri).
Secara materi, Insya Allah siap. ��Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya��� (Qs. At Thalaq (65) : 7)
Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan
Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad) dan "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari� manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.
Memperbaiki Niat :
Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.
Niat Ketika Memilih Pendamping
Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ��Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah..
Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),
Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS� PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)
Penutup
"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira". "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"
====================================
Dedicated to : My inspiration .... yang pernah singgah dan menghuni "hati" ...Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " Saat Cinta dan Rindu� tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."
====================================
Maraji / Referensi :
Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.
Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.
Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma'arif.
Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, Mitra Pustaka.
Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta, Gema Insani Press.
Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, Jakarta, Studia Press.
Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan, 1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta, Gema Insani Press
Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, Gema Insani Press.
Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th. 2 31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.
di ambil dari dudung.net
Saturday, November 18, 2006
apes apa bersukur yaa
Assalamualaykum wr wb
hari kamis
udah bangun pagi, tp waktu mau turun kuliah, glekkkkkk (mana kunci roda 2kantor ya), cari sana-cari sini, kebetulan juga sih ponakan sama adek sepupu tidur dkamar ku (woh langsung berantakan deh kamar ku, hik hik hik) lalu cari sana cari sini lg, g ketemu, udah jam 9padahal, udah masukan nih dkampus, Alhamdulillah ketemu juga akhirnya.
lalu idupin motor (mudahan g ada rajia lagi, soalnya malahan memperlambat waktu), woh bensin sejak kmrn kosong (biar aja ah, mudahan bisa nyame neh, pulangnya saja ngisi).
lampu merah pun aku cuekin (demi ngejar waktu karena temen2 pasti sudah pd belajar nih), ada doa juga sih dalam hati (Ya Allah smoga dosennya sekarang tidak masuk kuliah, dosen nya berhalangan, tp langsung aku tepis, kasian temen2 nunggu dosen kalo g belajar, biar deh aku telat masuk).
ngebut, kecepatan tinggi (pdhal roda 2nya agak rusak, mau tuker kendera'an warnet biar cepat, tp males, perlu waktu lagi stop sama ngambil kunci, walaupun searah, pdhal sudah telat.
lampu merah ku cuekxin (sambil berdoa, semoga tidak ada polisi liat). :P
akhirnya sampey di gerbang kampus, Alhamdulillah. tapi (heuheuehu) aku liat temen satu kelas hari ini nuju keluar, ternyata g ada dosennya, hehe, g tau apes apa senang (sudah bela-belain nabrak lampu merah dan g isi bensin).
nb : senang sekali mendengar cerita-cerita teman, mereka selalu setor hapalan Qur'an tiap hari ke dosen, ada yg sudah hafiz Qur'an, ada yg baru 3juz, ada hapalan hadisnya hebat, kalo ada acara diskusi, mereka selalu nanya dgn ayat dan mengucapkan lafaz nya, g kek saya, heuehu, saya cuman setor muka aja ke kampus
sekian dr cerita saya
wassalamualaykum wr wb
hari kamis
udah bangun pagi, tp waktu mau turun kuliah, glekkkkkk (mana kunci roda 2kantor ya), cari sana-cari sini, kebetulan juga sih ponakan sama adek sepupu tidur dkamar ku (woh langsung berantakan deh kamar ku, hik hik hik) lalu cari sana cari sini lg, g ketemu, udah jam 9padahal, udah masukan nih dkampus, Alhamdulillah ketemu juga akhirnya.
lalu idupin motor (mudahan g ada rajia lagi, soalnya malahan memperlambat waktu), woh bensin sejak kmrn kosong (biar aja ah, mudahan bisa nyame neh, pulangnya saja ngisi).
lampu merah pun aku cuekin (demi ngejar waktu karena temen2 pasti sudah pd belajar nih), ada doa juga sih dalam hati (Ya Allah smoga dosennya sekarang tidak masuk kuliah, dosen nya berhalangan, tp langsung aku tepis, kasian temen2 nunggu dosen kalo g belajar, biar deh aku telat masuk).
ngebut, kecepatan tinggi (pdhal roda 2nya agak rusak, mau tuker kendera'an warnet biar cepat, tp males, perlu waktu lagi stop sama ngambil kunci, walaupun searah, pdhal sudah telat.
lampu merah ku cuekxin (sambil berdoa, semoga tidak ada polisi liat). :P
akhirnya sampey di gerbang kampus, Alhamdulillah. tapi (heuheuehu) aku liat temen satu kelas hari ini nuju keluar, ternyata g ada dosennya, hehe, g tau apes apa senang (sudah bela-belain nabrak lampu merah dan g isi bensin).
nb : senang sekali mendengar cerita-cerita teman, mereka selalu setor hapalan Qur'an tiap hari ke dosen, ada yg sudah hafiz Qur'an, ada yg baru 3juz, ada hapalan hadisnya hebat, kalo ada acara diskusi, mereka selalu nanya dgn ayat dan mengucapkan lafaz nya, g kek saya, heuehu, saya cuman setor muka aja ke kampus
sekian dr cerita saya
wassalamualaykum wr wb
Friday, November 17, 2006
wah, kena Tilang aku hari kamis
Assalamualaykum wr wb
naik roda 2 ataw yg dsebut kendera'an bermotor nuju kampus pd hari kamis, jam nya kira-kira jam 9.45an, tau-taunya ada rajia besar2an, dalam ati ngomong (oh lengkap, stnk dbawah jok, sim dalam tas).
tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
setelah di cari dbawah jok kira2 5menit, kok g nemu ya, lalu cari simC di tas dan dompet, kok g nemu juga yaaaa) hik hik hik, apes deh.
lalu tiba giliran ku dtanya polisi "stnk sama sim nya mana de"
aku jawab "saya kepinggir saja pak (artinya g lengkap' heheh
lalu polisi bilang "silahkan"
lalu sampe di perkumpulan2 yg tdk lengkap, aku pun telpon ktr untuk nanya stnk(krn bw motor kantor).
'halo icha, stnk nya mana ya, aku cari dbawah jok g ada, aku kena rajia'
'hahhhh, benter aku tanyakan kelain'
'may tunggu 5menit, aku telpon kan yg lain'
'ok'
sambil nuju polisi lain, terjadi perbincangan
polisi 'ketinggalan apa de'
saya 'sim sama stnk'
polisi 'ketinggalan apa g punya'
saya 'punya, tp lupa naroh, ke bawa kaka kali'
polisi 'kalo punya, nanti tunjukin ya, soalnya kena pasal ketinggalan'
may 'kalo siang-siang g papa kan pa ngurusnya'
polisi 'urus sekarang saja, roda 2 nya dtinggal'
telpon icha lagi deh, sekalian minta jemput (wah, g jd kuliah nih namanya)
akhirnya di jemput sama mobil kantor, lalu nuju rmh (buat cari simc, dhamburin tuh isi-isi tas yg lain) itu sim c g ketemu, akhirnya telpon bunyi
icha ' may, yanur mau ngomong nih, yanur bilang 'stnknya ada dbawah jok'
may 'udah dcari g ada'
yanur 'dbawah jok ada laci kecil, g kliatan, warnanya sama'
may 'hmm, ok dcari dulu, nanti dtelpon lagi'
akhirnya sampe dperkumpulan yg tdk lengkap lagi(alias semuanya yg kena rajia)
nanya sama polisi
may 'pak td kan dkira ketinggalan stnk sama sim, taunya stnknya dbwh jok'
polisi ' sana ngomong sama polisi yg tinggi itu'
may '(celingak-celinguk cari polisi yg badanya tinggi)' tp malah ketemu yg lain, taunya bpk si tinggi itu sudah duduk bersama polisi yg lain
may 'pak, ini td salah, stnk nya ada dbawah jok, motor nya dbawa pak ya, stnknya dtahan, mau ngambil sim'
polisi nya pun langsung mengganti pasal, dan akhirnya motor bisa diambil, stnk dtahan, dalam hari (panas sekali hari ini, mau stop dwarnet dulu, ac in badan biar dingin) iseng2 buka tas, glekkk, tau nya sim c nya ada di tas ku sendiri, keselip sama nota penjualan. apes banget
langsung minta tolong operator warnet yg nganggur ngurusin stnk sama sim sama sekalian bw ktp (g kuat lagi kepanasan).
untung dia mau, Alhamdulillah, selesai juga, walaupun dgn byr 80rb.
hanya2 gara2 kurang teliti mencari stnk dan sim yg sebenarnya lengkap aku bw
wassalamualaykum wr wb
naik roda 2 ataw yg dsebut kendera'an bermotor nuju kampus pd hari kamis, jam nya kira-kira jam 9.45an, tau-taunya ada rajia besar2an, dalam ati ngomong (oh lengkap, stnk dbawah jok, sim dalam tas).
tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
setelah di cari dbawah jok kira2 5menit, kok g nemu ya, lalu cari simC di tas dan dompet, kok g nemu juga yaaaa) hik hik hik, apes deh.
lalu tiba giliran ku dtanya polisi "stnk sama sim nya mana de"
aku jawab "saya kepinggir saja pak (artinya g lengkap' heheh
lalu polisi bilang "silahkan"
lalu sampe di perkumpulan2 yg tdk lengkap, aku pun telpon ktr untuk nanya stnk(krn bw motor kantor).
'halo icha, stnk nya mana ya, aku cari dbawah jok g ada, aku kena rajia'
'hahhhh, benter aku tanyakan kelain'
'may tunggu 5menit, aku telpon kan yg lain'
'ok'
sambil nuju polisi lain, terjadi perbincangan
polisi 'ketinggalan apa de'
saya 'sim sama stnk'
polisi 'ketinggalan apa g punya'
saya 'punya, tp lupa naroh, ke bawa kaka kali'
polisi 'kalo punya, nanti tunjukin ya, soalnya kena pasal ketinggalan'
may 'kalo siang-siang g papa kan pa ngurusnya'
polisi 'urus sekarang saja, roda 2 nya dtinggal'
telpon icha lagi deh, sekalian minta jemput (wah, g jd kuliah nih namanya)
akhirnya di jemput sama mobil kantor, lalu nuju rmh (buat cari simc, dhamburin tuh isi-isi tas yg lain) itu sim c g ketemu, akhirnya telpon bunyi
icha ' may, yanur mau ngomong nih, yanur bilang 'stnknya ada dbawah jok'
may 'udah dcari g ada'
yanur 'dbawah jok ada laci kecil, g kliatan, warnanya sama'
may 'hmm, ok dcari dulu, nanti dtelpon lagi'
akhirnya sampe dperkumpulan yg tdk lengkap lagi(alias semuanya yg kena rajia)
nanya sama polisi
may 'pak td kan dkira ketinggalan stnk sama sim, taunya stnknya dbwh jok'
polisi ' sana ngomong sama polisi yg tinggi itu'
may '(celingak-celinguk cari polisi yg badanya tinggi)' tp malah ketemu yg lain, taunya bpk si tinggi itu sudah duduk bersama polisi yg lain
may 'pak, ini td salah, stnk nya ada dbawah jok, motor nya dbawa pak ya, stnknya dtahan, mau ngambil sim'
polisi nya pun langsung mengganti pasal, dan akhirnya motor bisa diambil, stnk dtahan, dalam hari (panas sekali hari ini, mau stop dwarnet dulu, ac in badan biar dingin) iseng2 buka tas, glekkk, tau nya sim c nya ada di tas ku sendiri, keselip sama nota penjualan. apes banget
langsung minta tolong operator warnet yg nganggur ngurusin stnk sama sim sama sekalian bw ktp (g kuat lagi kepanasan).
untung dia mau, Alhamdulillah, selesai juga, walaupun dgn byr 80rb.
hanya2 gara2 kurang teliti mencari stnk dan sim yg sebenarnya lengkap aku bw
wassalamualaykum wr wb
Monday, October 23, 2006
tuink
hmm. sambil buka-buka website, sambil nunggu downloadan http://is.aswatalislam.net/DisplayFilesP.aspx?TitleID=12&TitleName=Quran_-_Abdul_Rahman_Alsudais, soalnya simpanan ku hilang gara2 sering mati lampu, kpaksa deh download ulang, mau beli quran digital, tp hbs beli hp. jd lom ada duit lg, Quran digital 1.350.000, pake warna, dah ada arab sama tafsirnya, nyesal beli hp. ntar-ntar lah, kumpulin duit lagi, jd sementara cuman bisa downloadan dsimpan dmmc hp. sambil ngantuk-ngantuk, sambil dengerin nasyid yg lagi aku senangi sekarang (Rabbani), sambil minum es, ketemu cerita lucu, aku paste aja deh keblog aku.
ini lah ceritanya
Sarmin baru sekali ini ke Jakarta. Maklum dia baru saja menjual hasil panennya, jadi sekali-sekali ingin menikmati pelesiran di ibu kota.
Untuk oleh-oleh para sanak saudara di kampung, dia berniat membeli beberapa barang.
Suatu hari dia pergi ke Mangga Dua, karena katanya apa-apa murah disana.
Setelah berkeliling, mampirlah dia ke sebuah kios pakaian. Pemilik kios itu adalah seorang Cina totok.
"Berapa baju yang ini?," tanya Parmin.
"Ha-yya, GO CENG saja lah!," jawab sang pedagang.
Berkerut jidat Sarmin, karena tak tahu berapa GO CENG itu.
Si empunya kios karena melihat Sarmin terdiam lantas berkata, "Boleh tawallah....dikit."
Karena sudah terlanjur bertanya, untuk menjaga gengsi, dengan mantapnya Sarmin menawar, "NING NONG boleh nggak?"
"Haa?," terbelalak si engko. "Belapa itu Ning nong?"
"Lha GO CENG itu berapa hayo?," Sarmin balik bertanya.
"Go ceng itu lima libu woo!," jawab si engko.
Setelah berpikir sebentar Sarmin pun bilang, "Ooo, kalau begitu, Ning Nong itu yaa..... kira-kira tiga ribu lima ratus la.
ini lah ceritanya
Sarmin baru sekali ini ke Jakarta. Maklum dia baru saja menjual hasil panennya, jadi sekali-sekali ingin menikmati pelesiran di ibu kota.
Untuk oleh-oleh para sanak saudara di kampung, dia berniat membeli beberapa barang.
Suatu hari dia pergi ke Mangga Dua, karena katanya apa-apa murah disana.
Setelah berkeliling, mampirlah dia ke sebuah kios pakaian. Pemilik kios itu adalah seorang Cina totok.
"Berapa baju yang ini?," tanya Parmin.
"Ha-yya, GO CENG saja lah!," jawab sang pedagang.
Berkerut jidat Sarmin, karena tak tahu berapa GO CENG itu.
Si empunya kios karena melihat Sarmin terdiam lantas berkata, "Boleh tawallah....dikit."
Karena sudah terlanjur bertanya, untuk menjaga gengsi, dengan mantapnya Sarmin menawar, "NING NONG boleh nggak?"
"Haa?," terbelalak si engko. "Belapa itu Ning nong?"
"Lha GO CENG itu berapa hayo?," Sarmin balik bertanya.
"Go ceng itu lima libu woo!," jawab si engko.
Setelah berpikir sebentar Sarmin pun bilang, "Ooo, kalau begitu, Ning Nong itu yaa..... kira-kira tiga ribu lima ratus la.
joke
Seorang bapak yang dikenal sangat pelit diajak anak tersayangnya untuk naik heli. Awalnya si bapak tidak setuju karena harus bayar tapi karena sayang dengan anaknya ia pun akhirnya setuju.
Setelah sampai di heli yang akan membawanya terbang, si pilot berkata: "Naik bayar US$ 100, kalau Anda bicara di atas nanti didenda US$ 500 tapi kalau Anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih US$ 1000."
Setelah setuju dgn perjanjian tersebut, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik diatas. Setelah sampai mendarat si pilot bilang ke Bapak pelit tadi: "Wah Anda hebat, tidak bicara sepatah katapun"
Si bapak bilang : "Sebenarnya saya mau bicara tadi, tapi takut didenda." "Anda mau bilang apa?" kata si pilot. "Anak saya jatuh."
Setelah sampai di heli yang akan membawanya terbang, si pilot berkata: "Naik bayar US$ 100, kalau Anda bicara di atas nanti didenda US$ 500 tapi kalau Anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih US$ 1000."
Setelah setuju dgn perjanjian tersebut, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik diatas. Setelah sampai mendarat si pilot bilang ke Bapak pelit tadi: "Wah Anda hebat, tidak bicara sepatah katapun"
Si bapak bilang : "Sebenarnya saya mau bicara tadi, tapi takut didenda." "Anda mau bilang apa?" kata si pilot. "Anak saya jatuh."
Sunday, October 22, 2006
Bissmillahii Rahmani Rahiim
Assalamualaykum warrahmatullahi wabarkatuh
Menjelang Lebaran
MEnjelang Ramadhan, otomatis banyak yang mudik, ia kan??!!
Begitu juga keluarga ku, otomatis, Rame rumahku, saudara-saudara mama ku yang diluar kota pasti kerumah kami, ya otomatis pada bawa anak-anak mereka, dr yg lucu sampai yang bandel.
kamarku malang (begitulah sekarang) bagaimana g malang?? anak2 saodara mamaku main-main dikamar aku, mandi di toilet kamarku(hik hik hik), terus loncat-loncat dranjang/tempat tidurku (padahal kaki mereka kotor), jadilah malamnya kotor semua, lantai-lantai kamarku juga pada kotor(bekas coklat, bekas minum tumpa, bekas kaki kotor), padahal kan mereka sudah punya kamar masing-masing, yang sama fasilitasnya (kecuali komputer online), paling parah, waktu aku online, mereka ngambil komputer ku, Alhamdulillah cuman 1tahun sekali pulangnya kesini (kecuali ada acara keluarga yang lain).
tapi ada hikmah dibalik ini, yaitu saya kepaksa sabar(kalo g ya saya marahin), kepaksa sering sapu-sapu kamar(kalo males ya dibiarkan).
Assalamualaykum warrahmatullahi wabarkatuh
Menjelang Lebaran
MEnjelang Ramadhan, otomatis banyak yang mudik, ia kan??!!
Begitu juga keluarga ku, otomatis, Rame rumahku, saudara-saudara mama ku yang diluar kota pasti kerumah kami, ya otomatis pada bawa anak-anak mereka, dr yg lucu sampai yang bandel.
kamarku malang (begitulah sekarang) bagaimana g malang?? anak2 saodara mamaku main-main dikamar aku, mandi di toilet kamarku(hik hik hik), terus loncat-loncat dranjang/tempat tidurku (padahal kaki mereka kotor), jadilah malamnya kotor semua, lantai-lantai kamarku juga pada kotor(bekas coklat, bekas minum tumpa, bekas kaki kotor), padahal kan mereka sudah punya kamar masing-masing, yang sama fasilitasnya (kecuali komputer online), paling parah, waktu aku online, mereka ngambil komputer ku, Alhamdulillah cuman 1tahun sekali pulangnya kesini (kecuali ada acara keluarga yang lain).
tapi ada hikmah dibalik ini, yaitu saya kepaksa sabar(kalo g ya saya marahin), kepaksa sering sapu-sapu kamar(kalo males ya dibiarkan).
Friday, October 20, 2006
Bisimillahirohmaanirohiim
Assalamualaykum warrahmtullahi wabarkatuh
akhirnya telah terjadi proses ta'aruf kami, dimana kami ada bertiga (saya, kakak kandung dan W (namanya rahasia lo).
malu sekali td (soalnya saya kan belum pernah lihat dia).
proses perkenalan pun terjadi. dimana dia memperkenalkan diri nya( namanya, apa pekerja'annya, kapan liqonya, keluarganya dan kegiatannya yg lain).
hmm, nampaknya dia orangnya periang dan lucu (soalnya saya dan kakak saya sering senyum simpul karena tingkahnya).
lalu setelah terjd perkenalan tentang dirinya, kakak saya pun meminta saya memperkenalkan diri saya dihadapannya(fyuh gugup deh).
dan dia pun meminta kami supaya sama-sama shalat istikharah, dan jawaban saya dia tunggu 1minggu lagi, but akhirnya saya minta 2minggu, soalnya saya lagi ....(Haid)
dan Alhamdulillah dia mau memberi waktu 2minggu.
setelah terjadi perkenalan diri saya, dia langsung membuka pembicara'an, kenapa dia pengen nikah, kesimpulannya, dll (yang aku suka dia ngomong gini 'banyak pahala yg didapat apabila menikah/menjalankan sunnah Rasul SAW, bercanda sama istri saja dapat pahala)
Ya Allah..
Seandaianya telah Engkau catatkan..
Dia milikku tercipta untukku..
Satukanlah hatinya dengan hatiku..
Titipkanlah kebahagiaan antara kami..
Agar kemesraan itu abadi..
Dan Ya Allah..
Ya Tuhanku Yang Maha Mengasihi..
Seiringkanlah kami melayari hidup ini..
Ketepian yang sejahtera dan abadi..
Tetapi Ya Allah..
Seandainya telah Engkau takdirkan..
Dia bukan milikku..
Bawalah ia jauh dari pandanganku..
Luputkanlah ia dari ingatanku..
Dan peliharalah aku dari kekecewaan..
Serta Ya Allah Ya Tuhanku Yang Maha Mengerti..
Berikanlah aku kekuatan..
Melontar bayangannya jauh ke dada langit..
Hilang bersama senja nan merah..
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya..
Dan Ya Allah Yang Tercinta..
Gantilah yang telah hilang..
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah..
Walaupun tidak sama dengan dirinya..
Ya Allah Ya Tuhanku..
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu..
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan..
Adalah yang terbaik buatku..
Karena Engkau Maha Mengetahui..
Segala yang terbaik buat hambaMu ini..
Ya Allah..
Cukuplah Engkau sahaja yang menjadi pemeliharaku..
Di dunia dan di akhirat..
Dengarkanlah rintihan dari hambaMu yang dhaif ini..
Jangan Engkau biarkan aku sendirian..
Di dunia ini maupun di akhirat..
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran..
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman..
Supaya aku dan dia sama dapat membina kesejahteraan hidup....
Ke jalan yang Engkau ridhai...
Dan kurniakanlah aku keturunan yang saleh..
Amin.. ya rabbal 'alamin..
Wassalamualaykum wr wb
Assalamualaykum warrahmtullahi wabarkatuh
akhirnya telah terjadi proses ta'aruf kami, dimana kami ada bertiga (saya, kakak kandung dan W (namanya rahasia lo).
malu sekali td (soalnya saya kan belum pernah lihat dia).
proses perkenalan pun terjadi. dimana dia memperkenalkan diri nya( namanya, apa pekerja'annya, kapan liqonya, keluarganya dan kegiatannya yg lain).
hmm, nampaknya dia orangnya periang dan lucu (soalnya saya dan kakak saya sering senyum simpul karena tingkahnya).
lalu setelah terjd perkenalan tentang dirinya, kakak saya pun meminta saya memperkenalkan diri saya dihadapannya(fyuh gugup deh).
dan dia pun meminta kami supaya sama-sama shalat istikharah, dan jawaban saya dia tunggu 1minggu lagi, but akhirnya saya minta 2minggu, soalnya saya lagi ....(Haid)
dan Alhamdulillah dia mau memberi waktu 2minggu.
setelah terjadi perkenalan diri saya, dia langsung membuka pembicara'an, kenapa dia pengen nikah, kesimpulannya, dll (yang aku suka dia ngomong gini 'banyak pahala yg didapat apabila menikah/menjalankan sunnah Rasul SAW, bercanda sama istri saja dapat pahala)
Ya Allah..
Seandaianya telah Engkau catatkan..
Dia milikku tercipta untukku..
Satukanlah hatinya dengan hatiku..
Titipkanlah kebahagiaan antara kami..
Agar kemesraan itu abadi..
Dan Ya Allah..
Ya Tuhanku Yang Maha Mengasihi..
Seiringkanlah kami melayari hidup ini..
Ketepian yang sejahtera dan abadi..
Tetapi Ya Allah..
Seandainya telah Engkau takdirkan..
Dia bukan milikku..
Bawalah ia jauh dari pandanganku..
Luputkanlah ia dari ingatanku..
Dan peliharalah aku dari kekecewaan..
Serta Ya Allah Ya Tuhanku Yang Maha Mengerti..
Berikanlah aku kekuatan..
Melontar bayangannya jauh ke dada langit..
Hilang bersama senja nan merah..
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya..
Dan Ya Allah Yang Tercinta..
Gantilah yang telah hilang..
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah..
Walaupun tidak sama dengan dirinya..
Ya Allah Ya Tuhanku..
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu..
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan..
Adalah yang terbaik buatku..
Karena Engkau Maha Mengetahui..
Segala yang terbaik buat hambaMu ini..
Ya Allah..
Cukuplah Engkau sahaja yang menjadi pemeliharaku..
Di dunia dan di akhirat..
Dengarkanlah rintihan dari hambaMu yang dhaif ini..
Jangan Engkau biarkan aku sendirian..
Di dunia ini maupun di akhirat..
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran..
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman..
Supaya aku dan dia sama dapat membina kesejahteraan hidup....
Ke jalan yang Engkau ridhai...
Dan kurniakanlah aku keturunan yang saleh..
Amin.. ya rabbal 'alamin..
Wassalamualaykum wr wb
Wednesday, October 18, 2006
teret teret :P
Bismillaahi Rahmaani Rohiim
assalamualaykum warrahmatullahi wabarkatuh
hmmm, lagi baru masuk kuliah, g sempet ikut mata pelajaran pbb(kalo g salah itu nama mata pelajarannya), kepaksa tahun depan, hmmm, ni mata pelajaran masuknya pagi jam 7(berat sekali deh, biasanya kan masih ngorok jam segitu, heheheh).
terus ada yg ngajak ta'aruf besok (SubhanaAllah), belom siap, tp dia selalu sms kaka ku (pengen kenal, akhirnya besok ketemu ditoko buku Senyum Muslim Banjarmasin, ada dia, terus saya dan kakak kandung saya).
yang jadi kepikiran nih, apa saya bisa bagi waktu, kuliah, kerja, dan punya suami (belom kebayang neh), soalnya saya pengen pegang salah satu kunci Syurga(menjadi Istri sholehah, bukan suaminya yg bernama sholeh). apalagi tahun depan saya mesti ikut pelajaran yang dimulai jam 7pagi(berangkat dr rumah jam 6.30 paling lambat).
tp yg jelas besok akan ada acara ta'aruf, bagaimana kah kelanjutannya???
tunggu episode berikutnya (wuihh, kek sinetron).
yg lucu nih, pengen istikharah sehabis isya(tp selalu lupa, ehueheu(ini salah satu penyakitku, pelupa Abis).
puasa2 ta'aruf, apakah hikmah dibalik semua ini, dah dulu ya,bye all
wassalamualaykum wr wb (sa'atnya ngorok nieh)
:P
assalamualaykum warrahmatullahi wabarkatuh
hmmm, lagi baru masuk kuliah, g sempet ikut mata pelajaran pbb(kalo g salah itu nama mata pelajarannya), kepaksa tahun depan, hmmm, ni mata pelajaran masuknya pagi jam 7(berat sekali deh, biasanya kan masih ngorok jam segitu, heheheh).
terus ada yg ngajak ta'aruf besok (SubhanaAllah), belom siap, tp dia selalu sms kaka ku (pengen kenal, akhirnya besok ketemu ditoko buku Senyum Muslim Banjarmasin, ada dia, terus saya dan kakak kandung saya).
yang jadi kepikiran nih, apa saya bisa bagi waktu, kuliah, kerja, dan punya suami (belom kebayang neh), soalnya saya pengen pegang salah satu kunci Syurga(menjadi Istri sholehah, bukan suaminya yg bernama sholeh). apalagi tahun depan saya mesti ikut pelajaran yang dimulai jam 7pagi(berangkat dr rumah jam 6.30 paling lambat).
tp yg jelas besok akan ada acara ta'aruf, bagaimana kah kelanjutannya???
tunggu episode berikutnya (wuihh, kek sinetron).
yg lucu nih, pengen istikharah sehabis isya(tp selalu lupa, ehueheu(ini salah satu penyakitku, pelupa Abis).
puasa2 ta'aruf, apakah hikmah dibalik semua ini, dah dulu ya,bye all
wassalamualaykum wr wb (sa'atnya ngorok nieh)
:P
Monday, October 09, 2006
Asma Nadia, Sabili No. 01 Th X Juli 2002.
"Menikah ?"
"Ya.."
"Tentu", jawab Ayesha tanpa ragu.
"Pertimbangkan dulu. Jangan cepat ambil keputusan." Bibinya berkata benar. Ayesha sedikit tersipu, tangannya membenahi abaya yang dipakainya dengan rikuh.
"Dengan siapa, Ammah ?"
Wajah lembut itu tiba-tiba mengeras. Kedua matanya mendadak meyembung. Mungkin karena air mata yang siap turun, entah kenapa. Luapan bahagiakah, karena keponakannya yang diurus sejak kecil ini akhirnya ada yang meminang ? Ayesha menunggu jawaban dari ammahnya. Tapi beberapa kejap hanya dilalui gelombang senyap.
"Ammah....dengan siapa ?"
Pandangan tajam wanita berumur itu menembus bola mata Ayesha. Seperti menimbang-nimbang kesiapan keponakan yang dicintainya itu, menikah. Ayesha membalas pandang, lebih karena ia tak mengerti kenapa pernikahan, kalau memang itu yang akan terjadi padanya, tak disambut ammah dengan riang, seperti pernikahan pada umumnya.
"Dengan Ayyash !"
Ayyash ?
Ammah mengangguk. Wajahnya pucat, namun terkesan lega. Biarlah.....biarlah Ayesha yang memutuskan....ini hidupnya.
Suara hati wanita itu bicara.
Di depannya tubuh Ayesha seperti kaku. Seolah tak percaya. Senang, tapi juga tahu apa yang akan dihadapinya. Berita itu mungkin benar. Yang jadi pertanyaan, siapakah dia ? "Kau pikirkan dulu, ya ? Ia memberi waktu sampai tiga hari. Katanya lebih cepat lebih baik." Ayesha masih tak bergerak. Pandangannya menembus jendela, meyisiri rumah- rumah di lingkungannya, dan debu tebal yang terembus di jalan.
Pernikahan....sungguh penantian semua gadis. Dengan Ayyash pula, siapa yang keberatan ? Tapi semua pun tahu, apa arti sebuah pernikahan di Palestina. Tantangan, perjuangan lain yang membutuhkan kesiapan lebih besar. Terutama bagi setiap gadis, yang menikahi pemuda pejuang macam Ayyash!
***
Dulu sekali, sewaktu kecil, ia tak memungkiri, kerap memperhatikan Ayyash dan teman-temannya dari balik kerudung yang biasa ditutupkan ke wajah, jika mereka kebetulan berpapasan. Mereka bertetangga. Begitulah Ayesha mengenal Ayyash, dan melihat bocah lelaki yang usianya lebih tua lima tahun darinya, tumbuh dewasa.
Ayah Ayyash salah satu pemegang pimpinan tertinggi di Hamas, sebelum tewas dalam aksi penyerangan markas tentara Israel. Ibunya, memimpin para wanita Palestina dalam berbagai kesempatan, mencegat, dan mengacaukan barisan tentara Yahudi, yang sedang melakukan pengejaran atas pejuang intifadah.
Mereka biasa muncul tiba-tiba dari balik tikungan yang sepi, atau memadat di pasar-pasar, dan menyulitkan pasukan Israel yang mencari penyusup. Bukan tanpa resiko, karena semua pun tahu, para tentara itu tak menaruh kasihan pada perempuan, atau anak-anak. Para perempuan yang bergabung, menyadari betul apa yang mereka hadapi. terkena tamparan atau tendangan, bahkan popor senapan, hingga tubuh mengucurkan darah, bahkan terlepas nyawa, adalah taruhannya.
Ayesha sejak lima tahun yang lalu, tak pernah meninggalkan satu kalipun aksi yang diadakan. Ia iri dengan para lelaki yang mendapat kesempatan lebih memegang senjata. Itu sebabnya gadis berkulit putih kemerahan itu, tak ingin kehilangan kesempatan jihadnya, sejak usia belia.
Tiga tahun lalu, ketika ibunda Ayyash syahid, dalam satu aksinya, setelah sebuah peluru mendarat di dahinya, mereka semua datang, juga Ayesha, untuk menyalatkan wanita pejuang itu. Pedihnya kehilangan ummi, Ayesha menyadari perasaan berduka yang bagaimanapun memang manusiawi. Begitu kagumnya ia melihat ketegaran Ayyash, mengatur semua prosesi, hingga tanah menutup dan memisahkannya dari ibunda tercinta. Tak ada sedu sedan, tak ada air mata. Hanya doa yang terucap tak putus. begitulah Ayyash menghadapi kehilangan abi, saudara-saudara lelakinya, adik perempuannya yang paling kecil, lalu terakhir ummi yang dikasihi. Begitu pula yang dipahami Ayesha, cara pejuang menghadapi kematian keluarga yang mereka cintai.
Dan kini, Ayesha dua puluh dua tahun. masih menyimpan pendar kekaguman dan simpati yang sama bagi Ayyash. Bocah lelaki bermata besar itu sudah menjelma menjadi lelaki gagah, dengan kulit merah kecoklatan, hidung bangir, dan mata setajam elang. Semangat perjuangan dan ketabahan lelaki itu sungguh luar biasa. Sewaktu kedua abangnya melakukan aksi bom bunuh diri, meledakkan gudang logistik Israel, ia hanya mengucapkan innalillahi, sebelum bangkit dan menggemakan Allahu Akbar, saat memasuki rumah, dan mengabarkan berita itu pada umminya.
Lalu ketika Fatimah, adiknya yang berpapasan dengan tentara, diperkosa, dan dibunuh sebelum dilemparkan ke jalan dengan tubuh tercabik-cabik. Ayyash masih setabah sebelumnya. Padahal siapapun tahu, cintanya pada Fatimah, bungsu di keluarga mereka.
Ayesha tak mengerti terbuat dari apa hati lelaki itu. Setelah semua kehilangan, tak ada dendam yang lalu membuatnya membabi buta atau meluapkan amarah dengan makian kotor. Ayyash menerima semua itu dengan keikhlasan luar biasa. Hanya matanya yang sesekali masih berkilat, saat ada yang menyebut nama adiknya. Di luar itu, hanya keshalihan, dan ketaatannya pada koordinasi gerak Hamas, yang kian bertambah. Begitu, dari hari ke hari.
***
Mereka berhadapan. Pertama kali dalam hidupnya ia bisa bebas menatap wajah lelaki itu dari jarak dekat. Ayyash yang tenang. Hanya bibirnya yang menyunggingkan senyum lebih sering, sejak ijab kabul diucapkan, meresmikan keberadaan keduanya.
Ayyash yang tenang dan hati Ayesha yang bergemuruh. Bukan saja karena kebahagiaan yang meluap-luap, tapi oleh sesuatu yang lain. Sebetulnya hal itu ingin disampaikannya pada lelaki yang kini telah menjadi suaminya.
Namun saat terbayang apa yang telah dihadapi Ayyash, dan senyum yang dilihatnya pertama kali begitu cerah. Batin Ayesha urung. Biarlah....nanti-nanti saja, atau tidak sama sekali, pikirnya. Ia tak mau ada yang merisaukan hati lelaki itu, terlebih karena waktu yang mereka miliki tak banyak. Bahkan sebentar sekali. Dua hari lalu, Ayyash sendiri yang meyampaikan kebenaran berita itu, niatan lelaki berusia dua puluh tujuh tahun, yang sudah selama dua pekan ini dibicarakan dari mulut ke mulut.
"Ayyash mencari istri ?"
"Ia akan menikah secepatnya, akhirnya "
"Tapi siapa yang akan menerima pernikahan berusia sehari semalam ?" Percakapan gadis-gadis di lingkungan mereka. Awalnya Ayesha tak mengerti.
"Kenapa sehari semalam ?", tanyanya pada ammahnya.
"Sebab, lelaki itu sudah menentukan hari kematiannya, Ayesha. Kini tinggal sepekan lagi. Waktunya hampir habis." Ayesha ingat ia tiba-tiba menggigit bibir menahan sesak yang tiba-tiba melanda. Ayyash pasti sudah menyanggupi melakukan aksi bom bunuh diri, seperti dua saudaranya dahulu. Cuma itu alasan yang bisa diterima, kenapa pejuang yang selama ini terkesan tak peduli dan tak pernah memikirkan untuk menikah, tiba-tiba seolah tak sabar untuk segera menikah. "Saya ingin menghadap Allah, yang telah memberi begitu banyak kemuliaan pada diri dan keluarga saya, dalam keadaan sudah menyempurnakan separuh agama. Kalimat panjang lelaki itu, wajahnya yang menunduk, dan rahangnya yang terkatup rapat. Menunggu jawaban darinya. Ayesha merekam semua itu dalam ingatannya. Dua hari lalu, saat khitbah dilangsungkan. "Ya...."jawabannya memecah kesunyian. Ammah serta merta memeluknya dengan wajah berurai air mata. Bahagia berbaur kesedihan atas keputusan Ayesha. Membayangkan keponakannya yang selalu dibanggakan karena semangatnya yang tak pernah turun, akan menjalani pernikahan. Yang malangnya, bahkan lebih pendek dari umur jagung.
Berganti-ganti Ayesha melihat wajah ammah yang basah air mata, lalu senyum dari bibir Ayyash yang tak henti melantunkan hamdalah. Di depan Ayesha, Ayyash tampak begitu bahagia, karena tiga hari, sebelum tugas itu dilaksanakan, ia berhasil menemukan pengantinnya. Seorang bidadari dalam perjuangan yang ia hormati, dan kagumi kekuatan mental maupun fisiknya. Ya, Ayesha. Mereka masih bertatapan. Saling menyunggingkan senyum. Ayesha yang
Wajahnya masih sering bersemu dadu, tampak sangat cantik di mata Ayyash. Pengantinnya, bidadarinya.....kata-kata itu diulangnya berkali-kali dalam hati. Namun betapapun cantiknya Ayesha, Ayyash tak hendak melanggar janji yang ditekadkan jauh dalam sanubarinya. "Ayesha.....saya tak menginginkanmu, bukan karena saya tak menghormatimu." Senyum Ayesha surut. Matanya yang gemintang menatap Ayyas tak berkedip, menunggu kelanjutan kalimat lelaki itu. Ini malam pertama mereka, dan setelah ini, tak akan ada malam-malam lain. Besok selepas waktu dhuha, lelaki itu akan menemukan penggal akhir hidupnya, menemui kekasih sejati. Allah Rabbul Izzati. Tak layakkah Ayesha memberikan yang terbaik baginya ?
Bagi ia yang akan menjelang syahid ? Pendar di mata Ayesha luluh. Ayyash mendongakkan dagunya, tangannya yang lain menggenggam jari-jari panjang Ayesha, seakan mengerti isi hati
istrinya.
"Saya mencintaimu, Ayesha. Dan saya meridhai semua yang telah dan akan Ayesha lakukan selama kebersamaan ini dan setelah saya pergi. Saya percaya dan berdoa, Allah akan memberimu seorang suami yang lebih baik, selepas kepergian saya." Ayesha tersenyum. Menyembunyikan hatinya yang masih gemuruh. Seandainya ia bisa menceritakannya pada Ayyash. Tapi ia tak sanggup. "Tak apa. Saya mengerti." Cuma itu yang bisa dikatakannya pada Ayyash. Suasana sekitar hening. Langit tanpa bulan tak mempengaruhi kebahagiaan di hati Ayyash. Bulan, baginya, malam ini telah menjelma pada kerelaan dan keikhlasan istrinya.
"Saya ingin, Ayesha bisa mendapatkan yang terbaik." Lelaki itu melanjutkan kalimatnya. "Dan karenanya saya merasa wajib menjaga kehormatanmu. Kita bicara saja, ya ? Ceritakan sesuatu yang saya tak tahu, Ayesha." Ayesha menatap mata Ayyash, lagi. Disana ia bisa melihat kegarangan dan keteduhan melebur satu. Sambil ia berpikir keras apa yang bisa ia ceritakan pada lelaki itu ? Tak lama dari bibir wanita itu meluncur cerita-cerita lucu tentang masa kecil mereka. Canda teman-teman mainnya, dan kegugupannya saat pertama berhadapan dengan Ayyash. Juga jari-jari tangannya yang berkeringat saat ia mencium tangan Ayyash pertama kali.
Betapa ia hampir terjatuh karena kram, akibat duduk terlalu lama, ketika mencoba bangun menyambut orang-orang yang datang menyalami mereka tadi pagi. Di antara senyum dan derai tawa suaminya, Ayesha masih berpikir tentang lelaki yang duduk di hadapannya. Sungguh, ia ingin membahagiakan Ayyash, dengan cara apapun. Melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Ayyash, membuat Ayesha tak habis pikir. Kenapa kebahagiaan orang lain, bisa membuatnya begitu bahagia ? Tapi inilah kebahagiaan itu, bisiknya sesaat setelah mereka menyelesaikan sholat malam dan tilawah bersama. Kali pertama dan terakhir. Kebahagiaan bukan pada umurnya, tapi pada esensi kata bahagia. Dan Ayesha belum pernah sebahagia itu sebelumnya.
Mereka masih belum bosan menatap satu sama lain, dan berpegangan tangan. Saat ia merebahkan diri di dada Ayash setelah sholat subuh, lelaki itu tak menolak.
"Biarkan saya berbakti padamu, Ayyash"
Ia ingat Ayyash menundukkan wajah dalam, seperti berpikir keras, sebelum kemudian mengangguk dan menerimanya. Beberapa jam lagi, Ayesha menghitung dalam hati. Kedua matanya memandangi wajah Ayyash yang pulas di depannya. Tinggal beberapa jam lagi, dan mereka akan tinggal kenangan. Dirinya dalam kenangan Ayyash, Ayyash dalam kenangan orang-orang sekitarnya. Ketika fajar mulai menampakkan diri, Ayesha yang telah rapi, kembali menatap Ayyash yang tertidur pulas, mencium kening dan tangan lelaki itu, sebelum meninggalkan rumah dengan langkah pelan.
***
Ia terbangun oleh gedoran di pintu. Pukul setengah tujuh pagi. Kerumunan di depan rumahnya. pagi pertama pernikahan mereka. Ada apa ? "Ayyash....istrimu, Ayesha." Ada titik air meruah di wajah ammah Ayesha. Lalu suara-suara gemang berdengung. Saling meningkahi, semua seperti tak sabar menyampaikan berita itu padanya.
"Setengah jam yang lalu, Ayyash. Ledakan...Ayesha yang melakukannya..."
"Gudang peluru itu. Bunyi...bagaimana kau bisa tak mendengar ?"
Ayyash merasa tubuhnya mengejang. Istrinya.....Ayesha mendahuluinya ? Kepalan tangannya mengeras. Mengenang semua keceriaan dan kejenakaannya, serta upaya Ayesha membahagiakannya semalam. Jadi....Masya Allah !
Istrinya kini....benar-benar bidadari.
Pikiran itu menghapuskan rasa sedih yang sesaat tadi mencoba menguasai hatinya. meski senyum kehilangan belum lepas dari wajah lelaki itu, sewaktu ia undur diri, dari kerumunan di depan rumah.
Keramaian yang sama masih menantinya dengan sabar, ketika tak lama kemudian lelaki itu berkemas, lalu dengan ketenangan yang tak terusik, melangkahkan kakinya meninggalkan rumah.
Waktunya tinggal sebentar. Tentara Israel pasti akan melakukan patroli kemari, sesegera mungkin, setelah apa yang dilakukan Ayesha. Ia harus segera pergi. Ayyash mempercepat langkahnya. teman-temannya sudah menunggu di dalam jip terbuka yang membawa mereka berempat.
Sepanjang jalan, tak ada kata-kata. semua melarutkan diri dalam zikir dan memutihkan niatan. Opearsi hari ini rencananya akan menghancurkan salah satu pusat militer Israel di daerah perbatasan. Memimpin paling depan, langkah Ayyash sedikitpun tak digelayuti keraguan, saat diam-diam mereka menyusup. Allah memberinya bidadari, dan tak lama lagi, ia akan menyusulnya.
Pikiran bahagianya bicara. Ayyash tersenyum, mengaktifkan alat peledak yang meliliti badannya. Ini, untuk perjuangan...
Dan bumi yang terharu atas perjuangan anak-anaknya, pun meneteskan air mata.
Hujan pertama pagi itu, untuk Ayyash dan Ayesha.
Asma Nadia, Sabili No. 01 Th X Juli 2002.
"Ya.."
"Tentu", jawab Ayesha tanpa ragu.
"Pertimbangkan dulu. Jangan cepat ambil keputusan." Bibinya berkata benar. Ayesha sedikit tersipu, tangannya membenahi abaya yang dipakainya dengan rikuh.
"Dengan siapa, Ammah ?"
Wajah lembut itu tiba-tiba mengeras. Kedua matanya mendadak meyembung. Mungkin karena air mata yang siap turun, entah kenapa. Luapan bahagiakah, karena keponakannya yang diurus sejak kecil ini akhirnya ada yang meminang ? Ayesha menunggu jawaban dari ammahnya. Tapi beberapa kejap hanya dilalui gelombang senyap.
"Ammah....dengan siapa ?"
Pandangan tajam wanita berumur itu menembus bola mata Ayesha. Seperti menimbang-nimbang kesiapan keponakan yang dicintainya itu, menikah. Ayesha membalas pandang, lebih karena ia tak mengerti kenapa pernikahan, kalau memang itu yang akan terjadi padanya, tak disambut ammah dengan riang, seperti pernikahan pada umumnya.
"Dengan Ayyash !"
Ayyash ?
Ammah mengangguk. Wajahnya pucat, namun terkesan lega. Biarlah.....biarlah Ayesha yang memutuskan....ini hidupnya.
Suara hati wanita itu bicara.
Di depannya tubuh Ayesha seperti kaku. Seolah tak percaya. Senang, tapi juga tahu apa yang akan dihadapinya. Berita itu mungkin benar. Yang jadi pertanyaan, siapakah dia ? "Kau pikirkan dulu, ya ? Ia memberi waktu sampai tiga hari. Katanya lebih cepat lebih baik." Ayesha masih tak bergerak. Pandangannya menembus jendela, meyisiri rumah- rumah di lingkungannya, dan debu tebal yang terembus di jalan.
Pernikahan....sungguh penantian semua gadis. Dengan Ayyash pula, siapa yang keberatan ? Tapi semua pun tahu, apa arti sebuah pernikahan di Palestina. Tantangan, perjuangan lain yang membutuhkan kesiapan lebih besar. Terutama bagi setiap gadis, yang menikahi pemuda pejuang macam Ayyash!
***
Dulu sekali, sewaktu kecil, ia tak memungkiri, kerap memperhatikan Ayyash dan teman-temannya dari balik kerudung yang biasa ditutupkan ke wajah, jika mereka kebetulan berpapasan. Mereka bertetangga. Begitulah Ayesha mengenal Ayyash, dan melihat bocah lelaki yang usianya lebih tua lima tahun darinya, tumbuh dewasa.
Ayah Ayyash salah satu pemegang pimpinan tertinggi di Hamas, sebelum tewas dalam aksi penyerangan markas tentara Israel. Ibunya, memimpin para wanita Palestina dalam berbagai kesempatan, mencegat, dan mengacaukan barisan tentara Yahudi, yang sedang melakukan pengejaran atas pejuang intifadah.
Mereka biasa muncul tiba-tiba dari balik tikungan yang sepi, atau memadat di pasar-pasar, dan menyulitkan pasukan Israel yang mencari penyusup. Bukan tanpa resiko, karena semua pun tahu, para tentara itu tak menaruh kasihan pada perempuan, atau anak-anak. Para perempuan yang bergabung, menyadari betul apa yang mereka hadapi. terkena tamparan atau tendangan, bahkan popor senapan, hingga tubuh mengucurkan darah, bahkan terlepas nyawa, adalah taruhannya.
Ayesha sejak lima tahun yang lalu, tak pernah meninggalkan satu kalipun aksi yang diadakan. Ia iri dengan para lelaki yang mendapat kesempatan lebih memegang senjata. Itu sebabnya gadis berkulit putih kemerahan itu, tak ingin kehilangan kesempatan jihadnya, sejak usia belia.
Tiga tahun lalu, ketika ibunda Ayyash syahid, dalam satu aksinya, setelah sebuah peluru mendarat di dahinya, mereka semua datang, juga Ayesha, untuk menyalatkan wanita pejuang itu. Pedihnya kehilangan ummi, Ayesha menyadari perasaan berduka yang bagaimanapun memang manusiawi. Begitu kagumnya ia melihat ketegaran Ayyash, mengatur semua prosesi, hingga tanah menutup dan memisahkannya dari ibunda tercinta. Tak ada sedu sedan, tak ada air mata. Hanya doa yang terucap tak putus. begitulah Ayyash menghadapi kehilangan abi, saudara-saudara lelakinya, adik perempuannya yang paling kecil, lalu terakhir ummi yang dikasihi. Begitu pula yang dipahami Ayesha, cara pejuang menghadapi kematian keluarga yang mereka cintai.
Dan kini, Ayesha dua puluh dua tahun. masih menyimpan pendar kekaguman dan simpati yang sama bagi Ayyash. Bocah lelaki bermata besar itu sudah menjelma menjadi lelaki gagah, dengan kulit merah kecoklatan, hidung bangir, dan mata setajam elang. Semangat perjuangan dan ketabahan lelaki itu sungguh luar biasa. Sewaktu kedua abangnya melakukan aksi bom bunuh diri, meledakkan gudang logistik Israel, ia hanya mengucapkan innalillahi, sebelum bangkit dan menggemakan Allahu Akbar, saat memasuki rumah, dan mengabarkan berita itu pada umminya.
Lalu ketika Fatimah, adiknya yang berpapasan dengan tentara, diperkosa, dan dibunuh sebelum dilemparkan ke jalan dengan tubuh tercabik-cabik. Ayyash masih setabah sebelumnya. Padahal siapapun tahu, cintanya pada Fatimah, bungsu di keluarga mereka.
Ayesha tak mengerti terbuat dari apa hati lelaki itu. Setelah semua kehilangan, tak ada dendam yang lalu membuatnya membabi buta atau meluapkan amarah dengan makian kotor. Ayyash menerima semua itu dengan keikhlasan luar biasa. Hanya matanya yang sesekali masih berkilat, saat ada yang menyebut nama adiknya. Di luar itu, hanya keshalihan, dan ketaatannya pada koordinasi gerak Hamas, yang kian bertambah. Begitu, dari hari ke hari.
***
Mereka berhadapan. Pertama kali dalam hidupnya ia bisa bebas menatap wajah lelaki itu dari jarak dekat. Ayyash yang tenang. Hanya bibirnya yang menyunggingkan senyum lebih sering, sejak ijab kabul diucapkan, meresmikan keberadaan keduanya.
Ayyash yang tenang dan hati Ayesha yang bergemuruh. Bukan saja karena kebahagiaan yang meluap-luap, tapi oleh sesuatu yang lain. Sebetulnya hal itu ingin disampaikannya pada lelaki yang kini telah menjadi suaminya.
Namun saat terbayang apa yang telah dihadapi Ayyash, dan senyum yang dilihatnya pertama kali begitu cerah. Batin Ayesha urung. Biarlah....nanti-nanti saja, atau tidak sama sekali, pikirnya. Ia tak mau ada yang merisaukan hati lelaki itu, terlebih karena waktu yang mereka miliki tak banyak. Bahkan sebentar sekali. Dua hari lalu, Ayyash sendiri yang meyampaikan kebenaran berita itu, niatan lelaki berusia dua puluh tujuh tahun, yang sudah selama dua pekan ini dibicarakan dari mulut ke mulut.
"Ayyash mencari istri ?"
"Ia akan menikah secepatnya, akhirnya "
"Tapi siapa yang akan menerima pernikahan berusia sehari semalam ?" Percakapan gadis-gadis di lingkungan mereka. Awalnya Ayesha tak mengerti.
"Kenapa sehari semalam ?", tanyanya pada ammahnya.
"Sebab, lelaki itu sudah menentukan hari kematiannya, Ayesha. Kini tinggal sepekan lagi. Waktunya hampir habis." Ayesha ingat ia tiba-tiba menggigit bibir menahan sesak yang tiba-tiba melanda. Ayyash pasti sudah menyanggupi melakukan aksi bom bunuh diri, seperti dua saudaranya dahulu. Cuma itu alasan yang bisa diterima, kenapa pejuang yang selama ini terkesan tak peduli dan tak pernah memikirkan untuk menikah, tiba-tiba seolah tak sabar untuk segera menikah. "Saya ingin menghadap Allah, yang telah memberi begitu banyak kemuliaan pada diri dan keluarga saya, dalam keadaan sudah menyempurnakan separuh agama. Kalimat panjang lelaki itu, wajahnya yang menunduk, dan rahangnya yang terkatup rapat. Menunggu jawaban darinya. Ayesha merekam semua itu dalam ingatannya. Dua hari lalu, saat khitbah dilangsungkan. "Ya...."jawabannya memecah kesunyian. Ammah serta merta memeluknya dengan wajah berurai air mata. Bahagia berbaur kesedihan atas keputusan Ayesha. Membayangkan keponakannya yang selalu dibanggakan karena semangatnya yang tak pernah turun, akan menjalani pernikahan. Yang malangnya, bahkan lebih pendek dari umur jagung.
Berganti-ganti Ayesha melihat wajah ammah yang basah air mata, lalu senyum dari bibir Ayyash yang tak henti melantunkan hamdalah. Di depan Ayesha, Ayyash tampak begitu bahagia, karena tiga hari, sebelum tugas itu dilaksanakan, ia berhasil menemukan pengantinnya. Seorang bidadari dalam perjuangan yang ia hormati, dan kagumi kekuatan mental maupun fisiknya. Ya, Ayesha. Mereka masih bertatapan. Saling menyunggingkan senyum. Ayesha yang
Wajahnya masih sering bersemu dadu, tampak sangat cantik di mata Ayyash. Pengantinnya, bidadarinya.....kata-kata itu diulangnya berkali-kali dalam hati. Namun betapapun cantiknya Ayesha, Ayyash tak hendak melanggar janji yang ditekadkan jauh dalam sanubarinya. "Ayesha.....saya tak menginginkanmu, bukan karena saya tak menghormatimu." Senyum Ayesha surut. Matanya yang gemintang menatap Ayyas tak berkedip, menunggu kelanjutan kalimat lelaki itu. Ini malam pertama mereka, dan setelah ini, tak akan ada malam-malam lain. Besok selepas waktu dhuha, lelaki itu akan menemukan penggal akhir hidupnya, menemui kekasih sejati. Allah Rabbul Izzati. Tak layakkah Ayesha memberikan yang terbaik baginya ?
Bagi ia yang akan menjelang syahid ? Pendar di mata Ayesha luluh. Ayyash mendongakkan dagunya, tangannya yang lain menggenggam jari-jari panjang Ayesha, seakan mengerti isi hati
istrinya.
"Saya mencintaimu, Ayesha. Dan saya meridhai semua yang telah dan akan Ayesha lakukan selama kebersamaan ini dan setelah saya pergi. Saya percaya dan berdoa, Allah akan memberimu seorang suami yang lebih baik, selepas kepergian saya." Ayesha tersenyum. Menyembunyikan hatinya yang masih gemuruh. Seandainya ia bisa menceritakannya pada Ayyash. Tapi ia tak sanggup. "Tak apa. Saya mengerti." Cuma itu yang bisa dikatakannya pada Ayyash. Suasana sekitar hening. Langit tanpa bulan tak mempengaruhi kebahagiaan di hati Ayyash. Bulan, baginya, malam ini telah menjelma pada kerelaan dan keikhlasan istrinya.
"Saya ingin, Ayesha bisa mendapatkan yang terbaik." Lelaki itu melanjutkan kalimatnya. "Dan karenanya saya merasa wajib menjaga kehormatanmu. Kita bicara saja, ya ? Ceritakan sesuatu yang saya tak tahu, Ayesha." Ayesha menatap mata Ayyash, lagi. Disana ia bisa melihat kegarangan dan keteduhan melebur satu. Sambil ia berpikir keras apa yang bisa ia ceritakan pada lelaki itu ? Tak lama dari bibir wanita itu meluncur cerita-cerita lucu tentang masa kecil mereka. Canda teman-teman mainnya, dan kegugupannya saat pertama berhadapan dengan Ayyash. Juga jari-jari tangannya yang berkeringat saat ia mencium tangan Ayyash pertama kali.
Betapa ia hampir terjatuh karena kram, akibat duduk terlalu lama, ketika mencoba bangun menyambut orang-orang yang datang menyalami mereka tadi pagi. Di antara senyum dan derai tawa suaminya, Ayesha masih berpikir tentang lelaki yang duduk di hadapannya. Sungguh, ia ingin membahagiakan Ayyash, dengan cara apapun. Melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Ayyash, membuat Ayesha tak habis pikir. Kenapa kebahagiaan orang lain, bisa membuatnya begitu bahagia ? Tapi inilah kebahagiaan itu, bisiknya sesaat setelah mereka menyelesaikan sholat malam dan tilawah bersama. Kali pertama dan terakhir. Kebahagiaan bukan pada umurnya, tapi pada esensi kata bahagia. Dan Ayesha belum pernah sebahagia itu sebelumnya.
Mereka masih belum bosan menatap satu sama lain, dan berpegangan tangan. Saat ia merebahkan diri di dada Ayash setelah sholat subuh, lelaki itu tak menolak.
"Biarkan saya berbakti padamu, Ayyash"
Ia ingat Ayyash menundukkan wajah dalam, seperti berpikir keras, sebelum kemudian mengangguk dan menerimanya. Beberapa jam lagi, Ayesha menghitung dalam hati. Kedua matanya memandangi wajah Ayyash yang pulas di depannya. Tinggal beberapa jam lagi, dan mereka akan tinggal kenangan. Dirinya dalam kenangan Ayyash, Ayyash dalam kenangan orang-orang sekitarnya. Ketika fajar mulai menampakkan diri, Ayesha yang telah rapi, kembali menatap Ayyash yang tertidur pulas, mencium kening dan tangan lelaki itu, sebelum meninggalkan rumah dengan langkah pelan.
***
Ia terbangun oleh gedoran di pintu. Pukul setengah tujuh pagi. Kerumunan di depan rumahnya. pagi pertama pernikahan mereka. Ada apa ? "Ayyash....istrimu, Ayesha." Ada titik air meruah di wajah ammah Ayesha. Lalu suara-suara gemang berdengung. Saling meningkahi, semua seperti tak sabar menyampaikan berita itu padanya.
"Setengah jam yang lalu, Ayyash. Ledakan...Ayesha yang melakukannya..."
"Gudang peluru itu. Bunyi...bagaimana kau bisa tak mendengar ?"
Ayyash merasa tubuhnya mengejang. Istrinya.....Ayesha mendahuluinya ? Kepalan tangannya mengeras. Mengenang semua keceriaan dan kejenakaannya, serta upaya Ayesha membahagiakannya semalam. Jadi....Masya Allah !
Istrinya kini....benar-benar bidadari.
Pikiran itu menghapuskan rasa sedih yang sesaat tadi mencoba menguasai hatinya. meski senyum kehilangan belum lepas dari wajah lelaki itu, sewaktu ia undur diri, dari kerumunan di depan rumah.
Keramaian yang sama masih menantinya dengan sabar, ketika tak lama kemudian lelaki itu berkemas, lalu dengan ketenangan yang tak terusik, melangkahkan kakinya meninggalkan rumah.
Waktunya tinggal sebentar. Tentara Israel pasti akan melakukan patroli kemari, sesegera mungkin, setelah apa yang dilakukan Ayesha. Ia harus segera pergi. Ayyash mempercepat langkahnya. teman-temannya sudah menunggu di dalam jip terbuka yang membawa mereka berempat.
Sepanjang jalan, tak ada kata-kata. semua melarutkan diri dalam zikir dan memutihkan niatan. Opearsi hari ini rencananya akan menghancurkan salah satu pusat militer Israel di daerah perbatasan. Memimpin paling depan, langkah Ayyash sedikitpun tak digelayuti keraguan, saat diam-diam mereka menyusup. Allah memberinya bidadari, dan tak lama lagi, ia akan menyusulnya.
Pikiran bahagianya bicara. Ayyash tersenyum, mengaktifkan alat peledak yang meliliti badannya. Ini, untuk perjuangan...
Dan bumi yang terharu atas perjuangan anak-anaknya, pun meneteskan air mata.
Hujan pertama pagi itu, untuk Ayyash dan Ayesha.
Asma Nadia, Sabili No. 01 Th X Juli 2002.
Kado Pernikahan
Walaupun resepnya sudah agak lama, tapi masih enak kok kl di angetin lagi dalam oven.
Resep kue ini untuk sahabatku Dodo dan Elisa yang akan menggenapkan setengah dien-nya. Semoga keberkahan terlimpah atas kalian berdua dan doakan semoga aku bisa segera menyusul.
Bagi yang sudah menikah, kue perkawinan ini diperlukan untuk mengingatkan & direnungkan.
Bagi yang belum menikah kue ini untuk bahan masukan, supaya jangan salah adonan.
Silahkan mencoba !!!
KUE PERKAWINAN
Bahan :
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.
Bumbu:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
5 kali ibadah/hari
Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.
Tips:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
- Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
- Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit didepan penghulu.
- Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
- Kue siap dinikmati.
Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven ber merek "Tempat Ibadah".
Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin semuanya halal koq!.
Resep kue ini untuk sahabatku Dodo dan Elisa yang akan menggenapkan setengah dien-nya. Semoga keberkahan terlimpah atas kalian berdua dan doakan semoga aku bisa segera menyusul.
Bagi yang sudah menikah, kue perkawinan ini diperlukan untuk mengingatkan & direnungkan.
Bagi yang belum menikah kue ini untuk bahan masukan, supaya jangan salah adonan.
Silahkan mencoba !!!
KUE PERKAWINAN
Bahan :
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.
Bumbu:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
5 kali ibadah/hari
Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.
Tips:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
- Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
- Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit didepan penghulu.
- Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
- Kue siap dinikmati.
Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven ber merek "Tempat Ibadah".
Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin semuanya halal koq!.
Saturday, September 23, 2006
itu anak siapa ya
Assalamualaykum wr wb
ini cerita beberapa minggu lalu sebenarnya, ini anak kerjanya jd tukang semir, tp tdk mau dkasih uang kecuali kita minta semirkan sama dia septu sama sendal. mau dkasih snack2 ringan juga dianya g mau , susah cari anak yg begini. lalu dtwrkan kakaku pekerja'an jd bersih2 kantor, aku bilang tanya dulu pendapatan dia, siapa tau pendapatan dia lebih banyak. heheh, ternyata dr hasil semir dia dpt penghasilan perhari sampai 100rb, wow, Alhamdulillah.
beda sekali dengan anak2 yg ada di emperan dan lampu2 merah, atw istilahnya anak2 gepeng yg cuman bisa minta2. SALUT BUAT MU ADIKKU, SALUT BUAT IBUMU YG MENGAJARKAN MENJAGA DIRI MU DR PEMINTA-MINTA.
ini cerita beberapa minggu lalu sebenarnya, ini anak kerjanya jd tukang semir, tp tdk mau dkasih uang kecuali kita minta semirkan sama dia septu sama sendal. mau dkasih snack2 ringan juga dianya g mau , susah cari anak yg begini. lalu dtwrkan kakaku pekerja'an jd bersih2 kantor, aku bilang tanya dulu pendapatan dia, siapa tau pendapatan dia lebih banyak. heheh, ternyata dr hasil semir dia dpt penghasilan perhari sampai 100rb, wow, Alhamdulillah.
beda sekali dengan anak2 yg ada di emperan dan lampu2 merah, atw istilahnya anak2 gepeng yg cuman bisa minta2. SALUT BUAT MU ADIKKU, SALUT BUAT IBUMU YG MENGAJARKAN MENJAGA DIRI MU DR PEMINTA-MINTA.
Wednesday, August 16, 2006
isi ceramah
assalamualaykum wr wb
ujar habar nya ceramah td siang, amun kd salah, masalah siksa kubur lawan neraka, nah jar tuan guru td, jaka nya kw tuh, kedida neraka, siksa kubur aja gin sudah lucut banar kita nih, maka amun sembahyang 5x sehari gen, knp kah sudah pina rasa masuk syurga, jaka pang nang sunah nya tgawi bubuhan kita nih, asa pina cukup aja sembahyg 5x sehari, mana kd sungsung pulang sembahyg nya, inya dganggu setan tuh pang, yg bgawi dwas-wasi masalah rugi, soalnya tutup amun sembahyg bjama'ah, nang sembahyg bjama'ah gen bisa dganggu setan jua , kena keingatan kunci lah ketinggalan di peuduan, keingatan toko lah kd begembok. nah, kita babulik pulang seandainya kedida neraka, jar sidin td, siksa kubur tuh, jakanya awak kita nih bebisul ganal di harit sampai kiamat, "sakit kah kada jar" , kd usah membayang akan yg ganal, yg halus2 aja, awak kita di cucuki pakai jarum yg paling halus gin"cuk-cuk-cuk" sampai kiamat, kypa rasanya, "maginya nang dpukul dpalu sehari-hari" jadinya, pesan sidin td tuh, jgn menggawi sembahyg aja, tp yg sunah nya jua, ini aja gen dulu nah, panat tangan aku dah.
wassalamualaykum wr wb
ujar habar nya ceramah td siang, amun kd salah, masalah siksa kubur lawan neraka, nah jar tuan guru td, jaka nya kw tuh, kedida neraka, siksa kubur aja gin sudah lucut banar kita nih, maka amun sembahyang 5x sehari gen, knp kah sudah pina rasa masuk syurga, jaka pang nang sunah nya tgawi bubuhan kita nih, asa pina cukup aja sembahyg 5x sehari, mana kd sungsung pulang sembahyg nya, inya dganggu setan tuh pang, yg bgawi dwas-wasi masalah rugi, soalnya tutup amun sembahyg bjama'ah, nang sembahyg bjama'ah gen bisa dganggu setan jua , kena keingatan kunci lah ketinggalan di peuduan, keingatan toko lah kd begembok. nah, kita babulik pulang seandainya kedida neraka, jar sidin td, siksa kubur tuh, jakanya awak kita nih bebisul ganal di harit sampai kiamat, "sakit kah kada jar" , kd usah membayang akan yg ganal, yg halus2 aja, awak kita di cucuki pakai jarum yg paling halus gin"cuk-cuk-cuk" sampai kiamat, kypa rasanya, "maginya nang dpukul dpalu sehari-hari" jadinya, pesan sidin td tuh, jgn menggawi sembahyg aja, tp yg sunah nya jua, ini aja gen dulu nah, panat tangan aku dah.
wassalamualaykum wr wb
Tuesday, August 15, 2006
nah loooo, bingung cara membujuk
assalamualaykum wr wb
keputusannya, saya dterima di ushuluddin, bagian tafsir hadist
tp, ada tapinya :(( (bikin sedih aja) harus mondok 1tahun dsana, abah aku g bakal membolehkan, dan katanya, ini adalah wajib bagi angkatan muda, g tau lagi deh, jd patah arang/semangat, semoga Allah SWT membuka kan hati untuk ke dua orang tua ku(ALLAHUMA AMIN).
nah lo, ada ospek :(( , dr tgl 17 Agustus sampai tgl 21
dr pagi sampai mlm, kalo g ikut ospek, g boleh ikut ldk kampus :((, kalo g ikut ldk sama juga bohong saya kuliah, bergaul dgn org yg bukan lembaga dakwah, saya kan dah tamat kuliah, kuliah di iain untuk belajar agama sama bergaul dgn org2 sholeh,
bukankah yg tdk tampak(syurga) itu jauh lebih baik dr yg tampak(hayooo ayat n surah brp), jangan lah menukar dunia mu dgn akhirat, tp org tua yg tdk mengijinkan :((.
teman2. aku perlu doa nih, wassalamualaykum wr wb
keputusannya, saya dterima di ushuluddin, bagian tafsir hadist
tp, ada tapinya :(( (bikin sedih aja) harus mondok 1tahun dsana, abah aku g bakal membolehkan, dan katanya, ini adalah wajib bagi angkatan muda, g tau lagi deh, jd patah arang/semangat, semoga Allah SWT membuka kan hati untuk ke dua orang tua ku(ALLAHUMA AMIN).
nah lo, ada ospek :(( , dr tgl 17 Agustus sampai tgl 21
dr pagi sampai mlm, kalo g ikut ospek, g boleh ikut ldk kampus :((, kalo g ikut ldk sama juga bohong saya kuliah, bergaul dgn org yg bukan lembaga dakwah, saya kan dah tamat kuliah, kuliah di iain untuk belajar agama sama bergaul dgn org2 sholeh,
bukankah yg tdk tampak(syurga) itu jauh lebih baik dr yg tampak(hayooo ayat n surah brp), jangan lah menukar dunia mu dgn akhirat, tp org tua yg tdk mengijinkan :((.
teman2. aku perlu doa nih, wassalamualaykum wr wb
Wednesday, June 28, 2006
DETIK-DETIK ROSULULLAH MENGHADAPI SAKARATUL MAUT
Ada sebuah kisah tentang cinta
yang benar-benar cinta
yang dicontohkan Allah
melalui kehidupan Rosul-Nya
> Pagi itu, walaupun langit telah menguning,
> burung-burung gurun enggan mengepakan sayap.
> Pagi itu, Rosulullah dengan suara terbatas memberikan
> khutbah,
> Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya.
> Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya
> Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Quran dan Sunnahku
> Barang siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintai
> aku dan
> khaliqnya.
> Orang-orang yang mencintai aku akan masuk surga
> bersama-samaku
>
> khutbah singkat itu diakhiri,
> dengan pandangan mata Rosulullah yang tajam
> dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
> Abu Bakar menatap mata itu tanpa kata-kata,
> umar dadanya turun naik menahan nafas dan tangisnya,
> Usman menghela nafas panjang dan
> Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
> Isyarat itu telah datang, saatnya telah tiba.
> rosulullah akan meninggalkan kita semua,
> keluh hati semua sahabat ketika itu.
> Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya
> di dunia.
> Tanda-tanda itu semakin kuat
> Tatkala Ali dan Fadhal dengan cerdas menangkap
> Rosulullah yang berkeadaan lemah
> dan goyah ketika turun dari mimbar.
> Disaat itu, jika mampu, seluruh sahabat yang hadir di
>sana
> pasti akan menahan detik-detik berlalu.
> Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rosulullah masih
> tertutup.
> sedang di dalamnya, Rosulullah sedang terbaring lemah
> dengan keningnya yang berkeringat
> dam membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
>
>
> Tiba-tiba di luar pintu terdengar seseorang berseru
> mengucapkan salam
> "Bolehkah saya masuk"? tanyanya
> tapi Fatimah tidak mengijinkannya masuk
> "maafkanlah ayahku sedang demam"
> kata Fatimah yang membalikan badannya dan menutup pintu
> Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata
> sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah,
> "siapakah itu wahai anakku?...""Tak taulah ayah",
> orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,
> tutur Fatimah lembut
>
> Lalu, Rosulullah menatap putrinya itu
> dengan pandangan yang menggetarkan
> seolah-olah bagian demi bagian
> wajah anaknya itu hendak dikenang
>
> Ketahuilah dialah yang menghapuskan kenikmatan
>sementara.
>
> Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia
> Dialah malaikat maut, kata Rosulullah
>
>Fatimah pun menahan ledakan tangisnya
> Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rosulullah
> menanyakan
> kenapa Jibril tidak ikut serta menyertaimu
> Kemudian di panggilah Jibril yang sebelumnya telah
>bersiap
>
> Diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah
>
> dan penghulu dunia ini
>
> Jibril, Jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?
> tanya Rosulullah dengan suara yang amat lemah
>
> pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah
> menanti ruh mu
> Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu, kata
> Jibril
> Tapi itu ternyata tidak membuat Rosulullah lega
> mata beliau penuh kecemasan
> Engkau tidak senang mendengar kabar ini? tanya Jibril
> lagi.
> Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?
>
> Jangan kuatir, wahai Rosul Allah,
>
> Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
>
> "Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat
>Muhammad,
>
> yang telah berada didalamnya", kata Jibril
>
> Detik-detik semakin dekat, saatnya Izjrail melaksanakan
> tugas
> pelahan ruh Rosulullah ditarik
> nampak seluruh tubuh bersimbah peluh, urat-urat leher
> menegang
> Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini,
> Perlahan Rosulullah mengaduh
>
>...........Fatimah terpejam..............
>.........Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam........
>..................sedang Jibril memalingkan muka.................
> Jijikah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?
> tanya Rosulullah pada malaikat pengantar wahyu itu
>
> "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal"
> kata Jibril
>
> Sebentar kemudian terdengar.........
> Rosulullah memekik, karena sakit yang tidak tertahan lagi
>
> "Ya Allah, dahsyatnya maut ini, timpakan saja semua ini kepadaku
> jangan pada umatku"
>
> Badan Rosulullah mulai dingin,
> kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi
> bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,
.......Ali segera mendekatkan telinganya..........
> Uushikum bis shalati, wa maa malakat aimanikum
> peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantaramu
> Diluar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan
> sahabat saling berpelukan
>Fatimah menutup tangan diwajahnya
> Ali kembali mendekatkan telinga ke bibir Rosulullah
> yang mulai kebiruan
>
> Ummatii, ummatii, ummatii.....
>
> umatku, umatku, umatku.....
>
> dan berakhirlah hidup manusia mulia
> yang memberi sinaran seluruh dunia.
> Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
>
> Allhumma sholi ala muhammad wa barik wa salim alaihi
> betapa cintanya Rosulullah kepada kita
> betapa kasihnya baginda Rosul kepada kita
> Justru sampaikan kepada sahabat-sahabat muslim lainya
> agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan Rosulnya
> seperti Allah dan Rosulnya mencintai kita
>
> Karena sesungguhnya selain dari pada itu hanyalah fana
> belaka.
nb : dr temen via email (akhi aris)
yang benar-benar cinta
yang dicontohkan Allah
melalui kehidupan Rosul-Nya
> Pagi itu, walaupun langit telah menguning,
> burung-burung gurun enggan mengepakan sayap.
> Pagi itu, Rosulullah dengan suara terbatas memberikan
> khutbah,
> Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya.
> Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya
> Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Quran dan Sunnahku
> Barang siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintai
> aku dan
> khaliqnya.
> Orang-orang yang mencintai aku akan masuk surga
> bersama-samaku
>
> khutbah singkat itu diakhiri,
> dengan pandangan mata Rosulullah yang tajam
> dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
> Abu Bakar menatap mata itu tanpa kata-kata,
> umar dadanya turun naik menahan nafas dan tangisnya,
> Usman menghela nafas panjang dan
> Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
> Isyarat itu telah datang, saatnya telah tiba.
> rosulullah akan meninggalkan kita semua,
> keluh hati semua sahabat ketika itu.
> Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya
> di dunia.
> Tanda-tanda itu semakin kuat
> Tatkala Ali dan Fadhal dengan cerdas menangkap
> Rosulullah yang berkeadaan lemah
> dan goyah ketika turun dari mimbar.
> Disaat itu, jika mampu, seluruh sahabat yang hadir di
>sana
> pasti akan menahan detik-detik berlalu.
> Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rosulullah masih
> tertutup.
> sedang di dalamnya, Rosulullah sedang terbaring lemah
> dengan keningnya yang berkeringat
> dam membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
>
>
> Tiba-tiba di luar pintu terdengar seseorang berseru
> mengucapkan salam
> "Bolehkah saya masuk"? tanyanya
> tapi Fatimah tidak mengijinkannya masuk
> "maafkanlah ayahku sedang demam"
> kata Fatimah yang membalikan badannya dan menutup pintu
> Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata
> sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah,
> "siapakah itu wahai anakku?...""Tak taulah ayah",
> orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,
> tutur Fatimah lembut
>
> Lalu, Rosulullah menatap putrinya itu
> dengan pandangan yang menggetarkan
> seolah-olah bagian demi bagian
> wajah anaknya itu hendak dikenang
>
> Ketahuilah dialah yang menghapuskan kenikmatan
>sementara.
>
> Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia
> Dialah malaikat maut, kata Rosulullah
>
>Fatimah pun menahan ledakan tangisnya
> Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rosulullah
> menanyakan
> kenapa Jibril tidak ikut serta menyertaimu
> Kemudian di panggilah Jibril yang sebelumnya telah
>bersiap
>
> Diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah
>
> dan penghulu dunia ini
>
> Jibril, Jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?
> tanya Rosulullah dengan suara yang amat lemah
>
> pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah
> menanti ruh mu
> Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu, kata
> Jibril
> Tapi itu ternyata tidak membuat Rosulullah lega
> mata beliau penuh kecemasan
> Engkau tidak senang mendengar kabar ini? tanya Jibril
> lagi.
> Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?
>
> Jangan kuatir, wahai Rosul Allah,
>
> Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
>
> "Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat
>Muhammad,
>
> yang telah berada didalamnya", kata Jibril
>
> Detik-detik semakin dekat, saatnya Izjrail melaksanakan
> tugas
> pelahan ruh Rosulullah ditarik
> nampak seluruh tubuh bersimbah peluh, urat-urat leher
> menegang
> Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini,
> Perlahan Rosulullah mengaduh
>
>...........Fatimah terpejam..............
>.........Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam........
>..................sedang Jibril memalingkan muka.................
> Jijikah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?
> tanya Rosulullah pada malaikat pengantar wahyu itu
>
> "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal"
> kata Jibril
>
> Sebentar kemudian terdengar.........
> Rosulullah memekik, karena sakit yang tidak tertahan lagi
>
> "Ya Allah, dahsyatnya maut ini, timpakan saja semua ini kepadaku
> jangan pada umatku"
>
> Badan Rosulullah mulai dingin,
> kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi
> bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,
.......Ali segera mendekatkan telinganya..........
> Uushikum bis shalati, wa maa malakat aimanikum
> peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantaramu
> Diluar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan
> sahabat saling berpelukan
>Fatimah menutup tangan diwajahnya
> Ali kembali mendekatkan telinga ke bibir Rosulullah
> yang mulai kebiruan
>
> Ummatii, ummatii, ummatii.....
>
> umatku, umatku, umatku.....
>
> dan berakhirlah hidup manusia mulia
> yang memberi sinaran seluruh dunia.
> Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
>
> Allhumma sholi ala muhammad wa barik wa salim alaihi
> betapa cintanya Rosulullah kepada kita
> betapa kasihnya baginda Rosul kepada kita
> Justru sampaikan kepada sahabat-sahabat muslim lainya
> agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan Rosulnya
> seperti Allah dan Rosulnya mencintai kita
>
> Karena sesungguhnya selain dari pada itu hanyalah fana
> belaka.
nb : dr temen via email (akhi aris)
dont say amorrrrr, if u .....
STUDIA Edisi 282/Tahun ke-7 (27 Februari 2006)
Ya, jangan bilang cinta kalo kita masih setengah hati mencintai. Jangan
pernah ucapkan kata cinta jika kita masih tak bisa memberikan pengorbanan
terbesar dalam hidup kita demi yang kita cintai. Jangan sampe keluar kata
cinta jika kita tak berani membela yang kita cintai. Sebab, cinta bukan
hanya ucapan yang manis di bibir, bukan kata yang kedengarannya indah di
telinga, dan bukan pula tulisan yang membuat kita merasa bahagia. Bukan
hanya itu. Karena cinta harus diwujudkan dalam perilaku. ‘Kalimah sakti’ itu
harus tercermin dalam perbuatan dan pikiran. Sekali berani bilang cinta,
maka seharusnya kita akan berani berkorban, berani membela, berani
bertanggung jawab terhadap apa yang kita cintai.
Sobat muda muslim, tolong jangan menggombal atas nama cinta. Jangan pula
pura-pura jadi orang yang penuh cinta dengan menipu diri karena sejatinya
kita belum sepenuhnya mencintai apa yang kita cintai. Cinta itu bukan
main-main, cinta adalah wujud dari keseriusan kita bahwa kita akan berusaha
melakukan apa saja demi yang kita cintai. Kalo kita mengecewakan yang kita
cintai, tentunya cinta kita palsu. Kalo kita mengkhianati apa yang kita
cintai, tentunya bukan cinta sejati. Sebab, jika benar-benar cinta kepada
apa yang kita cintai, kita nggak bakalan mengecewakan apalagi
mengkhianatinya. Tul nggak sih?
Jangan bilang cinta kepada Allah, jika…
Jika kita masih melanggar aturanNya. Sungguh sangat aneh jika kita berani
mengatakan cinta kepada Allah, sementara kita doyan alias hobi banget
menolak perintahNya, sementara laranganNya malah kita lakukan. Pastinya ada
yang error alias tulalit kalo kita bilang: “Aku cinta kepada Allah Swt.”,
tapi dalam kelakuan kita nggak mencerminkan kecintaan kita kepadaNya.
Misalnya nih, meski sholat rajin dan puasa rajin, tapi perintah Allah Swt.
yang lainnya seperti menutup aurat kalo keluar rumah nggak kita lakukan.
Anak cewek yang tertutup rapat dengan kain mukena ketika sholat, seharusnya
menutup rapat auratnya pula ketika keluar rumah. Seringnya kan nggak ya.
Rapi pada saat sholat, begitu keluar rumah malah tampil mengumbar aurat. Ke
sekolah nggak pake kerudung dan pakaian jilbab (pakaian terusan—buat anak
SMA sebenarnya bisa disambung pakaian atas putih dan bawah abu-abu).
Sebaliknya, malah pake rok. Meski rok itu menutupi lutut, tapi kan nggak
disebut pakaian muslimah. Padahal, Allah memerintahkan lho untuk mengenakan
busana muslimah buat wanita, sebagaimana dalam firmanNya: “Hai Nabi
katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri
orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka”.. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena
itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha
penyayang.”(QS al-Ahzab [33]: 59)
Yup, kita coba ngasih penjelasan. Begini sobat, jilbab bermakna milhâfah
(baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis), kain (kisâ’)
apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsawb) yang dapat menutupi
seluruh bagian tubuh. Di dalam kamus al-Muhîth dinyatakan demikian: Jilbab
itu laksana sirdâb (terowongan) atau sinmâr (lorong), yakni baju atau
pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang
dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.
Nah, kalo mau pengen tahu penjelasan tambahannya, ada juga keterangan dalam
kamus ash-Shahhâh, al-Jawhârî menyatakan: Jilbab adalah kain panjang dan
longgar (milhâfah) yang sering disebut mulâ’ah (baju kurung).
Nah, kapan mengenakan jilbab? Yang pasti kalo seorang muslimah pergi keluar
rumah. Atau kalo pun di dalam rumah, saat ada tamu asing (bukan mahrom—tentu
laki-laki). Sebab memang tujuannya juga adalah untuk menutup auratnya. Oya,
untuk bisa disebut mengenakan busana muslimah, maka seorang muslimah harus
mengenakan jilbab lengkap dengan kerudungnya. Begitu deh, secara singkatnya.
Bagi anak laki juga sama. Kalo keluar rumah atau kalo di dalam rumah tapi
ada wanita bukan mahrom nggak boleh tuh dipamerin dengkulmu dan udelmu.
Karena aurat laki-laki tuh dari pusar sampe lutut. Wah, kayaknya udah pada
paham deh. Soalnya nih pernah kita pelajari waktu SD dulu. Tul nggak? Ini
sekadar ngingetin aja, gitu lho.
Oya, itu baru kita bahas kewajiban menutup aurat, sementara kewajiban yang
dibebankan oleh Allah kepada kita banyak banget. Sebut saja tentang sholat,
puasa, zakat, pengaturan kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, budaya,
politik, hukum, sampe pemerintahan. Itu baru pokok-pokoknya, belum cabangnya
dari situ. Wah, kalo ditulis bisa ngabisin jatah halaman di buletin ini.
But, intinya nih, jangan bilang cinta kepada Allah kalo kita doyan menolak
kewajiban yang diperintahkanNya, malah berani mengamalkan apa yang
diharamkanNya.
Jangan bilang cinta kepada Rasulullah saw....
Jika kita masih melanggar aturan yang ditetapkan Rasulullah saw. Sebab, apa
yang disampaikan oleh Rasulullah saw. sejatinya adalah wahyu dari Allah Swt.
Ditegaskan oleh Allah Swt. dalam firmanNya: “...kawanmu (Muhammad) tidak
sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Quran)
menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang
diwahyukan (kepadanya).” (QS an-Najm [53]: 2-4)
Kalo kita masih mengumbar hawa nafsu dengan melakukan aktivitas pacaran,
berarti selain melanggar aturan Allah Swt., juga melanggar aturan Rasulullah
saw. Dan, tentu aja itu nggak mencintai Allah Swt. dan RasulNya. Allah
menjelaskan larangan mendekati zina (lihat QS al-Isra ayat 32). Nah, hadis
Nabi juga ada. Beliau saw. bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah
dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang
tidak disertai mahromnya. Karena sesungguhnya yang ketiga adalah syaitan.”
(HR Ahmad)
Sobat, jangan bilang cinta kepada Rasulullah saw., kalo kita nggak
tersinggung ketika ada pihak-pihak yang dengan sengaja melecehkan Rasulullah
saw. Aneh banget kan kalo kita ngakunya cinta mati sama Rasulullah saw.,
tapi kita nggak marah ketika ada orang yang menjelekkan Rasulullah saw.
Seperti kasus pelcehan terhadap Rasulullah saw. yang dilakukan media-media
Eropa dalam bentuk kartun yang salah satunya menggambarkan bahwa Muhammad
saw. sumber inspirasi kekerasan. Gambarnya adalah sosok lelaki dengan
tampang garang dan sorbannya berbentuk bom. Ditulisin di situ dengan jelas
dalam bahasa Arab kalimat Muhammad saw. Waduh, kaum Muslimin marah dengan
protes baik secara lisan maupun tulisan justru wajar. Karena cintanya kepada
Rasulullah saw. Yang parah tuh kalo kita diem aja, terus pura-pura bijak
dengan mengatakan bahwa kartun itu sebagai bentuk evaluasi buat umat Islam.
Nggak marah apalagi protes. Aneh banget kan? Macam mana pula tuh orang?
Ngakunya sih Muslim. Tokoh intelektual pula di di negeri ini. Sadar Pak!
Jangan bilang cinta kepada Rasulullah saw. jika hanya mengambil sebagian
ajarannya dan meninggalkan sebagian besar ajarannya yang lain. Kalo kita
cinta kepada Rasulullah saw. berarti harus mengambil seluruh yang dibawanya.
Bukan dipilih-pilih sesuai kehendak hawa nafsu kita. Karena Allah Swt.
memerintahkan kita untuk mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah saw.
sebagaimana firmanNya:“Apa yang datang (diajarkan) Rasul kepadamu, maka
terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS
al-Haysr [59]: 7)
Oke, boleh bilang cinta kepada Rasulullah saw., asalkan kita berani pula
untuk menaati segala perintahnya dan meninggalkan segala larangannya. Bohong
besar banget kalo kita ngaku-ngaku cinta sama Rasulullah saw. tapi nggak
pernah melaksanakan tuntunan ajarannya. Betul ndak?
Jangan bilang cinta sama ortu...
Jika kita masih suka melawannya, mencelanya, merendahkannya, dan bahkan
menghinanya. Bohong banget kalo kita ngaku-ngaku cinta sama ortu kita, tapi
setiap ortu minta tolong untuk kebaikan kita malah menolaknya. Percuma
bilang cinta sama ortu, tapi kalo diingetin untuk kebaikan dan kebenaran
kita malah menghardiknya. Anak macam apa itu?
Buktikan kecintaan kita kepada ortu kita adalah dengan berbakti kepadanya.
Menghormati mereka, menghargai mereka, menolong mereka, dan membuat mereka
bahagia dengan adanya kita. Keberadaan kita yang udah dilahirkan ini bukan
menjadi beban mereka. Kasihan ibu kita, sejak mengandung kita, melahirkan
kita, merawat dan membesarkan kita, ia tak pernah mengeluh. Ayah kita juga
sama. Mencari nafkah dengan semangat untuk keluarganya.
Cinta mereka sepenuh hati buat kita. Sudah terbukti kok. Karena sampe
sekarang aja, meski kita bandel, ibu dan ayah kita tetap mendoakan agar kita
mendapat petunjuk sambil terus membimbing kita (meski kadang menurut kita
terlihat seperti orang yang cerewet). Tuh, gimana nggak penuh cinta. Jadi,
kitanya sendiri nih yang kudu membuktikan bahwa kita cinta kepada ibu dan
ayah kita dengan cara berbakti kepadanya. Itu sebabnya, jangan bilang cinta
kalo kita tak menghargainya, tak berbakti kepada mereka. Oke?
Jangan bilang cinta kepada kaum Muslimin...
Jika kita nggak mau bekerjasama saling mengingatkan dalam kebenaran dan
saling membantu jika di antara kita mengalami kesusahan. Bohong banget
ngaku-ngaku cinta kepada sesama kaum Muslimin, tapi ketika ada saudara
seakidah kita minta tolong malah dicuekkin. Apalagi sesama aktivis dakwah,
mentang-mentang beda kelompok dakwah, lalu nggak mau menolong jika beda
kelompok dakwah. Lebih parah lagi jika para aktivis dakwah itu masih sodara
kandung. Karena kakaknya beda kelompok dakwah dengan adiknya, lalu ketika
mereka membutuhkan pertolongan malah disuruh minta ke temen-temen dari
kelompok dakwah masing-masing. Yee.. mana ukhuwahmu? Bohong banget
ngaku-ngaku cinta sesama Muslim tapi dengan sesama kaum Muslimin sendiri
nggak mau menolong hanya karena yang akan ditolong beda kelompok dakwah.
Kalo gitu caranya, jangan bilang cinta kepada kaum Muslimin. Sadar ye akhi
wa ukhti...
Jangan bilang cinta kepada diri sendiri...
Jika kita senang menjerumuskan diri dalam bahaya dan kerusakan. Bohong
banget bilang cinta ama diri sendiri, tapi setiap hari kita nenggak minuman
keras, sering juga mengkonsumsi narkoba, tubuh kita dipenuhi tattoo. Bahkan
banyak di antara kita yang mengumbar auratnya dan dipajang di sampul majalah
porno atau joget-joget kayak cacing kepanasan mempertontonkan keindahan
tubuhnya di layar televisi (termasuk mereka yang menjerumuskan tubuh-tubuh
mereka dalam perzinahan).
Menurut saya, mereka adalah orang-orang yang nggak cinta pada dirinya
sendiri. Kalo dipikir-pikir, memang sih tubuh kita ya tanggung jawab kita
sepenuhnya. Mau diapakan saja terserah kita. Wong, itu tubuh kita. But, kita
kudu ingat sobat. Bahwa tubuh kita bukan milik kita. Tubuh kita sejatinya
milik Allah Swt. Jadi, tuh tubuh kudu kita pelihara dan dijaga sesuai aturan
dari yang menciptakan kita, yakni Allah Swt.
Itu sebabnya, ada larangan bunuh diri, larangan mengkonsumsi narkoba,
larangan mentato badan, larangan mempertontonkan aurat di muka umum dll. Iya
kan?
Oke deh, moga renungan sederhana ini bisa ngingetin kita untuk mengevaluasi
kehidupan kita: Apa benar kita udah cinta banget sama Allah, RasulNya, ortu
kita, kaum Muslimin, dan cinta kepada diri kita sendiri jika kita masih
berperilaku yang justru menggambarkan bentuk pengkhianatan terhadap cinta
yang kita ikrarkan?
Semoga kita menjadi orang-orang yang benar-benar mencintai Allah Swt.,
RasulNya, ortu kita, kaum Muslimin, dan diri kita sendiri. Nah, itu harus
dibuktikan dalam pikiran dan perbuatan sesuai tuntunan ajaran Islam. Oke?
Semangat! [solihin: sholihin@gmx.net]
nb : dr kiriman teman via email ( adek asti)
Ya, jangan bilang cinta kalo kita masih setengah hati mencintai. Jangan
pernah ucapkan kata cinta jika kita masih tak bisa memberikan pengorbanan
terbesar dalam hidup kita demi yang kita cintai. Jangan sampe keluar kata
cinta jika kita tak berani membela yang kita cintai. Sebab, cinta bukan
hanya ucapan yang manis di bibir, bukan kata yang kedengarannya indah di
telinga, dan bukan pula tulisan yang membuat kita merasa bahagia. Bukan
hanya itu. Karena cinta harus diwujudkan dalam perilaku. ‘Kalimah sakti’ itu
harus tercermin dalam perbuatan dan pikiran. Sekali berani bilang cinta,
maka seharusnya kita akan berani berkorban, berani membela, berani
bertanggung jawab terhadap apa yang kita cintai.
Sobat muda muslim, tolong jangan menggombal atas nama cinta. Jangan pula
pura-pura jadi orang yang penuh cinta dengan menipu diri karena sejatinya
kita belum sepenuhnya mencintai apa yang kita cintai. Cinta itu bukan
main-main, cinta adalah wujud dari keseriusan kita bahwa kita akan berusaha
melakukan apa saja demi yang kita cintai. Kalo kita mengecewakan yang kita
cintai, tentunya cinta kita palsu. Kalo kita mengkhianati apa yang kita
cintai, tentunya bukan cinta sejati. Sebab, jika benar-benar cinta kepada
apa yang kita cintai, kita nggak bakalan mengecewakan apalagi
mengkhianatinya. Tul nggak sih?
Jangan bilang cinta kepada Allah, jika…
Jika kita masih melanggar aturanNya. Sungguh sangat aneh jika kita berani
mengatakan cinta kepada Allah, sementara kita doyan alias hobi banget
menolak perintahNya, sementara laranganNya malah kita lakukan. Pastinya ada
yang error alias tulalit kalo kita bilang: “Aku cinta kepada Allah Swt.”,
tapi dalam kelakuan kita nggak mencerminkan kecintaan kita kepadaNya.
Misalnya nih, meski sholat rajin dan puasa rajin, tapi perintah Allah Swt.
yang lainnya seperti menutup aurat kalo keluar rumah nggak kita lakukan.
Anak cewek yang tertutup rapat dengan kain mukena ketika sholat, seharusnya
menutup rapat auratnya pula ketika keluar rumah. Seringnya kan nggak ya.
Rapi pada saat sholat, begitu keluar rumah malah tampil mengumbar aurat. Ke
sekolah nggak pake kerudung dan pakaian jilbab (pakaian terusan—buat anak
SMA sebenarnya bisa disambung pakaian atas putih dan bawah abu-abu).
Sebaliknya, malah pake rok. Meski rok itu menutupi lutut, tapi kan nggak
disebut pakaian muslimah. Padahal, Allah memerintahkan lho untuk mengenakan
busana muslimah buat wanita, sebagaimana dalam firmanNya: “Hai Nabi
katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri
orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka”.. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena
itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha
penyayang.”(QS al-Ahzab [33]: 59)
Yup, kita coba ngasih penjelasan. Begini sobat, jilbab bermakna milhâfah
(baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis), kain (kisâ’)
apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsawb) yang dapat menutupi
seluruh bagian tubuh. Di dalam kamus al-Muhîth dinyatakan demikian: Jilbab
itu laksana sirdâb (terowongan) atau sinmâr (lorong), yakni baju atau
pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang
dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.
Nah, kalo mau pengen tahu penjelasan tambahannya, ada juga keterangan dalam
kamus ash-Shahhâh, al-Jawhârî menyatakan: Jilbab adalah kain panjang dan
longgar (milhâfah) yang sering disebut mulâ’ah (baju kurung).
Nah, kapan mengenakan jilbab? Yang pasti kalo seorang muslimah pergi keluar
rumah. Atau kalo pun di dalam rumah, saat ada tamu asing (bukan mahrom—tentu
laki-laki). Sebab memang tujuannya juga adalah untuk menutup auratnya. Oya,
untuk bisa disebut mengenakan busana muslimah, maka seorang muslimah harus
mengenakan jilbab lengkap dengan kerudungnya. Begitu deh, secara singkatnya.
Bagi anak laki juga sama. Kalo keluar rumah atau kalo di dalam rumah tapi
ada wanita bukan mahrom nggak boleh tuh dipamerin dengkulmu dan udelmu.
Karena aurat laki-laki tuh dari pusar sampe lutut. Wah, kayaknya udah pada
paham deh. Soalnya nih pernah kita pelajari waktu SD dulu. Tul nggak? Ini
sekadar ngingetin aja, gitu lho.
Oya, itu baru kita bahas kewajiban menutup aurat, sementara kewajiban yang
dibebankan oleh Allah kepada kita banyak banget. Sebut saja tentang sholat,
puasa, zakat, pengaturan kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, budaya,
politik, hukum, sampe pemerintahan. Itu baru pokok-pokoknya, belum cabangnya
dari situ. Wah, kalo ditulis bisa ngabisin jatah halaman di buletin ini.
But, intinya nih, jangan bilang cinta kepada Allah kalo kita doyan menolak
kewajiban yang diperintahkanNya, malah berani mengamalkan apa yang
diharamkanNya.
Jangan bilang cinta kepada Rasulullah saw....
Jika kita masih melanggar aturan yang ditetapkan Rasulullah saw. Sebab, apa
yang disampaikan oleh Rasulullah saw. sejatinya adalah wahyu dari Allah Swt.
Ditegaskan oleh Allah Swt. dalam firmanNya: “...kawanmu (Muhammad) tidak
sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Quran)
menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang
diwahyukan (kepadanya).” (QS an-Najm [53]: 2-4)
Kalo kita masih mengumbar hawa nafsu dengan melakukan aktivitas pacaran,
berarti selain melanggar aturan Allah Swt., juga melanggar aturan Rasulullah
saw. Dan, tentu aja itu nggak mencintai Allah Swt. dan RasulNya. Allah
menjelaskan larangan mendekati zina (lihat QS al-Isra ayat 32). Nah, hadis
Nabi juga ada. Beliau saw. bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah
dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang
tidak disertai mahromnya. Karena sesungguhnya yang ketiga adalah syaitan.”
(HR Ahmad)
Sobat, jangan bilang cinta kepada Rasulullah saw., kalo kita nggak
tersinggung ketika ada pihak-pihak yang dengan sengaja melecehkan Rasulullah
saw. Aneh banget kan kalo kita ngakunya cinta mati sama Rasulullah saw.,
tapi kita nggak marah ketika ada orang yang menjelekkan Rasulullah saw.
Seperti kasus pelcehan terhadap Rasulullah saw. yang dilakukan media-media
Eropa dalam bentuk kartun yang salah satunya menggambarkan bahwa Muhammad
saw. sumber inspirasi kekerasan. Gambarnya adalah sosok lelaki dengan
tampang garang dan sorbannya berbentuk bom. Ditulisin di situ dengan jelas
dalam bahasa Arab kalimat Muhammad saw. Waduh, kaum Muslimin marah dengan
protes baik secara lisan maupun tulisan justru wajar. Karena cintanya kepada
Rasulullah saw. Yang parah tuh kalo kita diem aja, terus pura-pura bijak
dengan mengatakan bahwa kartun itu sebagai bentuk evaluasi buat umat Islam.
Nggak marah apalagi protes. Aneh banget kan? Macam mana pula tuh orang?
Ngakunya sih Muslim. Tokoh intelektual pula di di negeri ini. Sadar Pak!
Jangan bilang cinta kepada Rasulullah saw. jika hanya mengambil sebagian
ajarannya dan meninggalkan sebagian besar ajarannya yang lain. Kalo kita
cinta kepada Rasulullah saw. berarti harus mengambil seluruh yang dibawanya.
Bukan dipilih-pilih sesuai kehendak hawa nafsu kita. Karena Allah Swt.
memerintahkan kita untuk mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah saw.
sebagaimana firmanNya:“Apa yang datang (diajarkan) Rasul kepadamu, maka
terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS
al-Haysr [59]: 7)
Oke, boleh bilang cinta kepada Rasulullah saw., asalkan kita berani pula
untuk menaati segala perintahnya dan meninggalkan segala larangannya. Bohong
besar banget kalo kita ngaku-ngaku cinta sama Rasulullah saw. tapi nggak
pernah melaksanakan tuntunan ajarannya. Betul ndak?
Jangan bilang cinta sama ortu...
Jika kita masih suka melawannya, mencelanya, merendahkannya, dan bahkan
menghinanya. Bohong banget kalo kita ngaku-ngaku cinta sama ortu kita, tapi
setiap ortu minta tolong untuk kebaikan kita malah menolaknya. Percuma
bilang cinta sama ortu, tapi kalo diingetin untuk kebaikan dan kebenaran
kita malah menghardiknya. Anak macam apa itu?
Buktikan kecintaan kita kepada ortu kita adalah dengan berbakti kepadanya.
Menghormati mereka, menghargai mereka, menolong mereka, dan membuat mereka
bahagia dengan adanya kita. Keberadaan kita yang udah dilahirkan ini bukan
menjadi beban mereka. Kasihan ibu kita, sejak mengandung kita, melahirkan
kita, merawat dan membesarkan kita, ia tak pernah mengeluh. Ayah kita juga
sama. Mencari nafkah dengan semangat untuk keluarganya.
Cinta mereka sepenuh hati buat kita. Sudah terbukti kok. Karena sampe
sekarang aja, meski kita bandel, ibu dan ayah kita tetap mendoakan agar kita
mendapat petunjuk sambil terus membimbing kita (meski kadang menurut kita
terlihat seperti orang yang cerewet). Tuh, gimana nggak penuh cinta. Jadi,
kitanya sendiri nih yang kudu membuktikan bahwa kita cinta kepada ibu dan
ayah kita dengan cara berbakti kepadanya. Itu sebabnya, jangan bilang cinta
kalo kita tak menghargainya, tak berbakti kepada mereka. Oke?
Jangan bilang cinta kepada kaum Muslimin...
Jika kita nggak mau bekerjasama saling mengingatkan dalam kebenaran dan
saling membantu jika di antara kita mengalami kesusahan. Bohong banget
ngaku-ngaku cinta kepada sesama kaum Muslimin, tapi ketika ada saudara
seakidah kita minta tolong malah dicuekkin. Apalagi sesama aktivis dakwah,
mentang-mentang beda kelompok dakwah, lalu nggak mau menolong jika beda
kelompok dakwah. Lebih parah lagi jika para aktivis dakwah itu masih sodara
kandung. Karena kakaknya beda kelompok dakwah dengan adiknya, lalu ketika
mereka membutuhkan pertolongan malah disuruh minta ke temen-temen dari
kelompok dakwah masing-masing. Yee.. mana ukhuwahmu? Bohong banget
ngaku-ngaku cinta sesama Muslim tapi dengan sesama kaum Muslimin sendiri
nggak mau menolong hanya karena yang akan ditolong beda kelompok dakwah.
Kalo gitu caranya, jangan bilang cinta kepada kaum Muslimin. Sadar ye akhi
wa ukhti...
Jangan bilang cinta kepada diri sendiri...
Jika kita senang menjerumuskan diri dalam bahaya dan kerusakan. Bohong
banget bilang cinta ama diri sendiri, tapi setiap hari kita nenggak minuman
keras, sering juga mengkonsumsi narkoba, tubuh kita dipenuhi tattoo. Bahkan
banyak di antara kita yang mengumbar auratnya dan dipajang di sampul majalah
porno atau joget-joget kayak cacing kepanasan mempertontonkan keindahan
tubuhnya di layar televisi (termasuk mereka yang menjerumuskan tubuh-tubuh
mereka dalam perzinahan).
Menurut saya, mereka adalah orang-orang yang nggak cinta pada dirinya
sendiri. Kalo dipikir-pikir, memang sih tubuh kita ya tanggung jawab kita
sepenuhnya. Mau diapakan saja terserah kita. Wong, itu tubuh kita. But, kita
kudu ingat sobat. Bahwa tubuh kita bukan milik kita. Tubuh kita sejatinya
milik Allah Swt. Jadi, tuh tubuh kudu kita pelihara dan dijaga sesuai aturan
dari yang menciptakan kita, yakni Allah Swt.
Itu sebabnya, ada larangan bunuh diri, larangan mengkonsumsi narkoba,
larangan mentato badan, larangan mempertontonkan aurat di muka umum dll. Iya
kan?
Oke deh, moga renungan sederhana ini bisa ngingetin kita untuk mengevaluasi
kehidupan kita: Apa benar kita udah cinta banget sama Allah, RasulNya, ortu
kita, kaum Muslimin, dan cinta kepada diri kita sendiri jika kita masih
berperilaku yang justru menggambarkan bentuk pengkhianatan terhadap cinta
yang kita ikrarkan?
Semoga kita menjadi orang-orang yang benar-benar mencintai Allah Swt.,
RasulNya, ortu kita, kaum Muslimin, dan diri kita sendiri. Nah, itu harus
dibuktikan dalam pikiran dan perbuatan sesuai tuntunan ajaran Islam. Oke?
Semangat! [solihin: sholihin@gmx.net]
nb : dr kiriman teman via email ( adek asti)
sepatah dua patah
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya, pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.
Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Al A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Iimam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "MENINGGALKAN SHOLAT". Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat. Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukaiperasaan saudaranya sendiri.
..:: La Tahzan! Innallahama'anaa ::..
~ Keep Amar Ma'ruf Nahi Munkar on the Net, euy! ~
nb : dr kiriman teman via email
Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Al A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Iimam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "MENINGGALKAN SHOLAT". Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat. Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukaiperasaan saudaranya sendiri.
..:: La Tahzan! Innallahama'anaa ::..
~ Keep Amar Ma'ruf Nahi Munkar on the Net, euy! ~
nb : dr kiriman teman via email
SUARA YANG DIDENGAR MAYAT
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya
Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.
Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad...Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
1. Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
2. Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
3. Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
4. Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan....Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan...
1. Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Te rkulai Lemah
2. Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
3. Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
4. Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara"
Ketika Mayat Siap Dikafan...Suara Dari Langit Terdengar Memekik,"Wahai Fulan Anak Si Fulan
1. Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
2. Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
1. Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
2. Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
3. Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."
4. Ketika MayatDiusung.... Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."
Ketika Mayat Siap Dishalatkan....Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
1. Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
2. Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."
Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat....terdengar Suara Memekik Dari Langit,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
"Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini"
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
"Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis."
"Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka."
"Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."
Ketika SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian....Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku.....
"Kini Kau Tinggal Seorang Diri"
"Tiada Teman Dan Tiada Kerabat"
"Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap.."
"Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri"
"Padahal, Karena Mereka Kau Pernah LanggarPerintahku"
Hari Ini,....
"Akan Kutunjukan Kepadamu
"Kasih Sayang-Ku
"Yang Akan Takjub Seisi Alam
"Aku Akan Menyayangimu
"Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".
Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang
"Kembalilah Kepada Tuhanmu
"Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
"Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku
"Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"
Anda Ingin Beramal Shaleh...?
Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda Kenal...!!!Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam menjalani hidup ini.
Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadithnya yang lain, belau bersabda "wakafa bi almauti wa'idha", artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaranbagimu!
Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin....
Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja... Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini...
Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih untuk mendapatkan kesempatan membaca email ini.
Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya. Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita???
nb : kiriman saudara kandung via email
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya
Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.
Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad...Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
1. Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
2. Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
3. Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
4. Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan....Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan...
1. Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Te rkulai Lemah
2. Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
3. Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
4. Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara"
Ketika Mayat Siap Dikafan...Suara Dari Langit Terdengar Memekik,"Wahai Fulan Anak Si Fulan
1. Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
2. Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
1. Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
2. Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
3. Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."
4. Ketika MayatDiusung.... Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."
Ketika Mayat Siap Dishalatkan....Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
1. Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
2. Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."
Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat....terdengar Suara Memekik Dari Langit,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
"Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini"
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
"Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis."
"Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka."
"Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."
Ketika SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian....Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku.....
"Kini Kau Tinggal Seorang Diri"
"Tiada Teman Dan Tiada Kerabat"
"Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap.."
"Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri"
"Padahal, Karena Mereka Kau Pernah LanggarPerintahku"
Hari Ini,....
"Akan Kutunjukan Kepadamu
"Kasih Sayang-Ku
"Yang Akan Takjub Seisi Alam
"Aku Akan Menyayangimu
"Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".
Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang
"Kembalilah Kepada Tuhanmu
"Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
"Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku
"Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"
Anda Ingin Beramal Shaleh...?
Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda Kenal...!!!Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam menjalani hidup ini.
Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadithnya yang lain, belau bersabda "wakafa bi almauti wa'idha", artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaranbagimu!
Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin....
Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja... Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini...
Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih untuk mendapatkan kesempatan membaca email ini.
Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya. Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita???
nb : kiriman saudara kandung via email
Subscribe to:
Posts (Atom)
